hey blog, (kembali....menyapa benda mati, yaitu blog. hahahaha!)
Ini sudah pagi, sudah hari senin. Jadi, kemarin alias hari Minggu, setelah bangun tidur dengan terbatuk-batuk kayak aktor-aktor di teater, langsung cek LINE, dapet deadline an artikel untuk Senin dari sepupuku yang juga sebagai supervisor ku di anibee itu.. ck..
Nique ngajak ketemuan. Aku tidak bisa menolak, karena aku tau dia mau ngasih kado. Hahahaa!!
Langsung organisasi kedua cewek lainnya: Daru dan Anis. Sip, ketemuan di Citos. Padahal ya.. aku baru bangun lho, kopi masih setengah gelas dan baru ngerokok 1 batang aja. Jadi aku badandan deh, terus pergi.
Sebelum pergi aku sudah maki-maki langganan ojek ku dua-duanya karena ga ada yang angkat telepon. Alhamdulillah satpam komplek tetangga mau ngojekin. Ta'kasih Rp25.000, dia senang, aku juga senang.
Ketemu Daru di hall, dan langsung ketemu Nique sebelum kita memutuskan untuk mendaratkan pantat dimanapun. Cepat sekali. Aku amazed dengan dinamisnya energi siang tadi, nggak seperti biasanya dimana ketemuan dengan nique dan daru biasanya berawal membetekan karena saling nggak nemu walaupun sudah sepakat ketemu di satu tempat.
Kita memutuskan duduk di Black Canyon Coffee, itu pun juga langsung setuju semua, biasanya pake jajak pendapat karena maunya beda-beda semua.
Dan tumben-tumbenan di siang yang teramat panas itu, aku pesan Hot Cappucino. Mungkin karena batuk berdahak (abis ini jadi iklan obat nih postingan... )
Hari itu tumben juga kita bisa bener-bener ngobrolin sebuah ide, bukan ngobrolin kerjaan atau orang. Alhamdulillaaah hahaha. Pertanyaan dimulai dengan "Kenapa Anis segitunya nge-fans sama Big Bang, kira-kira apapun akan dilakukan demi meet&greet dengan personil-personil Big Bang itu. Sementara Daru yang juga menggemari Big Bang, nggak segitunya. Daru nggak mau umpel-umpelan bakeringat demi meet&greet yang cuma semenit nggak nyampe. Aku bilang, mungkin ini pertama kalinya Anis merasakan starstruck yang wajar dialami pada masa remaja awal (11-17 tahun)
Aku cerita lah dulu aku starstruck banget dengan The Moffatts, dan saat mereka konser di Jakarta, aku nggak boleh datang, itu rasanya teramat menyakitkan dan tak beralasan. Umurku sudah 13 tahun bukan 9 tahun, aku nggak akan mati kegencet cewek-cewek Jakarta. Nique ketawa-tawa karena aku memperagakan menggores urat nadi pake botol aqua, untuk menggambarkan rasa sakit akibat tidak boleh nonton The Moffatts.
Bicara soal star system, boyband Korea itu terlalu mudah dijangkau dibandingkan The Moffatts atau selebriti-selebriti pada masa 90an-awal 2000. Big Bang ada di Kakao Talk, sering menjawab langsung pertanyaan-pertanyaan fans, dan sudah lebih dari sekali datang ke Indonesia. Dulu, The Moffatts dan Backstreet Boys, aku cuma bisa nonton di TV!!!!! Keterbatasan ini membuat starstruck semakin parah. Ini pernah dibahas di kelas Sejarah Film Dunia oleh Mas Ale, tentang star system yang dijalankan Hollywood.
Ini sudah pagi, sudah hari senin. Jadi, kemarin alias hari Minggu, setelah bangun tidur dengan terbatuk-batuk kayak aktor-aktor di teater, langsung cek LINE, dapet deadline an artikel untuk Senin dari sepupuku yang juga sebagai supervisor ku di anibee itu.. ck..
Nique ngajak ketemuan. Aku tidak bisa menolak, karena aku tau dia mau ngasih kado. Hahahaa!!
Langsung organisasi kedua cewek lainnya: Daru dan Anis. Sip, ketemuan di Citos. Padahal ya.. aku baru bangun lho, kopi masih setengah gelas dan baru ngerokok 1 batang aja. Jadi aku badandan deh, terus pergi.
Sebelum pergi aku sudah maki-maki langganan ojek ku dua-duanya karena ga ada yang angkat telepon. Alhamdulillah satpam komplek tetangga mau ngojekin. Ta'kasih Rp25.000, dia senang, aku juga senang.
Ketemu Daru di hall, dan langsung ketemu Nique sebelum kita memutuskan untuk mendaratkan pantat dimanapun. Cepat sekali. Aku amazed dengan dinamisnya energi siang tadi, nggak seperti biasanya dimana ketemuan dengan nique dan daru biasanya berawal membetekan karena saling nggak nemu walaupun sudah sepakat ketemu di satu tempat.
Kita memutuskan duduk di Black Canyon Coffee, itu pun juga langsung setuju semua, biasanya pake jajak pendapat karena maunya beda-beda semua.
Dan tumben-tumbenan di siang yang teramat panas itu, aku pesan Hot Cappucino. Mungkin karena batuk berdahak (abis ini jadi iklan obat nih postingan... )
Hari itu tumben juga kita bisa bener-bener ngobrolin sebuah ide, bukan ngobrolin kerjaan atau orang. Alhamdulillaaah hahaha. Pertanyaan dimulai dengan "Kenapa Anis segitunya nge-fans sama Big Bang, kira-kira apapun akan dilakukan demi meet&greet dengan personil-personil Big Bang itu. Sementara Daru yang juga menggemari Big Bang, nggak segitunya. Daru nggak mau umpel-umpelan bakeringat demi meet&greet yang cuma semenit nggak nyampe. Aku bilang, mungkin ini pertama kalinya Anis merasakan starstruck yang wajar dialami pada masa remaja awal (11-17 tahun)
Aku cerita lah dulu aku starstruck banget dengan The Moffatts, dan saat mereka konser di Jakarta, aku nggak boleh datang, itu rasanya teramat menyakitkan dan tak beralasan. Umurku sudah 13 tahun bukan 9 tahun, aku nggak akan mati kegencet cewek-cewek Jakarta. Nique ketawa-tawa karena aku memperagakan menggores urat nadi pake botol aqua, untuk menggambarkan rasa sakit akibat tidak boleh nonton The Moffatts.
Bicara soal star system, boyband Korea itu terlalu mudah dijangkau dibandingkan The Moffatts atau selebriti-selebriti pada masa 90an-awal 2000. Big Bang ada di Kakao Talk, sering menjawab langsung pertanyaan-pertanyaan fans, dan sudah lebih dari sekali datang ke Indonesia. Dulu, The Moffatts dan Backstreet Boys, aku cuma bisa nonton di TV!!!!! Keterbatasan ini membuat starstruck semakin parah. Ini pernah dibahas di kelas Sejarah Film Dunia oleh Mas Ale, tentang star system yang dijalankan Hollywood.


Comments