Selasa pagi itu, 9 Oktober 2018 aku bangun dengan nyeri otot luar binasa. Bagaimana tidak, setelah sebulan off dari kelas tari, hari Minggu begitu kembali lagi ke kelas, aku langsung harus menari 5 jam -- 1,5 jam kelas dan sisanya latihan untuk project terdekat di mana guruku ingin aku tergabung di dalamnya (dan aku mau. jadi jangan mengeluh, aozora. aduh, sakitnya.) Setelah hari Minggu yang bagaikan romusha itu, Senin nya aku tetap bekerja seperti biasa, di antaranya adalah ngajar nari anak kecil (aku sampe keringet dingin saking sakitnya bergerak). Lalu Selasa paginya juga ngajar di Feel Good Space, dan ke kampus STF. Hari itu aku sudah janjian dengan Densiel. Dan aku yang menentukan tempat. Aku mau di Camden, Cikini. Temanku si Densiel bertanya-tanya, kenapa harus di situ, kenapa gak sekedar coffee shop. Jawabannya tentu saja, karena aku ingin minum. Senin malam itu sampai jam 4 pagi tidurku nggak nyenyak karena digigit nyamuk, dan juga otak ku terus bersimulasi, menghadirkan gamb...
live real. dream big.