Kadang aku bertanya signifikansi aku ada di dunia itu apa? Merupakan hak prerogatif Tuhan ya menciptakan aku ada di dunia ini. Kalau aku hanya butiran debu yang sadar akan kematiannya setiap hari, untuk apa aku ada dan mengalami semua ini? Ngeri nggak sih 38 tahun masih nanya kayak gini? Kukira 38 tahun udah jadi setingkat wali songo. Ini wali murid aja belum.
Ah nikmatnya jadi butiran debu, bisa nulis sesuka hati. Coba aku presiden, udah di-doxing laman virtual ini. Mumpung masih butiran debu, aku bisa berkarya sesuka hati tanpa khawatir ada yang suka atau tidak. Lagipula, kebanyakan orang yang signifikan di dunia saat ini adalah para bajingan.
Comments