Seperti yang kamu tau, kalau kamu sering membaca blog ini, aku adalah penggemar nongkrong. Selama proses latihan-rehearsal T.A "Ranjang", aku sangat butuh nongkrong sebelum duduk bertelur di Tan Ek Tjoan lantai 2, terutama karena perjalanan panjang dari Rempoa ke Cikini, dan karena merasa kurang tenaga banget akibat kurang tidur (secara tiap malem baru nyampe rumah jam 12 dan nggak bisa langsung tidur, mandi dan dinginin badan-otak dulu), postingan kali ini aku mau memberi sedikit ulasan tentang dua tempat nongkrong favoritku iniiiiii:
HEMA Dutch Restaurant
http://hema-resto.com/
Terletak di Menteng Huis yang dulu keren sekarang kayak Pasar Atom, H.E.M.A atau HEMA adalah salah satu vendor yang bertahan. Sebelumnya, tempat nongkrong favoritku di Menteng Huis adalah Bengawan Solo Coffee, tapi tampaknya ia hanya bertahan sampai tahun 2010. Menteng Huis dulu punya kedai-kedai kopi yang sadis, cadas, dan favoritku seperti Bakoel Koffie dan TATOR. HEMA sama sekali nggak kulirik karena "pasti mahal" dan tampaknya dia lebih cenderung ke restauran yang fokus pada makanan, bukan coffee shop. Sudah lama sekali aku nggak mengunjungi Menteng Huis kecuali untuk numpang pipis di toilet nya (yang lebih bersih daripada toilet Tan Ek Tjoan. Eeeeewwwwhhh...!)
Namun mendekati hari Pertunjukan, aku pun makin stress (grogi, merasa harus gimana lagi biar bagus narinya, terlalu senang, susah mengendalikan rasa senang berlebihan) so I need coffee time, quality coffee time before practice. Aku pun mampir ke Menteng Huis (karena ini terdekat dari Tan Ek Tjoan, sebenarnya ada yang lebih dekat seperti Bakoel Koffie atau Tjikini) tapi aku bermaksud untuk ke Bengawan Solo Coffee) dan kudapatkan kenyataan pahit, bahwa:
1. Menteng Huis udah kayak Ambassador
2. Tidak ada Coffee Shop
Akhirnya aku ke HEMA. Karena dia restoran, anak muda jarang yang ke sini. Biasanya orang kantoran yang sudah usia 35-40an atau bule. Jadi suasananya sangat tenang, dan elemen kayu bikin mata adem... Apalagi abis terpapar matahari selama sekitar 2 jam, berada di ruangan dengan unsur kayu itu menenangkan.
Aku ingat dulu pernah makan Nasi Goreng Ala HEMA tapi kecewa, rasanya agak hambar dan beef nya prosesan, udah gitu kurang matang (eh makanan proses ya udah matang lah ya, jadi kurang lama masaknya) jadi aku memblacklist makanannya (nggak se-ekstrim itu juga sih... steak nya dia masih boleh untuk dicoba, masih menggoda selera untuk mencobanya...tapi untuk kantong kempes selama proses T.A Putri mendingan beli minum aja). Aku pesan Frozen Cappucino. Tidak kusangka, ini enak!! Segelas kopi enak dari vendor yang bukan coffee shop. Harganya sekitar Rp20.000 (mungkin 22 atau 23rb rupiah). Walaupun enak, dia sangat creamy dan menyisakan banyak lendir di mulutku.. jadi yang sakit tenggorokan atau yang simply want to live a healthy life, don't order Frozen Cappucino. Kunjungan berikutnya, aku pesan Frozen Cappucino tapi minta susunya dikurangi, waiter nya bilang "Nggak bisa, kak, itu sebeanrnya sudah jadi, dan dibekukan, makanya namanya Frozen Cappucino. Kalau mau, yang Diet Frozen Cappucino" tapi aku nggak mau karena dia pake Diet Sugar dan Low Fat Milk, asal kamu tau, Diet Sugar is more dangerous than normal sugar, akhirnya aku mencoba Ice Almond Coffee dan memberi perintah "susunya 80 %, gula dipisah" dan jadinya.... PERFECT ! Itu salah satu es kopi paling soulful yang pernah kunikmati. Yummm.....slurp.
Selain itu, aku ngeliat orang makan Burger di sini, kelihatannya menggoda. So, overall, this restaurant is worth trying. Alone or with friends. Tapi lebih enak buat ngobrol santai, quality time with just 1 or 2 friends. The atmosphere is nice for that!
TATOR COFFEE
http://www.tatorcafe.com/
Aku sering menyempatkan diri nongkrong di TATOR COFFEE Bintaro kalo lagi nggak ada latihan. Di TATOR ini kopi nya kopi-kopi serius, dan nggak manis. Favoritku kalau frappe nya adalah Mocchanna, dia di-blend sama pisang, sementara kopi serius nya semua enak. Organic Cappucino cocok buat penggemar kopi yang takut maag nya kambuh hahahaha karena organic cappucino ini asam nya lebih rendah dari Cappucino biasa. Kalau mau menuangkan bergelas-gelas kopi hitam, bisa pesan Kopi Lanang. Ini favoritku dari tahun pertama kuliah (pertama kali nyobain di TATOR Menteng Huis). Harga standar coffee shop. Yang paling asik tentu adalah suasananya, etnis, agak gelap, dan tenang. Wi fi cepet banget, sofa nyaman, service OKE.
