Dear blog,
It's Sunday and I am already mildly anxious about coming to class. Afraid of being late but I haven't even prepared yet what to wear. I did my hair instead. I used to not care of what to wear. I used to wear shorts and give zero fuck that my thighs are big. I used to never think of whether this shirt wll make me look big or slimmer. Now I'm damn conscious about it. Today's class will be 2 hours. I predicted the conditioning will be thigh-churning at the barre. I wonder how could my thighs aren't slim with those weekly grande plie? Maybe they will if I do it everyday. LOL I just randomly watched grand plie lesson in Youtube and the instructor's ass is so big. It makes me FEEL BETTER.
Long story short, I survived the 2 hour class and I stubbed my big toe really hard. It is now swollen, bruised, and I can not walk on it. Aku ingin rileks dan optimis jempol kakiku ini akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Tapi kenyataannya adalah aku membuka semua artikel di Google tentang kondisiku ini dan hampir semua artikel bilang kalo sampe bengkak, discoloration, dan ga bisa dipake jalan, itu patah tulang *cry*. And then again in one article a doctor said that kalaupun patah tulang, tidak ada yang bisa dilakukan. Diistirahatkan aja nanti dalam satu atau dua bulan juga akan baik lagi. Wow. That's great though, walaupun aku ga bisa nunggu satu-dua bulan, itu kelamaan.
By the time I am writing this third paragraph, it's already the next Monday. Jadi hari Minggu setelah kelas 2 jam itu aku cedera, pulang terpincang-pincang gak bisa napak. Bengkak, perih (tapi tetep bisa nongkrong sama Savi di PHX sepulang kelas.) Mama melihat jalanku terpincang-pincang gitu nengok lihat jempol kakiku "Kok sampe kayak gitu sih Kei?" Gila ya, lu bayangin jadi Ibu coba. Itu mamaku pasti udah ngerem banget biar gak teriak. Coba gue liat anak gue (atau kucing gue) cedera gue pasti dramatis.
"Mama liat kamu terlalu sering loh cedera. Berarti ada yang kurang itu zat di tubuhmu, dek."
"Kehati-hatian. Zat kehati-hatian itu yang aku nggak punya."
Hari Senin bengkak, sakit, dan masih jalan terpincang-pincang maksimal. Tetep masuk kerja. Ngajar anak bayi-bayi. Terus anaknya masuk semua hahahaha (Queen, Jira, Aisyah, Adeline, Kenzo, Jihan, Fiya, Abyan). Masuk kantor jadi nyolong fokus banget karena beneran aku jalan nyeret (ga bisa memakai kaki kiri buat napak). Terus hari itu topiknya cuci tangan, di mana anak-anak disuruh akting dan berdialog kayak di buku gitu. Nah aku tau anak-anakku yang masih 2-3 tahun ini ga akan bisa melakukan itu dengan proper. Terus sok ide dong gue, gue ajak cuci tangan beneran (sekalian ngabis-ngabisin durasi wkwkw). Jadi ide gue adalah cuci tangan di wastafel sambil menyebutkan "water, soap, towel"
It's Sunday and I am already mildly anxious about coming to class. Afraid of being late but I haven't even prepared yet what to wear. I did my hair instead. I used to not care of what to wear. I used to wear shorts and give zero fuck that my thighs are big. I used to never think of whether this shirt wll make me look big or slimmer. Now I'm damn conscious about it. Today's class will be 2 hours. I predicted the conditioning will be thigh-churning at the barre. I wonder how could my thighs aren't slim with those weekly grande plie? Maybe they will if I do it everyday. LOL I just randomly watched grand plie lesson in Youtube and the instructor's ass is so big. It makes me FEEL BETTER.
Long story short, I survived the 2 hour class and I stubbed my big toe really hard. It is now swollen, bruised, and I can not walk on it. Aku ingin rileks dan optimis jempol kakiku ini akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Tapi kenyataannya adalah aku membuka semua artikel di Google tentang kondisiku ini dan hampir semua artikel bilang kalo sampe bengkak, discoloration, dan ga bisa dipake jalan, itu patah tulang *cry*. And then again in one article a doctor said that kalaupun patah tulang, tidak ada yang bisa dilakukan. Diistirahatkan aja nanti dalam satu atau dua bulan juga akan baik lagi. Wow. That's great though, walaupun aku ga bisa nunggu satu-dua bulan, itu kelamaan.
By the time I am writing this third paragraph, it's already the next Monday. Jadi hari Minggu setelah kelas 2 jam itu aku cedera, pulang terpincang-pincang gak bisa napak. Bengkak, perih (tapi tetep bisa nongkrong sama Savi di PHX sepulang kelas.) Mama melihat jalanku terpincang-pincang gitu nengok lihat jempol kakiku "Kok sampe kayak gitu sih Kei?" Gila ya, lu bayangin jadi Ibu coba. Itu mamaku pasti udah ngerem banget biar gak teriak. Coba gue liat anak gue (atau kucing gue) cedera gue pasti dramatis.
"Mama liat kamu terlalu sering loh cedera. Berarti ada yang kurang itu zat di tubuhmu, dek."
"Kehati-hatian. Zat kehati-hatian itu yang aku nggak punya."
Hari Senin bengkak, sakit, dan masih jalan terpincang-pincang maksimal. Tetep masuk kerja. Ngajar anak bayi-bayi. Terus anaknya masuk semua hahahaha (Queen, Jira, Aisyah, Adeline, Kenzo, Jihan, Fiya, Abyan). Masuk kantor jadi nyolong fokus banget karena beneran aku jalan nyeret (ga bisa memakai kaki kiri buat napak). Terus hari itu topiknya cuci tangan, di mana anak-anak disuruh akting dan berdialog kayak di buku gitu. Nah aku tau anak-anakku yang masih 2-3 tahun ini ga akan bisa melakukan itu dengan proper. Terus sok ide dong gue, gue ajak cuci tangan beneran (sekalian ngabis-ngabisin durasi wkwkw). Jadi ide gue adalah cuci tangan di wastafel sambil menyebutkan "water, soap, towel"
Comments