Skip to main content

Kopi Apa Jang Kau Tjari, Palupi?

Kalau hari Minggu itu aku seperti orang bingung. Udah kerja seminggu full, jam 13.00 bingung mau ke mana. Yang jelas nggak mau langsung pulang, ingin menikmati sisa libur yang kurang dari 24 jam itu. Kalau dulu kan pasti tanpa pikir panjang pasti ke Tabbot sebelum akhirnya ke rumah ortu. Sejak Tabbot memutuskan untuk tutup setiap Minggu, mulai saat itulah aku kececeran di mana-mana.

Saking bingungnya menentukan tujuan, kadang aku merasa seperti judul film Apa Jang Kau Tjari, Palupi?

Oke, apa yang kucari sebenarnya?

1. Ruang dan Waktu untuk Merenung

Merenung adalah sesuatu yang harus diusahakan, dan kemampuan ini secara terang-terangan dirampok dari kita dengan bombardir hiburan dan distraksi media sosial. Reels atau video-video pendek kita anggap sebagai hiburan instan ketika sejenak butuh bersantai. Padahal alih-alih rileks, otak kita distimulasi secara gila-gilaan oleh reels. Balik lagi soal tempat, aku hanya ingin sebentar saja terhubung dengan diriku sendiri, tidak terstimulasi untuk bersih-bersih (jika di rumah), dan juga tidak tergoda untuk mengerjakan tugas kantor.

2. Terhubung dengan Alam

Hijau-hijau adalah koentji. Sudah lama sih aku menyadari, vibrasi pepohonan itu kuat pengaruhnya ke aku. Nulis atau baca di bawah pepohonan meningkatkan fokus dan daya serap (spons keleus...). Bahkan perjalanan ke tempat ngajar aja, kan lewat taman tuh, aku sangat tergoda untuk duduk-duduk bentar tapi nggak pernah kulakukan karena di pinggir jalan raya.

Itu aja sih. I am looking for ways to be inspired, to always recharge my spark. Because I'm a creative person and what makes me feel alive is creating (writing, dancing, getting knowledge). I don't feel happy by merely consuming. Shopping is never a therapy for me.

Places I Visited:







Foto-foto di atas diambil di Smiljan Bintaro. Pertama kali ke sana tahun 2023 waktu suami di kampung halamannya dan aku sedang dalam masa training. Pertama kali ke sana, kesannya: menarik. Terutama area smokingnya yang langsung menghadap barongan wkwkw. Setelah itu nggak ke sana lagi sampai lama, kayaknya 2025 baru ke sana lagi 2 kali dan ENGGAK mendapatkan vibe yang diinginkan. Terlalu gaul banyak anak skena. Selain itu juga terlalu under-furnished. Lama-lama rasanya kayak nongkrong di reruntuhan bangunan di smokingnya tuh. Makanannya lumayan, kopinya bener2 kagak digulain brok. Enak sih kopinya aku bisa merasakan emang kopi bagus, tapi tetep ai maunya ada manisnya. Terus tempat duduk dan mejanya buset dah, kek di sekolah inpres. Intinya cyukyup, nggak akan dateng lagi. Kabarnya juga udah kukut, ges, yang di Bintaro.




Foto-foto di atas diambil di Blooms Coffee Bintaro. Aku membaca buku anarkis milik Herda di sini lumayan dapat 50an halaman, cukup fokus, salah satunya karena nggak bisa merokok hahaha. Jadi agak ketipu, di Google tulisannya dia smoking AC, ternyata di smoking area AC nya mati. Daripada tersiksa kepanasan ya aku milih di no smoking aja. Di area ini oke banget sih, super cozy. I literally slumped on that couch and read. Teh nya no play play enak banget, I just had iced tea but it tasted ceremonial. Oh, makan french fries juga ya aku. Itu b aja sih, kurang seasoning. French Fries Tabbot tetep belum ada yang mengalahkan.




Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)