"Kau tahu, saat kau mencapai bagian paling menyakitkan, kau
sebaiknya tetap menuliskannya. Kau tidak bisa minta tolong pada abjad,
pada jarimu, pada kepalamu sekalipun. Kau harus setuju dengan seluruh
sistem tubuh dan pikiranmu - bahwa kamu akan menuliskannya. Kau mungkin
seorang pengecut yang tidak bisa berenang, atau mungkin seorang pemanjat
tebing yang akrab dengan bahaya. Tapi menulis adalah kegiatan
spiritual, kawan. Menulis adalah kemampuan untuk jujur. Tak bisa kau
temukan di rumah ibadah maupun klab malam.Di hutan, gunung, tidak juga."
"aku tak ingin berjarak dengan malam
karena sebenar-benarnya
kami hanya terpisah sejauh kelopak mataku
jika kutatap cermin maka yang kulihat adalah
kerinduan padanya,
pada batas yang dikaburkan hembusan karbondioksida,
pada dingin yang menembus daging,
ajakan untuk menanggalkan mesin"
Senin, 20 September 2010
"ketika bau roti baru keluar dari oven,
spaghetti, sambal terasi,
parfum Kenzo, lavender aromatherapy
bau bensin, tanah basah, rumput teki
tak mampu memberi sedikit sensasi
ketika rasa baileys, teh tarik, kopi jambi
nikotin, kokain, heroin tidak berfungsi
sementara cannabis tetap bau mesin cuci
tidur cukup, tari bebek, overworking,
acara Mak Bongky, puncak Bromo, udara pagi
tidak bisa menarik bibir ke samping satu senti
kudengar langkahmu yang tidak menapak,
tidak terbang, merangkak, melata, maupun memamahbiak,
tapi menjalar seperti getaran listrik tegangan nanggung
siap menerkam dengan gerak tari srimpi
lewat punggung kadang ujung-ujung jari
lewat tarikan nafas, atau bulu-bulu kaki
sebenarnya aku tak punya selimut itu
tidak ada tempat yang cukup hangat
aku tak punya bidang sandaran
atau sekedar perisai kecil-kecilan untuk menangkis tajam pedangmu"
Rabu, 15 September 2010
Minggu, 6 Maret 2011
karena sebenar-benarnya
kami hanya terpisah sejauh kelopak mataku
jika kutatap cermin maka yang kulihat adalah
kerinduan padanya,
pada batas yang dikaburkan hembusan karbondioksida,
pada dingin yang menembus daging,
ajakan untuk menanggalkan mesin"
Senin, 20 September 2010
"ketika bau roti baru keluar dari oven,
spaghetti, sambal terasi,
parfum Kenzo, lavender aromatherapy
bau bensin, tanah basah, rumput teki
tak mampu memberi sedikit sensasi
ketika rasa baileys, teh tarik, kopi jambi
nikotin, kokain, heroin tidak berfungsi
sementara cannabis tetap bau mesin cuci
tidur cukup, tari bebek, overworking,
acara Mak Bongky, puncak Bromo, udara pagi
tidak bisa menarik bibir ke samping satu senti
kudengar langkahmu yang tidak menapak,
tidak terbang, merangkak, melata, maupun memamahbiak,
tapi menjalar seperti getaran listrik tegangan nanggung
siap menerkam dengan gerak tari srimpi
lewat punggung kadang ujung-ujung jari
lewat tarikan nafas, atau bulu-bulu kaki
sebenarnya aku tak punya selimut itu
tidak ada tempat yang cukup hangat
aku tak punya bidang sandaran
atau sekedar perisai kecil-kecilan untuk menangkis tajam pedangmu"
Rabu, 15 September 2010
Comments