Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2013

my hide-out ;)

Seperti yang kamu tau, kalau kamu sering membaca blog ini, aku adalah penggemar nongkrong. Selama proses latihan-rehearsal T.A "Ranjang", aku sangat butuh nongkrong sebelum duduk bertelur di Tan Ek Tjoan lantai 2, terutama karena perjalanan panjang dari Rempoa ke Cikini, dan karena merasa kurang tenaga banget akibat kurang tidur (secara tiap malem baru nyampe rumah jam 12 dan nggak bisa langsung tidur, mandi dan dinginin badan-otak dulu), postingan kali ini aku mau memberi sedikit ulasan tentang dua tempat nongkrong favoritku iniiiiii: HEMA  Dutch Restaurant  http://hema-resto.com/ Terletak di Menteng Huis yang dulu keren sekarang kayak Pasar Atom, H.E.M.A atau HEMA adalah salah satu vendor yang bertahan. Sebelumnya, tempat nongkrong favoritku di Menteng Huis adalah Bengawan Solo Coffee, tapi tampaknya ia hanya bertahan sampai tahun 2010. Menteng Huis dulu punya kedai-kedai kopi yang sadis, cadas, dan favoritku seperti Bakoel Koffie dan TATOR. HEMA sama sekali nggak kuli...

Akhir Agustus 2013

Dalam setiap momen yang kusadari adalah semesta luas yang bekerja... dari dalam hati. Degup jantung beradu dengan arus adrenalin, sementara nafas berusaha menenangkannya. Aku mendekati sebuah impian. Di mana ada kemauan ada jalan, lalu akan banyak jarum bertaburan di jalan itu. Akan ada luka dan perih, namun jalan itu bukan tak berujung. Kau bahkan sudah melihat gambaran tempat tujuan sebelum menjejakkan kaki di jalan panjang ini. Kau sudah melihat, hanya belum mengalaminya..di badanmu. Dan ketika pengalaman itu hendak terjadi, seluruh sistem tubuhmu seperti hendak kejang, karena akan menerima sesuatu yang paling diimpikannya sejak lama. Demikianlah ceritaku untuk gladi bersih karya tari untuk ujian akhir Rizki Suharlin Putri. 

Dari pemandangan Jakarta

Ah...bus kota, selalu melahirkan romansa tersendiri di kepalaku, menggulirkan kalimat-kalimat yang entah datang dari mana. Dari kepala, hati, ataukah mimpi? Kemarin aku naik Kopaja 20, ber-AC, kursinya disusun berhadapan dengan jarak yang cukup lengang, rapi sekali. Deck kemudi supir juga bersih dan tampak berteknologi tinggi, ada tiga panel pintu, tiga panel lampu, dan radio.Aku duduk di baris kiri, kursi paling depan, agar bisa melihat jalan. Entahlah sore itu, bahkan sekedar badan bus pun membawa melankoli. Ada rasa haru dalam kenyataan bahwa aku bagian dari sebuah evolusi bus kota. Dulu bahuku bersandar pada besi berkarat, lantainya terlihat seperti seng yang teramat keropos sehingga kau bisa melihat aspal di bawahnya. Bus tidak membawamu ke tempat tujuan dengan ketenangan seperti ini. Setiap beberapa menit supir akan menarik rem dengan kuat dan tiba-tiba, kamu juga akan terbiasa dengan sensasi melompat dari kursimu karena bus tidak melambatkan lajunya ketika melewati jalan yan...

Liburan

Liburan akan segera berakhir, akhir pekan ini. Lho bukannya memang udah mulai kerja dari dua hari yang lalu? Karena aku mencintai pekerjaanku dan karena kerjaan itu bisa dilakukan di rumah, hingga hari ini masih kuanggap liburan. Sungguh tak ada tekanan mental yang berarti. Ah masa, ah iya? Sementara itu, hari Senin ini akan mulai latihan, atau tepatnya rehearsal T.A Arlin Putri, pulang malam lagi. Senin, selasa, rabu, kamis latihan malam, sudah dengan lighting, musik, dan set artistik yang fixed. Jumat, sabtu libur, lalu minggu, senin, selasa adalah hari H nya. Begitu kira-kira isi SMS Putri.  Supaya sehat dan cukup tidur, aku berencana untuk tidak membuka ipad sepulang dari latihan, tapi menenangkan diri, mungkin minum teh sambil merokok... atau minum kopi, atau kalau sedang bijaksana cukup air putih dan meditasi, mendinginkan badan supaya bisa ngantuk. Aku juga berharap semoga bisa maksimal jam 9 malam sudah dalam posisi berdiri di depan Tan Ek Tjoan supaya kebagian kopaja 20 ja...

