Hi blog, Kenapa ya sekarang tu nggak se-lepas dulu kalau mau nulis di sini. Ada perasaan apa masih pantes nulis2 kayak gini, ada perasaan "bukannya ngerjain naskah lo", banyak deh. Ah, dasar manusia urban yang teralienasi dari diri sendiri. Perempuan tidak waras itu masih terlihat di halte intrans Bintaro Plaza, sejak 2020 hingga hari ini. Awalnya aku selalu melihat dia jalan kaki sambil bicara dan tertawa sendiri, mengenakan baju-baju yang bagus. Wajahnya juga sebenarnya cantik. Di sepanjang sektor 3A aku biasa melihatnya di sisi kanan atau kiri trotoar (kalau kanan dan kiri doppleganger dong anjir?) Kemudian mulai tahun lalu dia selalu terlihat duduk diam, kadang selonjoran, di halte intrans. Orang gila ini menjadi alegori untuk ketidakmampuanku melepas kenangan-kehidupan sebelum pandemi. Kehadiran dia tepat sekali bagaikan monumen kemelekatanku pada masa lalu. Aku sering mengingatkan diriku ketika melihat mbak itu: "Ayo jalani hari-hari sebagaimana adanya, lama-lama...
live real. dream big.