Skip to main content

That was it

Selasa 13 Maret 2012, jam pulang kantor aku bergegas dan Dini bilang "Oo si anak bayi! Selalu seger buger kalo Selasa jam enam!" Padahal Selasa jam enam kali ini akan jadi perjalanan panjang ke Radio Dalam. Panjang karena banyak pikiran. Begitu sampai GiGi ketemu Icha yang tampak pucat tak bersemangat. Kita pun ngerokok dulu di Oenpao dan dia kembali menyemangatiku untuk berani ngomong ke Ibu Guru kalau mau terminate. O ya, sebelum itu si Icha mengutarakan ketidaksukaannya pada si ini, si itu. Hahaha penuh kebencian sekali mak lampir satu ini. Tak heran lah, memang hampir semua orang di GAOD itu nyebelin, sombong ke ubun-ubun, kecuali para guru.Kalo guru sombong juga ga pa-pa, sudah guru soalnya.

Begitu kelas Lyrical Jazz selesai dan Miss A mempersilahkan kami masuk, seperti biasa asom-asom itu nggak langsung masuk melainkan ngobrol dulu. Aku yang biasanya enggan masuk duluan langsung masuk dan menyesap studio itu, juga mengambil kesempatan menggerakkan koreoku yang ga ada hubungannya sama kelas hari itu. Seperti, ingin menikmati studio itu untuk terakhir kalinya. Bagus memang tempatnya. Lampu cyan yang terang, ruangan yang luas dengan tembok warna ungu, dan pemandangan jalan raya radio dalam di sisi kiri.

Kelas pun dimulai dan berjalan seperti biasa = super melelahkan dan membuat orang merasa gendut (atau cuma aku ya? hahaha) dikarenakan gerakan jinjit-jinjit dan lompat cabe yang membuat kita merasakan betapa ABOTnya badan ini. Pas giliran Jete, dan perlompatan balet lainnya, si Icha berbisik "Kei plis lo stay sampe exam dong..gue bego sendiri nih" Ah babi air! Masa dia cuma mau cari temen sesama bego. Kagak ada! Trus dengan bodohnya aku bilang "Ada Billy."

O ya, sekarang cewe-cewe UPH itu pada ngedeketin Icha begitu tau temenku itu jago bikin koreo. Dasar emang pada penjilat semua, mau temenan kalo ada manfaatnya. Mana ngedeketinnya keliatan banget lagi. Bitches have no class banget sih, cuma modal mobil pribadi pemberian bokap lau aje. Oke, stop memaki dan kembali ke topik utama. Selesai kelas dan setelah ganti baju sudah siap cabut aku pun ngobrol berdua dengan Miss A. Tidak di Oenpao melainkan di Gigi situ, di teachers space yang nggak sembunyi-sembunyi banget. Aku jujur ceritain semuanya, over detail sepertinya. Dan aku bilang "Jangan marah ya Miss" Dia bilang "Enggak marah, cuma aku merasa kehilangan siswa, yang aku didik dari nol dari nggak bisa nari sampe jadi yang sekarang ini." "Iya Miss aku juga waktu ngajar Bahasa Inggris tau kok rasanya kehilangan siswa" Apaan sih aku ini pake me-relate dengan pengalamanku ngajar. Begitu aku selesai cerita tentang situasi yang membuatku harus cabut, dia bilang "Kamu harus tau, Tuhan sayang sama kamu. Selalu berdoa dan tetap optimis." Aku pun akhirnya meluk dia karena sudah netes air mata. Dia bilang "Makasih ya udah mau jadi muridku". Duh situasi babi air banget itu sih... Icha pake ngintip segala. Aku bilang aku nggak sedih karena keluargaku, aku sedih karena ninggalin kelas ini. Kalo masalah keluargaku itu sudah terlalu biasa, dari aku kecil ya kayak gitu itu keluargaku, nggak pernah nggak ada badai. Ya namanya juga hutan hujan tropis (mulai kabur). Aku sampe nutupin muka pake hoodie jaket saking nggak terbendungnya itu Bendungan Sigura-Gura. Trus pas aku mau pulang aku pake balik lagi karena nanya ke Icha dia jadi nggak minta ditambahin orderan di Oenpao biar minimum gocap biar bisa gosok pake debit card. Si Miss A ngeliatin aku.. terus kayak aku ngeliatin studio tadi.

Nongkrong di Oenpao nunggu jemputan, lagunya 80s mellow gitu makin... KENNA DEH! 

  

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)