Skip to main content

lucu tapi mencekam

Deaarr Blog,
Hahaha kalau buka blog ini seru deh buka Stats. Aku kan sangat yakin tidak ada yang membaca blog ini. Buat apa? Isinya cuma cuitan pribadi ngalor ngidul seorang penyiar radio yang gak kesampean wkwkwk.
Tapi lucunya, statistik menunjukkan blog ini dibuka (oleh orang selain diriku sendiri). Gimana taunya kalau itu bukan dari klik ku sendiri? Karena yang dibuka itu postingan-postingan yang lama banget. Ini salah satunya, sepotong tulisan anak remaja yang merekam tahun 2000an dengan sempurna hahaha:

woke up at 8, had breakfast, washed my clothes, took bath, watched poor TV programs..no one's home but me n my sleeping mom. Felt so bored, went alone to here : GeLoX Box hwehehe...spent all ma money coz I got nuthin to do.

We didn't have internet in our fingertip. It was luxury. Spent my money in an internet cafe like a boss! 


Andro sms-ed me, said that he misses me. Sweet. Wanna say I miss him too but no pulsa left.


Ngakak maksimal. Cinta terhalang pulsa anjirrr wkwkwkw. Now I don't even remember who this guy was. Sumpah itu siapa cong, I don't remember that name at all.  Now that internet is in our fingertips, things have become more boring right? O ya, hari ini aku melanggar aturanku sendiri untuk tidak buka medsos setiap Kamis. Soalnya aku mau ikut meramaikan ulang tahun tempatku mengajar nari. Abis posting terus keterusan deh nonton reels, doom scrolling. That's the shit. Awal-awal ketawa sih nemu reels yang lucu, lumayan hiburan gratis. Setelah itu ya nyesel, ngabisin waktu dan energi.

Bingung mau cerita yang mana saking banyaknya yang mau diceritain. Aku beli es kopi di Tomoro Sektor 5, nggak enak. Beda barista beda rasa. Baristanya cewek, baru kayaknya. Things in the office..sigh..

Sebenarnya aku jauh lebih merasa santai daripada periode awal kerja di sana. Bos udah jarang ada di center jadi enggak tegang. Kalau ada doi pun doi fine2 aja sama aku. Tapi kedzolimannya itu loh... Dia menzolimi banyak orang, nah salah satunya rekan kerjaku nih sebut saja Miss Qi. Dia ini mengajukan ganti role jadi part timer. Langsung ditolak sama jajaran direksi dengan kata-kata "Oh, we can't work with you anymore then". Terus si Miss Qi ya nggak mempermasalahkan, secara emang dia udah muak. Nah pas ditanya si bos alasan dia resign, dia jujur aja nggak kuat sama beban kerjanya. Terus di situ dia malah disinisin, di-gaslight gitu lah. Padahal kalau nggak suka ya udah tinggal restui saja gitu kan ya nggak usah sinis. Secara emang beban kerja si Miss Qi ini lebih berar dari teacher lain. Dia posisinya teacher biasa bukan manager, tapi dia pegang murid paling banyak, sampai 70an murid. Aku yang pegang 30 aja bisa kerja dari pagi sampai malam (nulis report, report session). Terus setelah dia puas menggaslight, dia bilang "Let's end this nicely". Tapi report bulanan telat dia email Miss Qi ngancem gajinya ditahan. Anjing banget. Report dia telat itu wajar banget woi, sebulan cuma ada 30 hari, report yang harus dia buat lebih dari 30, belum sama ngajar. Toh seperti yang lalu-lalu, report itu pasti akan dia selesaikan. 

Why do I care if it doesn't happen to me? Ya karena aku jadi makin sadar ku bekerja di bawah orang kayak gini nih. Teman teacher lain juga marah kok mengetahui cerita itu. Miss Qi nggak diam saja. Dia kirim letter of objection. Aku dilihatin tuh letternya dan cukup bagus dia nulisnya. Dia bilang keputusan untuk nahan gaji dia membuat dia merasa tidak dianggap berkontribusi pada perusahaan padahal kontribusi dia besar, secara murid paling banyak. Report yang telat dikerjakan adalah report yang sifatnya tidak mendesak dan dia memprioritaskan yang lebih mendesak, dst, dst. Terus jawabannya?

"I appreciate your letter. You will receive your right when you have completed all the reports. I work 24 hours for this company." What the? Lo kerja 24 hours ya suka-suka lo orang lo ownernya. Nah ini orang kan kerja buat lo. Kok bisa lo nahan gajinya? Uwawww. Kejadian itu cukup menggetarkan stabilitas mentalku yang sudah agak oleng sejak awal ini wakakakak. Jangankan Miss Qi, guru yang udah lima tahunan kerja di situ aja, cuti hamil gak digaji coy. Disnakerrr tolong disnakerr.

Aku salut Miss Qi mengungkapkan kekecewaannya itu. Agak melenceng nih, faktanya dia orang Sumatera. Hehehe. Kalau orang Jawa begitu, makin angkat topi aku. Orang Jawa itu menghindari konflik (kebanyakan ya, nggak semuanya). Daripada menyadarkan lawan bahwa dia salah, orang Jawa lebih baik menghindar, save energi. Senyumin aja terus kabur. Emang kuakui itu. Ngapain buang-buang energi menyadarkan orang, belum tentu kapasitas mental dia cukup untuk menerima bahwa dia salah.

Kadang di blog ini ya pengen cerita yang lucu-lucu aja gitu... tapi enggak ada yang lucu di usia segini. Awokwokwok. Nggak ding, banyak kok. Cuma lagi nggak tune in ke situ aja kesadarannya.

Udah jam 2:18 dini hari nih, belum sholat isya.

Bodo amat lah aku nyerocos di sini. Cerita yang lain lagi yuk. 

Keluar gang kontrakan ini kan ada catering. Nah, udah 3 bulanan ini dia setiap pagi bakulan loh blog, gelar meja gitu. Bakulane nasi uduk, nasi goreng, nasi rames dan....donat. Yes you heard me, donat kampung. Dengan gula putih terpisah. Fabiayyi ala irabbikuma tukadziba ya blog ya, nikmat Tuhan mana yang kau dustakan hm? Bangun pagi, laper, ga ada bahan makanan di kulkas, tinggal turun tuku donat. Hmm enak enak suwe suwe mlempung awakke kene. Kalau dia nggak jualan kita tantrum gitu. Sarapan yang sehat apa ya? Bosan aku telur rebus terus sebagai andalan menguruskan badan.


Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)