Skip to main content

kenangan-kenangan Ramadhan

 Ramadhan ternyata selalu menjadi penanda bagaimana tahun-tahun terekam dalam ingatanku. Aku punya arsip video latihan nari dengan Anggun Pratiwi ketika sedang berpuasa, di tahun 2016, dimana video itu memperlihatkan adegan yang gagal karena aku jatuh ketika sedang menopang Tiwi. Video itu lucu jadi kusimpan. 2017 aku sedang menjadi budak artikel jejepangan di kantor IMMG Kemang, 2018 paling berkesan -- studio sedang mempersiapkan recital dan kami berlatih keras, dari jam 14.00 sampai berbuka, non stop. Aku tinggal lebih lama di studio, dan ketika yang lain sedang bersantai setelah buka puasa aku naik ke studio 1 latihan untuk karya solo. Kak Davit cukup ambisius mempersiapkan recital tahun itu dan aku masih menyimpan video latihan untuk opening recital sehari sebelum libur lebaran. Tahun berikutnya lebih santai. Kami tetap menghabiskan Ramadhan di studio, tapi latihan dimulai setelah buka puasa. 


2020 tidak terlupakan -- itu Ramadhan yang gelap sekaligus mencerahkan. Aku kehilangan pekerjaan dan juga terkurung di rumah. Kelas-kelas tari berhenti, kursus bahasa Inggris juga mem-PHK semua karyawannya setelah mencoba bertahan online selama 2-3 bulan. Di rumah rawan konflik, dan ya konflik setiap hari -- ada lima orang dua keluarga di dalam rumah. Kecuali mama, kami semua biasa keluar rumah, jadi pembatasan sosial waktu itu sangat stressful. Yang karakternya meledak-ledak jadi semakin gila, dikit-dikit bentak, nada tinggi, wow amazing pokoknya. Tau apa yang kulakukan? Mengurung diri di kamar. Aku sahur dan buka di kamar. Kamar jadi satu-satunya tempat yang damai. Untungnya juga ketika itu aku mempersiapkan sidang tesis, jadi memang harus banyak baca, riset, belajar lah intinya. The lockdown was worth it :)

Ramadhan 2021 kalem dan mengubah hidup. Shifting. Aku masih ngajar k-pop private nun jauh di sana, di Tangerang. Aku dan murid sama-sama berpuasa. Selesainya setengah 6 jadi aku selalu sholat maghrib di Lotte dan buka puasa di situ. Hanya seminggu sekali kok. Actually things have got much much better in 2021. Seperti ketenangan setelah badai gitu, kecuali Maret-April, itu duniaku runtuh karena sekeluarga kena covid kecuali aku. Tetap harus disyukuri alhamdulillah. Eh ini kan lagi bahas Ramadhan ya, oke kembali ke topik utama. Di kamar aku binge-listening ceramah Gus Baha di YouTube, bertekad khatamin Al-Quran lagi (tapi sampe sekarang 27 Juli 2022 belum khatam), semoga bisa khatam sebelum puasa 2023 ya Keisha Aozora :)))

Ku beli buku Nashaihul Ibad, dan ku galau soal hijab. Ya udah gitu aja sih... oohh buka puasa nggo-fud gorengan seperti mendoan, tahu aci. Uwaahh itu menyenangkan sekali! Ayah ku yang cerewet sundul langit tentu selalu komentar nggak enak soal gorengan itu, padahal serumah menikmati. Kakak, mama, dan ayah juga pas tengah malam ngambil juga sambil nonton TV... 


Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)