Skip to main content

Oktober 2020 Lulus

Pergumulan-pergumulan, dan kelulusan. Pada akhirnya aku lulus dari IKJ, dengan susah payah, begitu pula dari STF. Di kantor-kantor, ketika kita memutuskan resign, rekan-rekan kerja mengistilahkannya "lulus". Kamu udah lulus dari mana aja? Hari ini aku lulus dari Feel Good Space, alias diberhentikan, karena peminat kelas kurang dari standar. Memang kelas baruku itu tidak kuiklankan serajin kelas tari yang memang aku suka, bangga, dan "nggak untung pun nggak pa-pa!". Walau demikian, kelas Feel Good Motion, alih-alih dari Contemporary Dance, yang kupandu selama tiga tahun itu pun nasibnya sekarat, jika dilihat dari nilai ekonomi. Pesertanya hanya satu, tiga, pernah tujuh, itu paling banyak dan hanya terjadi sekali. Sementara kelas kelas lainnya, seperti zumba, barre, sampai menyesakkan studio. Aku sudah siap didepak sejak tahun pertama tapi kelasku tetap ada di poster-poster instagram mereka.

Walau yang datang ke kelasku jumlahnya tidak lebih dari jumlah ruas dalam satu jari, banyak dari mereka yang mengatakan padaku kalau mereka sangat menikmati, dan bahkan ada yang menulis panjang di media sosialnya, menyebut kelasku membantunya untuk lebih menyayangi diri, melalui tubuhnya. Selalu ada pesan-pesan yang mengejutkan dari peserta yang hanya seperlima belas jumlah peserta kelas lainnya itu.

Uang yang kuterima selama mengajar di sana juga hanya menutup biaya transportasi, dan segelas es kopi di Sehidup Sekopi setelah ngajar. Kalau bukan karena rasa percaya, pasti sudah diakhiri sejak dulu. Percaya bahwa sekecil-kecilnya yang kulakukan, kelasku ngaruh. Kelasku memberi sesuatu untuk orang bawa pulang. Kalau bukan karena rasa keterhubungan dengan segelintir orang yang berulang hadir, bahwa mereka datang lagi karena kini tubuh bukan hanya harus dibentuk sesuai imaji pikiran tetapi tubuh ternyata bisa menciptakan imaji di luar pikiran, di luar tuntutan-tuntutan ideasi. Tapi ya sudahlah.

Ya sudah nggak pa-pa, wajar lah.

Mau berapa kalipun nulis "ya sudahlah", aku tetap menangis. Sungguh bukan perkara kehilangan satu sumber penghasilan. Uangnya itu receh sekali, sepersekian dari ngajar-ngajar lainnya. "Ya sudahlah", tiga tahun aku di sana. 2017 permulaan yang sangat berkesan, 2018 penuh kejutan, 2019 seperti Edelweis; mekar, dipercaya, dicari, walau hanya yang mau naik gunung yang akan bertemu. Ya sudahlah, ini namanya kelulusan juga. 

2018

Studio putih itu menyaksikan kecintaanku pada menari yang tidak berhenti di ucapan. Dalam keadaan baru tidur 3 jam dan murid hanya satu, aku berangkat. Studio putih itu tempatku pertama kali dipercaya untuk memegang kelas dan kesempatan itu tidak sedikitpun kusia-siakan. Terima kasih untuk tiga tahun yang tidak selalu menyenangkan, namun sangat mendewasakan. 

Aku masih percaya beberapa orang bertumbuh dalam kegelapan. Aku masih percaya yang mencari akan menemukan. Mungkin aku kehilangan satu wadah untuk membagikan apa yang kucintai sekarang, namun ruang kemungkinan itu luas, dan seperti Edelweis yang mampu tumbuh di atas tanah tandus, begitu juga aku yang terbiasa tanpa pujian dan tepuk tangan, tetap tumbuh 2.000 meter di atas permukaan air laut.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)