Skip to main content

High Definition

Hi there,
Mari kita buka tulisan ini dengan huruf H besar. H untuk HADEEEH....
I have been feeling uninspired and low. I tried to utak-atik my life for better tapi cuma bertahan satu hari, bahkan 24 jam aja nggak nyampe. Hahahahaha. Wow nulis gini aja lumayan lega lho, aku jadi sadar langkah mengutak-atik itu sudah benar, tinggal lebih gigih dan konsisten aja. 

Minggu lalu aku sakit lumayan lama, 5 hari. Aku kan kalau sakit nggak bisa makan banyak, jadi kurusan dan feeling prettier. Sekarang mau makin dilangsing-in lagi so I have to utak-atik my life for the goal. Walaupun Nia Ramadhani itu junkie, tapi kadang-kadang bener dia ngomongnya. "Invest di badan sama di muka, jadi mau pakai baju apa aja kelihatan bagus."Itu bener, dan ya tentu saja lebih dari perkara baju ya. Kalau kita suka dengan penampilan kita, hari-hari terasa lebih indah dan romantis aja wkwkwk. Susah geng mau merasa romantis kalo gendut 😂

Maunya tiap hari olahraga, kan banyak video gratisan di YouTube, nggak begadang, more fish and meat. Aku ingin punya anak. I started consuming folic acid supplement. Anak pertama yang lagi dikandung ya naskah buku ini. (Lhooo..kok tiba-tiba ke situ?) Hahahaha mungkin ini sumber utama ke-hadeh-an ku.

Udah lama nggak nari kontem perlu dibahas nggak? Per datang kelas kontem sekarang 150rb. Mahal. Masih lebih worth it sih daripada makan Yoshinoya 90.000. Random ya ngomongnya ngalor ngidul. Kata orang di Twitter, perempuan diambil dari tulang rusuk yang paling bengkok makanya pikirannya bisa sangat random.


Update on this blog post, 
Ternyata kenapa pikiranku kacau seperti mencuat ke segala arah saat itu adalah karena Mao, kucing kesayanganku, meninggal dunia. Padahal setelah bawa dia untuk rawat inap di vet, aku merasa lega, yakin dia akan sembuh apalagi sekarang FIP udah ada obatnya. Ini kutulis kurang lebih sebulan dari paragraf sebelumnya. Of course it hit me hard, I cried for weeks, I had him in my dreams, etc.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku