Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2008

I am Hasta the hater.

aku benci mendengar keluhan teman setiap pagi "gue kalo telat makan, jadi mual" I hear that every day! aku benci mengorbankan pulsaku banyak sekali hari ini untuk urusan teman. gue juga pernah jadi leader dalam sebuah produksi, dan untuk orang-orang diluar kelompok, gue ga akan membiarkan mereka keluar duit sepeser pun saat sedang membantu produksi gue. aku baru ngobrol sama kakak dan kita membicarakan teman-teman yang suka pamer sesuatu yang kita sedang nggak punya dan kita butuhkan. kita tau mereka ngga sadar melakukannya...mereka tidak bermaksud untuk pamer. tapi untungnya aku dan kakak bukan tipe teman yang seperti itu. dan aku juga untungnya punya temen (walau sedikit namun berharga) yang tidak seperti itu. Aku jadi mengingat teman-temanku disini yang melakukan hal itu... dan aku jadi merasa benci. harusnya selama beberapa hari aku nggak harus keluar uang makan di kampus karena menurutku harusnya aku dibayarin. bukankah aku datang ke kampus hanya untuk ngurusin urusan or...

d i s t u r b a n c e

jika hilang waktu aku 'kan mengaku jika hilang cerita masih bisa kubaca namun jika hilangku sendiri, terperi ku mencari! Kenapa ya saya berselimut di sarang seperti burung yang malas terbang begini? awalnya kurasa aku penat sama kampus yang penuh dengan elektron negatif tapi kok aku keterusan penatnya? bahkan saat kurasa kampus sudah "mendingin" kok aku ikutan dingin namun seperti gunung es yang mau meletus. gunung es dengan magma mendidih di dalamnya. aku jadi merasa bukan keisha. saat ini aku lebih pantas dinamai "pecundang' daripada "keisha". karena keisha sama sekali tidak seperti aku ini. keisha tidak pernah menyaman-nyamankan dirinya di comfort zone keisha tidak lari dari apapun. saya ini sedang jadi siapa ya mungkin saya kesepian tapi nggak menyadarinya ya mungkin saya tetep kesepian walaupun menyaman-nyamankan diri di comfort zone dengan comfort people di sekitar saya sungguh sepertinya masalah ada pada saya sendiri tapi apa masalah itu bahkan s...

SELAMAT HARI SENIN PAGI

Jarang sekali kita bisa merasakan tenang, nyaman, dan damai di Hari Senin Pagi, terutama di Jakarta. Dan itu pun terjadi pada saya bahkan beberapa menit setelah beranjak dari kasur. Mie instan ABC Selera Pedas Rasa Sup Tomat yang sudah saya idam-idamkan dari kemarin,, yang saya beli sendiri dengan berjalan kaki cukup jauh ke Indomaret pada hari minggu-nya, raib begitu saja. Ternyata, yang makan adalah ayah dan kakak. Tidak layaknya masalah sepele, saya pun menangis tersedu-sedu. Mungkin karena lagi menstruasi juga kali ya,,,jadi sensi begini. Setelah tidak ada orang di rumah, saya pun merokok sambil menulis bloggoblog ini dan merasa better... namun masih ada satu keruwetan di otak saya. Yaitu saya harus ke PUSTEKKOM hari ini sedangkan saya belum pernah kesana dan u know lah,,saya pengguna transportasi umum. Males banget gitu loh ya HARI SENIN DI JAKARTA YANG PASTINYA MACET BERAT KAYAK KUMPULAN TAI BERASAP, trus kita muter-muter di jalanan NAEK ANGKOT mencari sebuah gedung. Okay?? wish ...

siang mendung di mulut kampus

gue baru aja keluar dari kampus. Hari ini, Jumat, 7 november 2008 ga ada kuliah sama sekali. Bisnis Film dipindah besok. Gue udah tau itu dari kemarin. Tapi ngga tau kenapa gue ngotot ke kampus hari ini padahal bisa aja gue seneng-seneng sendirian di Bintaro dan sekitarnya. ternyata...bang! IKJ bener-bener lagi mendung langitnya dan hatinya. Tulisan-tulisan menyayat tentang ironi sebuah institusi memenuhi dinding dan tanah kampus seni. Berawal dari penggrebekan narkoba di kampus yang ternyata penggrebekan itu atas restu bahkan atas request dari Bapak rektor tercinta. Forum pun digelar. Beberapa mahasiswa berapi-api mengutarakan isi hati, ada yang hanya mengutip pertanyaan umum layaknya wartawan infotainment, namun yang lebih banyak lagi adalah suara-suara sumbang hanya berteriak-teriak menimpali. Aku diam di tengah-tengah semua itu. Bapak Gandung mukanya pucat, membakar rokok dan tampak gelisah layaknya terdakwa di hutan rimba. Sekali lagi aku diam tersayat di tengah-tengah semua itu. ...