Smoking maupun non smoking area sama nyaman nya.
HEMA Dutch Restaurant
http://hema-resto.com/
Terletak di Menteng Huis yang dulu keren sekarang kayak Pasar Atom, H.E.M.A atau HEMA adalah salah satu vendor yang bertahan. Sebelumnya, tempat nongkrong favoritku di Menteng Huis adalah Bengawan Solo Coffee, tapi tampaknya ia hanya bertahan sampai tahun 2010. Menteng Huis dulu punya kedai-kedai kopi yang sadis, cadas, dan favoritku seperti Bakoel Koffie dan TATOR. HEMA sama sekali nggak kulirik karena "pasti mahal" dan tampaknya dia lebih cenderung ke restauran yang fokus pada makanan, bukan coffee shop. Sudah lama sekali aku nggak mengunjungi Menteng Huis kecuali untuk numpang pipis di toilet nya (yang lebih bersih daripada toilet Tan Ek Tjoan. Eeeeewwwwhhh...!)
Namun mendekati hari Pertunjukan, aku pun makin stress (grogi, merasa harus gimana lagi biar bagus narinya, terlalu senang, susah mengendalikan rasa senang berlebihan) so I need coffee time, quality coffee time before practice. Aku pun mampir ke Menteng Huis (karena ini terdekat dari Tan Ek Tjoan, sebenarnya ada yang lebih dekat seperti Bakoel Koffie atau Tjikini) tapi aku bermaksud untuk ke Bengawan Solo Coffee) dan kudapatkan kenyataan pahit, bahwa:
1. Menteng Huis udah kayak Ambassador
2. Tidak ada Coffee Shop
Akhirnya aku ke HEMA. Karena dia restoran, anak muda jarang yang ke sini. Biasanya orang kantoran yang sudah usia 35-40an atau bule. Jadi suasananya sangat tenang, dan elemen kayu bikin mata adem... Apalagi abis terpapar matahari selama sekitar 2 jam, berada di ruangan dengan unsur kayu itu menenangkan.
Aku ingat dulu pernah makan Nasi Goreng Ala HEMA tapi kecewa, rasanya agak hambar dan beef nya prosesan, udah gitu kurang matang (eh makanan proses ya udah matang lah ya, jadi kurang lama masaknya) jadi aku memblacklist makanannya (nggak se-ekstrim itu juga sih... steak nya dia masih boleh untuk dicoba, masih menggoda selera untuk mencobanya...tapi untuk kantong kempes selama proses T.A Putri mendingan beli minum aja). Aku pesan Frozen Cappucino. Tidak kusangka, ini enak!! Segelas kopi enak dari vendor yang bukan coffee shop. Harganya sekitar Rp20.000 (mungkin 22 atau 23rb rupiah). Walaupun enak, dia sangat creamy dan menyisakan banyak lendir di mulutku.. jadi yang sakit tenggorokan atau yang simply want to live a healthy life, don't order Frozen Cappucino. Kunjungan berikutnya, aku pesan Frozen Cappucino tapi minta susunya dikurangi, waiter nya bilang "Nggak bisa, kak, itu sebeanrnya sudah jadi, dan dibekukan, makanya namanya Frozen Cappucino. Kalau mau, yang Diet Frozen Cappucino" tapi aku nggak mau karena dia pake Diet Sugar dan Low Fat Milk, asal kamu tau, Diet Sugar is more dangerous than normal sugar, akhirnya aku mencoba Ice Almond Coffee dan memberi perintah "susunya 80 %, gula dipisah" dan jadinya.... PERFECT ! Itu salah satu es kopi paling soulful yang pernah kunikmati. Yummm.....slurp.
Selain itu, aku ngeliat orang makan Burger di sini, kelihatannya menggoda. So, overall, this restaurant is worth trying. Alone or with friends. Tapi lebih enak buat ngobrol santai, quality time with just 1 or 2 friends. The atmosphere is nice for that!
TATOR COFFEE
http://www.tatorcafe.com/
Aku sering menyempatkan diri nongkrong di TATOR COFFEE Bintaro kalo lagi nggak ada latihan. Di TATOR ini kopi nya kopi-kopi serius, dan nggak manis. Favoritku kalau frappe nya adalah Mocchanna, dia di-blend sama pisang, sementara kopi serius nya semua enak. Organic Cappucino cocok buat penggemar kopi yang takut maag nya kambuh hahahaha karena organic cappucino ini asam nya lebih rendah dari Cappucino biasa. Kalau mau menuangkan bergelas-gelas kopi hitam, bisa pesan Kopi Lanang. Ini favoritku dari tahun pertama kuliah (pertama kali nyobain di TATOR Menteng Huis). Harga standar coffee shop. Yang paling asik tentu adalah suasananya, etnis, agak gelap, dan tenang. Wi fi cepet banget, sofa nyaman, service OKE.
Smoking maupun non smoking area sama nyaman nya.
Comments