I think since the last time I wrote here, life has progressed. Here are main things I want to accomplish: publish my thesis, go to Puntang Mountain and make a choreo for myself. Meanwhile, one of my cats, Rotti has got infected with FIP and yeah, it's like here we go again...the mental & emotional gymnastic. I have to visit my parent's house everyday since who's gonna take care of Rotti? He pees and poops on a sheet of pad. I change the pad and wipe his butt. I can't come on the day I teach offline but in the evening after teaching I have to go all the way to my parents', take Rotti to the vet for injection.
***
It's 24 day after I wrote the previous paragraph. Alhamdulillah Ya Allah, Rotti banyak perkembangannya. Hari-hari injeksi obat FIP juga nggak secapek bayangan awal. Di hari dimana aku ngajar sampai setengah tujuh malam, kakak yang bawa ke vet kecuali dia ada event yang benar-benar tidak bisa ditinggal. Belum sampai dua minggu injeksi, Rotti yang tadinya terkulai lemah tidak berdaya mulai grooming, mulai bisa duduk seperti kucing sehat. Masuk minggu ketiga dia udah bisa berdiri walau kalau terlalu lama, oleng. Nakalnya mulai kelihatan lagi hihihi, manjat dashboard mobil mau kabur. Karena kondisi dia membaik, ditawarin dokter obatnya jadi oral aja, bisa dikasih sendiri di rumah. Kakak langsung setuju. Aku sempat berdebat dulu tuh di vet, karena ngasih obat sendiri akan repot. Kenapa repot? Karena kami semua ga ada yang berhasil masukin kapsul ke kucing jadi harus dipuyer, dan jam ngasih obatnya ini harus tepat tidak boleh terlambat sedikitpun.
![]() |
| 14 September. Bulunya kembali bersinar, bisa duduk, kelihatan jauh lebih hidup. |
![]() |
| 25 Agustus. Dia tidak bisa berbalik badan apalagi berdiri. Hanya terkulai seperti ini, |


Comments