Jumat 1 Agustus, suami nraktir makan merayakan eh mensyukuri (dia orangnya anti selebrasi) ulang tahunnya. Sepulang kerja dia menjemputku dan kita makan di Fat Bubble. Lalu, seperti sudah kuantisipasi, nongkrong sama dia di setting semacam Fat Bubble itu akan agak awkward karena dia orangnya visual banget. Suatu tempat kalau nggak otentik itu sangat berpengaruh padanya. Biar nggak garing kuajak ngobrol tentang youtuber yang lagi dia suka. Nah, membahas acara youtube yang lagi dia suka ini efeknya di aku seperti dia melihat design interior fat bubble: garing, cringe, tapi yaudah-dah terlanjur berada di sini - attitude. Tapi dia jadi light up, berbinar membicarakan punk-punk an TUWEK itu. Setelah dia puas menceritakan Wancoy dan anaknya, perasaan jengah mengantarkanku pada bahasan "Sebenarnya jadi warga Indonesia khususnya dan warga dunia umumnya itu kayak lagi ditodong senapan di bawah dagu." Dalam artian aku ini pesimis, dengan kekuasaan rakyat. Genosida Palestina contohnya, yang protes jutaan orang, dan Israel jelas-jelas melakukan tindak kriminal, tapi mana, nggak ada sangsi kan? Genosida tetap terus berjalan. Sama kek pemerintahan si gemoy sekarang ini. Program Makan Beracun Gratis yang sudah merugikan banyak sekali siswa, tetap terus berjalan, memakai uang rakyat. Nongkrong, nongkrong, nongkrong, nunggu jam 20.00 karena pizza nya diskon 50%.
Terus pulang dari Fat Bubble aku mampir Guardian mau beli eyeliner. Itu udah jam 9 malam. Eh di Guardian ada tes kesehatan gratis, mbaknya langsung menawarkan gitu. Katanya cuma 1 menit, okelah. Aku menggenggam alat gitu yang terhubung ke laptop. Ternyata nggenggam nya itu 1 menit habis itu muncul analisanya. Katanya aku ada batu empedu sama fatty liver. Anjir gampang banget tu mulut ngomong. Analisanya lucu. Kenapa lucu karena beberpa mendekati benar. Misal: Olahraga terlalu berat, massa otot bagus, sendi-sendi oke, tapi ada masalah jantung. Singkatnya nggak usah percaya dengan alat ini. Pulangnya aku begadang sampe jam 3 padahal besoknya kerja pagi. Aku begadang itu karena tidak berhenti bersin (alesan), nunggu bersin berhenti biar pas sholat isya nggak meler. Long story short besoknya aku kayak zombie lah, nggreges demam. Terus maksa mampir rumah ortu karena merasa bersalah kalau nggak mampir, terus minta nyetir motor dan tertabraklah aku oleh bapak-bapak ngepot. (mainkan lagu Tokyo Drift sekarang). Kejadiannya persis di belokan menuju gang kecil nanjak jl.balam.
Nggak sampai jatuh sih, tapi lutut ketabrak keras oleh motor itu. Sampe rumah, demam tinggi. Izin nggak ngajar kpop, tapi tetap bakal berangkat ngajar kontem. Soalnya setelah kelas kontem aku melatih recital (salah satu scene). Kenapa aku segitunya nggak mau batalin kontem dan latihan itu cerita tersendiri. Intinya bermodal sebutir Panadol dan betis kaku, aku menjalankan 2 kelas itu lalu pulang dan ambruk. Oh, WA managerku di ItCantRizz dulu bilang besok nggak bisa masuk, demam dan abis tabrakan.



Comments