Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2021

Sampai Tidak Ingin Nari Lagi

  Aku ingat kali pertama menarikan sebuah karya, usiaku 21 tahun kalau tidak salah.  Dengan kemeja putih yang basah keringat dan nafas yang terengah-engah, aku berdiri melingkar dengan teman-teman Frienemies . Di dalam ruangan berlampu kuning yang seharusnya romantis, dengan pemandangan Selatan Jakarta yang selalu diromantisir anak-anak muda lokal, sambil mengatur nafas, kudengar koreograferku berkata "Nari itu kayak gini. Sampe kamu rasanya nggak pengen nari lagi, itu baru nari." Dengan kepongahanku, saat ini aku yakin dia sudah lupa dia pernah mengucapkan hal itu. Tapi perkataan itu menancap di benakku sampai sekarang, dan muncul pada saat-saat tertentu. Kalau kamu suka menari, wajar jika tidak bisa setuju dengan perkataan tersebut. Aku pun jarang merasa seperti itu. Waktu ngajar misalnya, kebanyakan muridku bukan orang yang ingin menjadi penari. Mereka hanya menari sebagai pengganti olahraga, atau untuk melepas penat. Aku tidak pernah mendorong mereka untuk melakukan kombi...