Dalam setiap momen yang kusadari adalah semesta luas yang bekerja... dari dalam hati. Degup jantung beradu dengan arus adrenalin, sementara nafas berusaha menenangkannya. Aku mendekati sebuah impian. Di mana ada kemauan ada jalan, lalu akan banyak jarum bertaburan di jalan itu. Akan ada luka dan perih, namun jalan itu bukan tak berujung. Kau bahkan sudah melihat gambaran tempat tujuan sebelum menjejakkan kaki di jalan panjang ini. Kau sudah melihat, hanya belum mengalaminya..di badanmu. Dan ketika pengalaman itu hendak terjadi, seluruh sistem tubuhmu seperti hendak kejang, karena akan menerima sesuatu yang paling diimpikannya sejak lama. Demikianlah ceritaku untuk gladi bersih karya tari untuk ujian akhir Rizki Suharlin Putri.
Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...
Comments