Hello blog,
I am finding time to write here 'coz I've really got some things you should know. Kelar pementasan, aku berencana dalam pikiranku untuk bikin koreo, mengasah kemampuan lah intinya, enggak perlu nunggu ngajar. Tapi aku belum melakukannya. Seminggu setelah pementasan, ada acara makan All You Can Eat untuk teachers & staffs sekolah tari. Minggu depannya evaluasi teachers. Astaga, penuhnya hari-hari. Hari liburku hanya Rabu, itu pun nggak libur-libur banget. Seharusnya hari Minggu aku libur karena murid k-pop minta libur dan kontem lagi bukan jadwalku. Tapi teacher yang partneran sama aku di kelas kontem dua kali nggak bisa ngajar jadi aku menyanggupi untuk ngajar tanpa persiapan, bener-bener H-1. Aku kesal karena aku ingin bikin piece yang proper, yang mengeksplor banyak hal, karena durasi kelas untuk hari itu satu setengah jam. Dan tau nggak, hal ini terjadi dua kali! Jadi minggu depannya kelas itu diberikan untukku lagi, tanpa persiapan, satu setengah jam durasi. Tentu saja aku misuh-misuh karena kedandapan harus ngafalin k-pop, enggak tau nanti ngajar kontem pakai lagu apa atau mau ngasih materi apa. Anyiing, anying.
But what I want to document here is after 2 choreography classes I give, I feel myself back. I get the mojo, and the effect lasted longer than one day. It lifted my mood literally for a week. Segitu menyenangkannya ya berkarya. Terus muridku narinya bagus-bagus semua, blog, I literally take no credit for this. Let's say mereka emang udah bisa dan biasa nari dari sebelum join kelas ini. Nah, melihat mereka nari dengan indah sepenuh hati itu bikin merinding anjiiir Ya Tuhan... fabiayyi ala irabbikuma tukadziba nikmat Tuhan mana yang kau dustakan.
I actually got injured on the first class dan masih recovering sampai sekarang, 2 minggu setelahnya. Dari cedera itu kemudian ku menyadari pentingnya: 1. latihan otot kaki 2. langsing. Setelah itu as you can guess I spiralled back to researching about workout and exercises, I learned that the legs house the most muscle of the body.
Comments