Hidup jadi lebih santai ketika tidak lagi merasa ditonton dan menonton, namun tidak terlalu santai karena aku masih terlibat dalam sebuah event -- yang mana harusnya aku santai karena jobdesc ku udah selesai. Finito. Besok ini aku harus datang nonton running dari jam stngh 4 sore sampai setengah 10 malam, jujur menurutku agak nggak manusiawi. Seumur-umur tergabung dalam acara semacam itu, batas maksimalnya jam 7 malam, malah seingatku kalau belum di venue, masih running awal-awal itu pagi sampai siang aja. Udah gitu keesokan harinya aku masih ngajar kpop, artinya nggak ada waktu buat ngafalin koreo, mau nggak mau harus mulai mempelajari secepatnya.
Sekarang ini kalau malam sering hujan deras. Aku sudah pesan sama suami tolong samperin aku dari jam 8an, just in case hujan deras aku nggak akan stuck dan tetap melaju pulang.
Aku ada kecurigaan dilibatkan sejauh ini (lebih jauh dari pekerjaan yang sudah tuntas dan dibayar) adalah untuk jadi penengah alias wasit. Asuuu, asu. Kemungkinan kedua adalah karena yang satu nggak nyaman sama pertnernya yang sumbu pendek jadi aku dilibatkan di situ buat nemenin dia ngadepin ledakan-ledakan si sundek ini. Asal you tau pada hari running nanti itu aku udah kerja dari jam 9 pagi sampai jam 12. Alih-alih nongkrong mungkin sebaiknya aku pulang, rebahan deh sebelum berangkat ke lokasi.
Sisi positifnya (Berusaha ya gue, wkwkw) adalah aku diperlakukan seolah sutradara, terus dibilangin aku harus lihat sesuai nggak dengan yang ada di imajinasiku. Untuk itu kayaknya aku harus bersemangat, pokoknya ya nulis ini ngeluarin unek-unek biar pas hari H bisa berangkat dengan hati yang lebih ringan.
Instagram sudah kutaklukan dalam artian ai udah muak sama aplikasi itu dah nggak tertarik buat buka. Sekarang tantangannya adalah distraksi online yang lain kayak Facebook (balik ke 2008 njir) sama Youtube shorts.
I have to sleep now. Bye.
Comments