Hello,
I'm writing here like a young teenager despite life's ups and downs and terrors.
Palestina udah gencatan senjata, begitulah yang kubaca di berita-berita. Kemarin aku menonton dan merepost video seorang lelaki kecil menggendong kucing hitam yang ia beri nama Simba. Dengan sangat ceria ia bercerita akhirnya ia merekam dirinya tanpa rasa takut, tanpa suara bom.
Kalau membandingkan ketakutan-ketakutan di hidup kita dengan umat manusia di Palestina sana, penderitaan kita jadi nggak ada apa-apanya ya. Namun kehilangan tetaplah kehilangan, ia meninggalkan lubang yang bisa dirasakan melalui debar yang menyakitkan.
Tadi sepulang kerja aku ke RS Mitra Keluarga, yang sebrang Bintaro Plaza itu. Jenguk anaknya (RIP) Tante Nanik, tapi enggak bisa ketemu, hanya bertemu tante-tantenya, adiknya Tante Nanik dan adik iparnya Om Gembyak. Beliau yang kujenguk berada dalam ruangan IMC (Intermediate Care). Di samping kamar IMC yang tertutup itu adalah pintu bertuliskan "Ruang Doa". Beliau yang kujenguk ini usianya nggak jauh dariku, lalu di masa remajanya jadi penari. Menikah, punya anak, lalu kena autoimun. Nggak lama berjuang dengan autoimunnya, ibunya meninggal. Lalu sakitnya makin parah. Pas mama cerita habis jenguk dan mbak ini perutnya melendung isi cairan, langsung kuucapkan kata-kata yang terdengar sok tau. Karena almarhumah temanku pas mengalami perut melendung alias asites itu, udah tahap akhir sebelum berpulang. Alfatihah untuk almarhumah Metta.
Aku ingin hidup sehidup-hidupnya. Aku ingin menjalani hari-hariku dengan gairah. Tetapi keinginan ini tidak boleh berakar dari rasa takut.
Gairah.
Ingatkah kau? 2012, orang bilang aku kok makin cantik aja? Padahal aku belum mandi dan keringetan.
Another time, klien ku bilang "Have you ever heard about a free soul? I think you're that."
Di blog ini jangan merasa harus tetap berada dalam koridor ini dan itu. Lepasin aja. Di luar ruang maya ini hidup kan sudah terlalu tersubjektivikasi.
Orang toxic yang ucapan dan tingkah lakunya seperti duri sama seperti minyak jelantah. Jauhi, buang jauh-jauh.
Comments