secuil ingatan tentang Bali
mengingatkanku
bagaimana rasanya bahagia
lupa segala bencana di Jakarta
dan kata "pulang" bukan lagi sesuatu yang menyakiti.
di Bali aku rela homeless
aku ingat siput yang begitu bersih, kecil, dan langka
Kak Oni bilang dia bertemu dengan bintang laut sebesar permukaan meja
aku ingat beberapa menit sendiri duduk saat nyepi
menghadap hutan kecil dan ombak Sanur
bahkan jin, setan, dedemit pun enggan mengganggu
walau aku duduk dekat patung kepala tiga dan tembok penuh topeng
seolah alam berkonspirasi untuk menghiburku
Terima kasih, Tuhan
atas liburan singkat itu.
Kedamaian itu sungguh mewah namun tidak mahal
Di sini aku mengais-ngais.
Comments