Hai, hai, kembali lagi bersama Maisy. Jangan sedih, ada Maisy di sini!
Sebenarnya aku sudah malas ya untuk merekap-rekap peristiwa atau pelajaran yang kudapatkan selama setahun karena sejujurnya aku sudah tidak melihat pergantian tahun itu sebagai lembaran baru gitu. Hidup ik bukan kalender. Tahun, bulan, hari hanyalah divisi-divisi waktu yang dibuat oleh manusia. Yang real itu waktu kekal alias aeon. Gimana, udah kedengeran kayak marketing Aeon Mall belum? 😁
Tapi yah, demi keseruan mengenang di kemudian hari mari kita coba jot it down here.
2022 itu berat anyiinggg hahahaha. Masuk tahun pertama pernikahan, sudah digoncang badai di lautan. Setiap keputusan itu ada konsekuensinya dan aku udah dewasa kok (Takut tambah dewasa, takut aku kecewa ~~ gue tampar ya yang nyanyi ini). Eh aku harus kasih tau dulu nih aku ada di mana sekarang. Di Kopi Kenangan Lotte Bintaro, padahal tadi niatnya mau ke Bakoel Koffie. Mampir Lotte mau sholat ashar dulu karena lebih nyaman kan fasilitasnya. Terus, aku memutuskan nongkrong di sini aja di KopKen. Kenapa? Yaa Kopken 20rb Bakoel bisa >50rb. Wakakakak nah itu dia badainya. Pelaut yang menghadapi badai jadi lebih lihai mengarungi samudera. Ketawa nggak lo?
Aduh nggak enak banget rasanya melihat suamiku terduduk lemas karena 2 klien lari kagak bayar, salah satu penerbit belum melunasi pembayaran sampe sekarang. Taiii tai tai mereka itu. Kalau ngga punya duit ya jangan mempekerjakan orang lah. Alhamdulillah masih bisa lah bayar kontrakan, masih bisa makan, karena aku tidak berfoya-foya jadi penghasilan dari tahun sebelumnya masih cukup. Tapi ya sedih, hancur, dan sebagainya. Aku tetap menguatkan diriku dan suami kok, toh ini musibah, bukan emang yang nggak usaha. Aku juga bilang ke dia ini bukan momen terberat dalam hidupku, 2017 lebih berat. Tidak bisa kuceritakan di sini ya tapi intinya aku tidak ada trust issue lah sama dia. Kami sekadar lagi apes, atau diberi cobaan, atau sedang dihapus beberapa dosanya. It's okay, kita berdoa dan berusaha aja. Namanya juga manusia. Di momen-momen seperti itu aku nyeletuk "Nggak kuat gue jadi Ateis. Nggak bakat". Ke mana gue mau berlindung? Kita udah usaha, jalan baik-baik aja ada yang menjegal kaki kita, yang menipu. Pokoknya 2022 kita telan lah itu.
Kerjaanku masih sama, ngajar online yang underpaid itu. Yang nolong ekonomi ngajar kpop (yang aku tidak suka itu). Dan di akhir tahun, aku cedera jadi 2 mingguan nggak bisa ngajar. (Takuuut tambah dewasaa takut aku cederaa takut tak sekuat yang kukiraaa.)
Di antara kisah cedera otot dan cedera rekening itu, banyak senang nya juga kok. Masih ketawa-ketawa dan kami masih sahabat terbaik bagi satu sama lain. Aku masih bisa tertawa mendengar cerita tentang teman-teman punk nya, tentang masa kecilnya main rumah-rumahan di kebun liar masak tumis jamur yang mereka petik sendiri. Untung gak dibuat mabok ya. 😝
We're still each other's best friends. Period.
Comments