secuil ingatan tentang Bali mengingatkanku bagaimana rasanya bahagia lupa segala bencana di Jakarta dan kata "pulang" bukan lagi sesuatu yang menyakiti. di Bali aku rela homeless aku ingat siput yang begitu bersih, kecil, dan langka Kak Oni bilang dia bertemu dengan bintang laut sebesar permukaan meja aku ingat beberapa menit sendiri duduk saat nyepi menghadap hutan kecil dan ombak Sanur bahkan jin, setan, dedemit pun enggan mengganggu walau aku duduk dekat patung kepala tiga dan tembok penuh topeng seolah alam berkonspirasi untuk menghiburku Terima kasih, Tuhan atas liburan singkat itu. Kedamaian itu sungguh mewah namun tidak mahal Di sini aku mengais-ngais.
live real. dream big.