Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2012

Gali

secuil ingatan tentang Bali mengingatkanku  bagaimana rasanya bahagia lupa segala bencana di Jakarta dan kata "pulang" bukan lagi sesuatu yang menyakiti. di Bali aku rela homeless aku ingat siput yang begitu bersih, kecil, dan langka Kak Oni bilang dia bertemu dengan bintang laut sebesar permukaan meja aku ingat beberapa menit sendiri duduk saat nyepi menghadap hutan kecil dan ombak Sanur bahkan jin, setan, dedemit pun enggan mengganggu walau aku duduk dekat patung kepala tiga dan tembok penuh topeng seolah alam berkonspirasi untuk menghiburku Terima kasih, Tuhan atas liburan singkat itu.  Kedamaian itu sungguh mewah namun tidak mahal Di sini aku mengais-ngais.  

walls to room, rooms to house

I actually feel like collapsing. Everytime I see my dad all I see is mistakes. I can't cry and I can't sleep. I sleep too late everynight, woke up dreaming of having a home, building a house here in my heart; from scratches I could find. Yet I don't wanna drown in sorrow. Aku mengubur badanku jauh-jauh di dalam selimut, dan aku panggil lagi ingatan akan siput di Sanur, untuk menghibur diri. Siput itu transparan, bersih kulitnya, kecil badannya dan berjalan lambat sekali. Aku diam terkagum, sama sekali nggak ingin mengusik kedamaiannya. Aku berharap ada sesuatu yang lebih besar kuasanya, melihatku seperti aku melihat siput itu. Aku berharap ayah nggak mengusik aku yang kecil ini, jalan lambat-lambat menapaki mimpi. Please. Stop. Ruining. My effort to respect you.

Dear, Jakarta

"A traveller travels to search for things he will find when he gets home" Kira-kira begitu tulisan yang kubaca di majalah di dalam pesawat Lion Air. Sebelum membaca tulisan itu, aku membaca artikel tentang "Pulang". Perjalanan pulang bisa menyenangkan bisa tidak, tergantung apa yang menunggu kita sepulangnya kita. Beberapa saran untuk disyukuri bagi mereka yang sedang bersungut dalam perjalanan pulang, begitu tulis majalah Lion Air ini, "Bersyukurlah, berarti anda punya rumah. Pulang adalah kata yang tidak dikenal mereka yang tidak punya rumah." Fuck you banget deh, majalah. Badan langsung rasanya sakit semua wekekeke.... Here are some things I wanna share. I only spent like Rp450.000 for that vacation in Bali  and I got a villa worths Rp12.000.000/day . Itu kan uh-may-zinc banget gitu, blog. It must be a good karma. Itu villa keindahannya tingkat dewa Zeus gitu, punya hutan buatan dan langsung tersambung dengan pura rakyat dan Pantai Sanur bagian pin...

Breakfast in Good Karma :)

 

Pagi, Bali

Ngomong-ngomong soal mimpi, semalam aku mimpi diajak latihan Frienemies sama Miss Andara. Tapi Frienemies itu sudah di-improv banyak banget. Ada gerakan kaki yang aku masih ingat sampai sudah bangun (baru ta'nariin nge-check apakah bener masih inget atau nggak). Tapi itu Frienemies udah nggak banget, ramenya kayak flashmob. Ada Zerika, trus ponakannya koruptor yang udah meninggal itu, ada Margiana, ruame wis pokoke. Ada Cibul, tapi aku nggak liat Icha. Trus aku udah ketinggalan beberapa gerakan gitu. Ya sudah cukup soal mimpi latihan Frienemies. Aku di Bali tinggal di Villa Rumah Besar di sebelah Cafe Batujimbar, punya Mr.Frank mantan suaminya Barbara Streissand. Selamat pagi, Bali. Au bersepeda ke sana kemari.  

f r a g i l e

Tiba-tiba hidup rasanya berat banget, gara-gara bokap bikin rumah yang masih kaga jelas kepemilikan tanahnya itu. Life is always fragile, anyway. Aku itu marah dan nggak terimanya pol-polan sama kelakuan oh kelakuan, tapi bagaimanapun he's my dad, seperti kata Uki. Setiap malam sebelum tidur aku ngerasa hari esok adalah film horror, aku jadi gampang sakit tapi aku tau ini karena emosi lagi bergolak maximum labil. And the only medicine is dance. The only escape. I know I sound so negative right now. Tapi bagaimanapun, aku terus saja bertemu dengan orang-orang yang membuatku tersenyum dan terkesima, karena sederhana nya mereka, karena rendah hatinya mereka. Nggak usah jauh-jauh, Ka Adhit guruku di Interlude. Seujung kuku jari aku ngerasa dia nggak ada sombong-sombongnya walaupun jago breaking, dan dia terus-terusan memupuk kepercayaan sama semua muridnya.

What Changes My World

That was it

Selasa 13 Maret 2012, jam pulang kantor aku bergegas dan Dini bilang "Oo si anak bayi! Selalu seger buger kalo Selasa jam enam!" Padahal Selasa jam enam kali ini akan jadi perjalanan panjang ke Radio Dalam. Panjang karena banyak pikiran. Begitu sampai GiGi ketemu Icha yang tampak pucat tak bersemangat. Kita pun ngerokok dulu di Oenpao dan dia kembali menyemangatiku untuk berani ngomong ke Ibu Guru kalau mau terminate. O ya, sebelum itu si Icha mengutarakan ketidaksukaannya pada si ini, si itu. Hahaha penuh kebencian sekali mak lampir satu ini. Tak heran lah, memang hampir semua orang di GAOD itu nyebelin, sombong ke ubun-ubun, kecuali para guru.Kalo guru sombong juga ga pa-pa, sudah guru soalnya. Begitu kelas Lyrical Jazz selesai dan Miss A mempersilahkan kami masuk, seperti biasa asom-asom itu nggak langsung masuk melainkan ngobrol dulu. Aku yang biasanya enggan masuk duluan langsung masuk dan menyesap studio itu, juga mengambil kesempatan menggerakkan koreoku yang ga ada ...

Changes.

Hai blog, hai... Parah banget deh gua, masa nulis satu postingan aja satu minggu hahaha. Iya, yang judulnya sun-mon-tue itu belum selesai-selesai dan belum sampai inti ceritanya gitu. Diriku bukannya mau bertele-tele, tapi kan blog ini dimaksudkan sebagai catatan pribadi yang kalau bisa se-detil-detilnya jadi ik ga sampe sampe deh ke puncak cerita hahahaha aku ceritain disins aja ya. Jadi hari senin setelah kemarinnya interlude dan kemarinnya lagi shooting IDF itu kan aku jatuh tikas, karena ga istirahat, selasa makin tikas (gencar mencari duit, saya blog... kan ada tawaran jadi editor tuh, meeting di Wisma Mulia). Hari Minggu sampai Senin aku agak galau (gak galau-galau amat sih) kok kayaknya... aku tidak berbakat gitu nari kontemporer, ngerasa udah duh... paling goblok. Eh pas sedang terbaring lemas kayak kepiting rebus gitu, Miss Andara bbm kayak gini nih:  "Aku baru nonton hasil shootingnya. Kamu narinya bagus sekali, I'm so proud :)" Sebuah kewajaran internasi...