Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2025

ideal propaganda

 A quick rambling session before I have to get ready for work. So it's 12:38 in the afternoon, I slept for approximately 4 hours last night. I know, who's destructive? I'm alone, hubby's at work outside. I'm listening to Current Joys on YouTube, smoking, blogging. You know how that feels like? Apparently the dance school uploaded a cute picture of me jumping in the sky so I installed Instagram just to repost it and then I uninstalled again. The idea of "put yourself together", the idea of "live ideally", they need to be questioned. I'm listening to The XX now, gave up trying to listen to Indo-shoegaze. artwork by Dieni Nuraini Since I detach myself from social media < mainly Instagram >, living ideally is such a loose concept. Where do you get that idea from? The first and foremost importance is health. Does health only mean not being sick <often>? Does it mean liking what you see on the mirror? These pictures were taken when I vi...

Agustus dimulai dengan breakdance

Jumat 1 Agustus, suami nraktir makan merayakan eh mensyukuri (dia orangnya anti selebrasi) ulang tahunnya. Sepulang kerja dia menjemputku dan kita makan di Fat Bubble. Lalu, seperti sudah kuantisipasi, nongkrong sama dia di setting semacam Fat Bubble itu akan agak awkward karena dia orangnya visual banget. Suatu tempat kalau nggak otentik itu sangat berpengaruh padanya. Biar nggak garing kuajak ngobrol tentang youtuber yang lagi dia suka. Nah, membahas acara youtube yang lagi dia suka ini efeknya di aku seperti dia melihat design interior fat bubble: garing, cringe, tapi yaudah-dah terlanjur berada di sini - attitude. Tapi dia jadi light up, berbinar membicarakan punk-punk an TUWEK itu. Setelah dia puas menceritakan Wancoy dan anaknya, perasaan jengah mengantarkanku pada bahasan "Sebenarnya jadi warga Indonesia khususnya dan warga dunia umumnya itu kayak lagi ditodong senapan di bawah dagu." Dalam artian aku ini pesimis, dengan kekuasaan rakyat. Genosida Palestina contohnya, ...

unek unek sebelum bombi

Hidup jadi lebih santai ketika tidak lagi merasa ditonton dan menonton, namun tidak terlalu santai karena aku masih terlibat dalam sebuah event -- yang mana harusnya aku santai karena jobdesc ku udah selesai. Finito. Besok ini aku harus datang nonton running dari jam stngh 4 sore sampai setengah 10 malam, jujur menurutku agak nggak manusiawi. Seumur-umur tergabung dalam acara semacam itu, batas maksimalnya jam 7 malam, malah seingatku kalau belum di venue, masih running awal-awal itu pagi sampai siang aja. Udah gitu keesokan harinya aku masih ngajar kpop, artinya nggak ada waktu buat ngafalin koreo, mau nggak mau harus mulai mempelajari secepatnya. Sekarang ini kalau malam sering hujan deras. Aku sudah pesan sama suami tolong samperin aku dari jam 8an, just in case hujan deras aku nggak akan stuck dan tetap melaju pulang. Aku ada kecurigaan dilibatkan sejauh ini (lebih jauh dari pekerjaan yang sudah tuntas dan dibayar) adalah untuk jadi penengah alias wasit. Asuuu, asu. Kemungkinan ked...