Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2013

the succesful Marilyn Manson

Reading their early interview, well, the spoke-person is always the one and only Brian Warner, this band has a mission. That's the first key. To bring the armageddon to the fascism of America. Second, a target enemy. Marilyn Manson coned his mission to one target: America.

Keisha Aozora

"Kau tahu, saat kau mencapai bagian paling menyakitkan, kau sebaiknya tetap menuliskannya. Kau tidak bisa minta tolong pada abjad, pada jarimu, pada kepalamu sekalipun. Kau harus setuju dengan seluruh sistem tubuh dan pikiranmu - bahwa kamu akan menuliskannya. Kau mungkin seorang pengecut yang tidak bisa berenang, atau mungkin seorang pemanjat tebing yang akrab dengan bahaya. Tapi menulis adalah kegiatan spiritual, kawan. Menulis adalah kemampuan untuk jujur. Tak bisa kau temukan di rumah ibadah maupun klab malam.Di hutan, gunung, tidak juga." Minggu, 6 Maret 2011  "aku tak ingin berjarak dengan malam karena sebenar-benarnya kami hanya terpisah sejauh kelopak mataku jika kutatap cermin maka yang kulihat adalah kerinduan padanya, pada batas yang dikaburkan hembusan karbondioksida, pada dingin yang menembus daging, ajakan untuk menanggalkan mesin"                    ...

I went alone

essay by Marilyn Manson

Reading his writings and watching his interviews keep me up all night. This is a little from his writing, I copied from www.spookhouse.net "Each artist is a duality. On one hand he has human feelings and on the other he is an impersonal machine or process. But you cannot understand his psyche; you can only understand his creative achievements. I am a vehicle. An artist cannot be expected to interpret what he does for us. It must change us and in the change, we become the interpretation. The answer. There is a thin line between psychosis and creation. Who's to say madness isn't pure enlightenment? YOU CAN ONLY DO! Everything you do is part of a plane plummeting towards our pitiful, dying earth. But your art, what you create is stepping onto the burning wing and forgetting silly things like life and death for a moment. Just to enjoy for one second a glimpse of beauty before you are reduced to ashes."

dear you

i'm crying not of sadness, but of anger that has reached Himalaya if you want to catch my guilt, try to find it in my shit. mom, you scapegoat me for everything mom, you throw your bad mood to me since I was little. If you told me I'm an asshole, mom I'd rather be an asshole than to be like you, a slave of your emotion. your god is your mood. when I was seriously ill, I went to the hospital by my self. You only handed me your credit card. You proud, as a mom? when once I had to go to Emergency Room, you were so upset because you had to go with me. how I suppose to feel guilty? You're the one who fits the guilt.

Rabu...hari yang acak.

Rabu di bulan Juni. Aku terbangun dengan mimpi membungkus Alm.Mbak Luluk dengan kain kafan. Ia tampak cantik, menutup matanya sambil tertawa dalam senyumnya yang dikulum. Aku dan Mama duduk mendampingi dia, sambil melirik ke jam dinding, 10 menit lagi Mbak Luluk akan pindah ke alam akhirat, dan ia tampak siap. Aku terbangun dan sedih. Bukan karena mimpi itu, tapi karena sudah kudengar suara para penghuni baru di rumah ini. Berbincang di meja makan, aku merasa inilah mimpi buruk yang sesungguhnya. Aku rasanya tidak sanggup keluar kamar jadi aku tidur lagi. Aku mimpi sedang mecah-mecahin piring dan gelas di cucian. Aku bahkan ngigau teriak. Aku terbangun karena teriakanku sendiri. Pipiku basah tanpa aku ingat kapan aku menangis. Aku benar-benar tidak keuar kamar, aku takut menghadapi kenyataan. Sungguh kehadiran satu keluarga baru ke rumah orang tua ku ini, untuk tinggal sementara waktu (kira-kira satu tahun) ini rasanya bagaikan kiamat. Aku putar otak keputusan apa yang harus kuambil...

hey. juni

hey blog, (kembali....menyapa benda mati, yaitu blog. hahahaha!) Ini sudah pagi, sudah hari senin. Jadi, kemarin alias hari Minggu, setelah bangun tidur dengan terbatuk-batuk kayak aktor-aktor di teater, langsung cek LINE, dapet deadline an artikel untuk Senin dari sepupuku yang juga sebagai supervisor ku di anibee itu.. ck.. Nique ngajak ketemuan. Aku tidak bisa menolak, karena aku tau dia mau ngasih kado. Hahahaa!! Langsung organisasi kedua cewek lainnya: Daru dan Anis. Sip, ketemuan di Citos. Padahal ya.. aku baru bangun lho, kopi masih setengah gelas dan baru ngerokok 1 batang aja. Jadi aku badandan deh, terus pergi. Sebelum pergi aku sudah maki-maki langganan ojek ku dua-duanya karena ga ada yang angkat telepon. Alhamdulillah satpam komplek tetangga mau ngojekin. Ta'kasih Rp25.000, dia senang, aku juga senang. Ketemu Daru di hall, dan langsung ketemu Nique sebelum kita memutuskan untuk mendaratkan pantat dimanapun. Cepat sekali. Aku amazed dengan dinamisnya energi siang ...

thoughts, projected

All made on Saturday, June 8, 2013 Thanks Arlin Putri for the crayons

the dream

8 Juni 2013, aku tidur jam 2 pagi. Langsung duduk di ruang tamu dengan Ernst. Dia megang gitar. Kami baru saja memainkan lagu-lagu tulisanku. Udaranya sejuk seperti di Malang. Langitnya putih berkabut, entahlah itu pagi/siang/sore/malam. Aku melihat dia seperti berkaca saja, seperti melihat diriku versi cowok. Lalu dia curhat, bahwa hidupnya bergulir gak karu-karuan, muter-muter di situ saja, dan dia hanya ingin kembali menjalin hubungan dengan kakakku. Aku ingin menjawab, memberi pencerahan, tapi aku ngantuk sekali. Udaranya seperti udara sehabis hujan. Perasaanku gloomy karena mendengar dia sedih tapi mataku ingin merem. Aku terbangun karena segerombol FPI memakai jubah putih dan sorban datang, masuk ke teras tanpa permisi. Aku keluar, marah. "Ngapain ke sini?" "Ada duit nggak?" tanya salah satu dari mereka. "Ga ada!" jawabku. Mereka ngeluarin senjata, entah apa itu, benda tumpul. Aku langsung gulung koran, jadiin senjata juga. "Ayo! Pergi! Pergi!...