Aku memutuskan nulis postingan ini pake bahasa indonesia aja karena aku cenderung suka kepanjangan dan nggak to the point kalau pake bahasa inggris :D walaupun jadinya beberapa temanku ga bisa mengerti cerita ini. Kalau kamu baca entry sebelumnya, itu adalah kemewahan di mana aku bisa nari berdua doang di acara recital The SOM. Sempat lama stop nari, sekalinya mulai lagi langsung pentas cuma berdua. Aaaww!!! Aku sampe latihan-latihan sendiri setiap hari saking aku nggak mau kelihatan jelek, saking aku pengennya sempurna!!! (ilusi...halusinasi..biarkan aku memang gitu orangnya). Recital itu, prosesnya sangat kunikmati - sampai aku berharap aku bisa nari setiap hari. Eh! Harapan itu dikabulkan nggak pake lama, bro! GPL kalo istilah temen SMA ku (mulai bertele-tele). Pertengahan Februari, di grup WA Lyrical Contemporary (yang isinya cuma becandaan selepas Recital, ga ada yg penting) tertulislah pesan dari Kak Davit: "Kei dan Icha mau turun solo nggak untuk Dance Prix 2016 bulan Apr...
live real. dream big.