nights

Nights of drugged sleep Because my head aches badly. My ribs. This is more real than lullabies. I even think I should repair my soul, for how much physical pain damage me. I have undergone heavy, drugged sleep

2 syawal mimpi

tempat tinggalku hanya sebuah kamar kecil berlantaikan tanah disemen, dialasi tikar teddy&bunny ku. Udara dingin, aku nggak punya uang sama sekali. Dapat telepon dari Pak Agung, dikasih kerjaan nyupirin dia, tapi jemput dia di Bangkok. Ternyata 'Bangkok' adalah nama hotel, setelah tanya receptionist, pak Agung ada di kamar no.18 Aku udah mikir ni kayaknya aku mau di-ewe nih disuruh ke hotel segala. Aku membuka pintu kamar, terlihat seorang om-om pendek gendut, istilahnya GUNDEK, sipit, kulit coklat, rambut agak gondrong lurus seperti di-ion. Om itu duduk di ranjang memakai outfit eksekutif. Dia menoleh kaget, tampaknya salah orang. Au terus berjalan di koridor kamar-kamar, mencari Pak Agung. Kamar-kamar itu pintunya kaca transparan. Baru beberapa langkah aku pikir 'ah buat apa nemuin orang yang mau nidurin aku' jadi aku cepat-cepat jalan ke luar hotel dan menulis pesan di secarik kertas pakai spidol, kutitipkan ke receptionist, begini isinya: 'Maaf Pak saya ngga...

The Conjuring

Akhirnya di hari Selasa malam ini, aku berkesempatan nonton The Conjuring untuk ke-dua kalinya karena Daru minta ditemenin nonton. Film karya sutradara James Wan ini cukup menarik perhatian, dan banyak orang yang kukenal menonton film ini MINIMAL dua kali. Bagiku, banyak yang bisa dibahas selain bahwa film ini berdasarkan kisah nyata. 1. VISUAL Dilihat dari pergerakan kamera, aku sangat tertarik dengan seringnya penggunaan gerak hand held terutama di scene-scene awal (saat keluarga Perron sibuk memindahkan barang ke rumah baru yang menjadi setting utama, dsb) namun seiring film terus menuju klimaks, ketegangan meningkat, pergerakan kamera menjadi lebih steady. Walau demikian, angle dan cara kamera membangun perspektif sangat eksploratif. Misalnya saat Christine mengalami gangguan untuk ke-2 kalinya, di mana ia memutuskan untuk memeriksa kolong tempat tidur. Pada sebuah shot dengan gambar jungkir balik, diperlihatkan pada penonton bahwa masalahnya bukan terletak di kolong tempat tid...

Sahur ke-28

Dini hari ini begitu syahdu, aku sendirian tanpa ada orang lain yang terjaga. Tak ada lagu maupun suara TV, tak ada bedug maupun decitan tikus. Aku bangkit dari tempat tidurku pukul 1:45, gagal tertidur; dan langsung makan sahur sendirian: setangkup roti gandum tanpa gula, susu, dan telur dalam komposisinya; diisi berhelai-helai selada hijau dan daging rica. Kemudian aku menyiapkan sahur untuk ayah, mama, kakak, dan suaminya. Kupanaskan semua persediaan makanan di kulkas, dan memasak nasi karena suami kakakku itu makannya banyak. Kemudian aku menikmati teh panas dalam gelas bertuliskan Coco Bear pemberian Nique. Akhirnya aku sendiri yang merobek kesyahduan ini dengan mengambil biskuit cabin walaupun sudah cukup makan sahurnya. Begitu mengganggu kenapa biskuit ini ber-aroma sabun cuci piring. Cabin rasa Sunlight.

Ramadhan,2013

Hey blog, I was amazed tonight when after doing Isya sholat, I opened the Quran and I faced the 27th surah, while tonight is the 27th night of Ramadhan. After Al-Furqan, I continued to As-Syuara, and tonight it is An-Naml.  It always takes much of me when the Quran tells about creation of the world and how it states that "Only the thinking men will reach faith". It amazed me so much when in An-Naml this ancient book wrote "There we put rivers at the intervals of the land and we stand mountains to strengthen the earth." I wish I could share to all my friends but my lips remain sealed as I feared of telling false facts about Quran.