Skip to main content

menyusut dan menggem...

Tengah malam puku 01:38 ini aku ingin cerita tentang susut-mengembangnya badan hahahah. Kita kunjungi lagi tahun keramat 2019. Kira-kira bulan ke-4 dalam karya guruku aku sudah tau bahwa akan dapat peran solo. Pentasnya masih di bulan 9. Aku ingin membuat momen itu spesial (bagus ya ada kesadaran wkwk). Aku nggak diet dalam artian mengurangi makan apapun tuh, tapi merutinkan jogging 2x seminggu di Bintaro Xchange. Waktu itu masih gratis jogging tracknya. Selain jogging yang nggak seberapa itu, nggak melakukan work out apapun. Nari, ngajar, kuliah, udah gitu aja kehidupan. Bulan ke-8 pentas resital, jadi latihannya lumayan (karya & resital). Mulai memutuskan diet itu aku inget banget, bulan Juli (1 bulan sebelum resital), gara-gara udah beli kostum2 (waktu itu belum kenal Shopee, masih dari IG) dan semuanya sesak! Gak bisa diretur kan baju2 ini, jadi aku timbang badan, 70 kg. Suatu sore sepulang rehearsal aku memutuskan stop makan nasi & jajan. Dalam satu bulan aja, semua baju itu cukup (fit body, nggak loose tapi udah kelihatan bagus). Bulan 9 perutku udah rata padahal gak latihan abs sama sekali, dan nggak cut karbo juga (aku masih makan bubur ayam, kwetiaw, roti gandum, cuma nasi putih aja yang distop, dan jajanan). Bulan 11 aku timbang, 60 kg. Turun 10 kilo. 60 kg 160 cm.




Bulan ke-8 muka ku sudah sekecil itu, look at my arms and body as well. Tapi emang wajah adalah bagian yang paling cepat mengecil buatku. Aku manage diet ini terus sampai 2020. 


Januari 2020
           
Shiiit... I was so proud of how I look. I had maintained since July 2019 until January 2020 that for sure was not easy! Resepnya sama, nggak jajan dan makan nasi putih. Itu aja. Mie instan juga enggak ya. Tapi memang aku nari hampir setiap hari. Aku juga nggak repot rebus-rebus kentang. Kayak gitu itu awal-awal doang, setelah itu ya udah ada lauk apa di meja makan aja lauknya tanpa nasi. Minum kopi-kopi manis masih jalan, pagi pasti ngopi (kopi hitam pakai gula), sore ngafe di Sehidup Sekopi es kopi gula aren, malam begadang ngopi juga. Sakit maag? Iya perih sih lambung wkwkwk. Februari 2020 mulai makan nasi (sangat jarang), dan aku ingat ini awalnya. Aku menemui pacarku (sekarang suami) ke rumah adiknya nun jauh di antah berantah yang masih bisa diakses angkutan umum tanpa menginap. Nah di sana disuguhin makan (tumis cumi dengan nasi). Itu enak bangett..bukan masakannya, tapi makan nasi lagi dengan kuah cumi yang hitam itu, sangat kena di hati wkwkw. Akhirnya sesekali di rumah aku makan nasi dengan sarden kaleng, tapi itu sangat jarang dan langsung olahraga. Jadi 2020 aku mulai bikin workout plan sendiri, tanpa youtube, ngarang aja...warm up nya ngapain, sisanya main dumbell (waktu itu masih 3 kg).

Sepanjang 2020 itu aku langsing dan bahkan makin menyusut di masa covid. 

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)