Skip to main content

menyusut dan menggem...(PART 2)

Nah, sepanjang 2020 itu kenapa aku bisa makin menyusut? Karena ngajar aerobik anjirrr wkwkwk, online. Nama kelasnya bukan aerobik sih, dan itu di 2 studio. Semuanya online. Ngajar kontem juga, online. Ya Allah terima kasih atas rejeki yang diberikan... itu kondisinya gw di-cut sama semua pekerjaan sebelumnya (karena covid). Selain itu juga tetap nggak makan nasi putih.

2021 mulai mengembang sedikit demi sedikit. Nah terus aku dapat kerjaan kemendikbudpar dimana aku locked in nulis 60 artikel perbulan. Suatu hari yang berbahagia, bos Snowy membelikan semua karyawan bolu kukus jualan salah satu teacher, Bolu Kukus Siliwangi.


Ditawarinnya banyak varian kayak di gambar. Jadi Miss ini mau rasa apa, beda-beda. Aku pilih yang paling original, rasa talas bogor. Dengan harga murah, ekspektasiku kecil lah ya palingan manis doang ga ada rasa ubi ungunya. Eh ternyata enak dong, serumah suka, termasuk kakakku yang jajanannya mewah. Nnah..beberapa minggu setelah pengalaman yang berkesan itu, aku beli bolu kukus ubi ungu lagi, merk Sangkuriang. Dan kuhabiskan sendiri menemani ngerjain artikel.

Agustus 2021 aku timbang badan dan kaget, OMG 70 kg. Dari 60. Sepuluh kilo dalam setahun. Langsung olahraga dan nggak makan nasi sih, tapi nggak bertahan lama. Setelah itu naik naik ke puncak gunung tuh lemak... Semua orang komen aku gendutan dikira hamil. Suamiku juga menggelendats. Hahahah. Menggendut itu gampang dan nggak terasa. Ini perlu ditekankan, kalau kamu membaca blog ga penting ini, ini pesan yang penting: proses menggendut itu nyaman dan tidak disadari. Tau tau celana lama nggak cukup, tau tau kamu shock lihat foto full body. Terutama karena aku masih aktif ngajar nari, proses menggendut itu semakin nggak terasa. Pikiranku selalu 'ah kan dibakar kalorinya..' padahal kalori yang masuk gila-gilaan sementara ngajar itu nggak se-kardio ikut kelas kontem jaman dulu. Sehari makan nasi 3x, porsinya juga suka-suka, nggak nahan sama sekali. Makanannya home made sih, itu lagi rajin-rajinnya masak. Apapun sayurnya, pinggirnya ada tempe/tahu goreng tepung yang nuikmat!

Sebenarnya foto selfie ku bagus-bagus aja sih karena wajahku nggak kelihatan gendut (makin nggak sadar). Ohh nih nemu nih foto dokumentasi lemu wkwkwk




Itu di acara pernikahan salah satu rekan kerja Snowy English, di restoran Jawa-Sunda gitu. Itu foto no edit ya. Ketika melihat hasil fotonya, cukup shock melihat lengan. Tapi bahkan ketika kurus banget 49 kg, lenganku bergelambir. Setelah melihat foto itu, tentu aku merasa sebagai tergendats sedunia. Tapi foto ini diambil di hari yang sama, tepatnya sepulang dari acara itu:


 


Dan ketika foto ini diambil, aku bangga karena kaos itu masih muat. Itu kaos dari 2009, sudah 13 tahun. So far, kompilasi foto terbesarku adalah ketika Idul Fitri. Kemungkinan besar karena ketika Ramadhan menumpuk gula dengan takjil-takjil yang inuk itu.


Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku