Hai aku mau cerita nih, jadi aku maju solo lagi hahahaha Keisha gimana sih, katanya kapok? Katanya ga mau lagi forever-ever-ever? Katanya udah cukup?
Bermula dari The SOM bikin kompetisi ini, judulnya Moving In Space (idealis banget kan wkwkwk), jurinya Jessica, Kak Davit, sama Ricky Sim waktu itu rencananya. Aku ya,ya,ya aja dan nggak berniat ikut karena: 1. Kapok, 2. Recital. Ya, jadi lombanya itu mendekati hari H Recital. Recital aja narinya pasti banyak, beberapa scene (tahun lalu si Fiona Scarlett sampe nanya ke aku, lo nari berapa item sih kok ada terus? :D )
Jadi gini ceritanya, perempat akhir Mei kayak tanggal 20an gitu aku yakin banget tuh mau ikut lomba gara-gara disemangatin Kak Davit (aku mudah dikomporin ya...). Aku pun segera memilih lagu. Tapi gak bikin-bikin koreonya. Lalu ketemu lagu lain lagi, berubah pikiran..ganti lagu. Masih semangat 45. Sudah mulai cicil cicil koreo, tapi tidak kunjung mendaftarkan diri (intinya aku takut berubah pikiran..)
Sementara itu recital sangat sibuk, aku bahkan diikutkan di ACT anak anak kecil karena aku sebenarnya masih bayi. Eh bukan deng...jadi extras aja. Tapi ACT 1 itu jam 2 siang udah latihan terus lanjut latihan ACT 3 jadi kalau mau latihan buat solo ya harus lebih pagi so it means almost 10 hours gue di SOM *nangeees . Oke, jadi di tengah-tengah bikin koreo yang baru seiprit itu, mungkin karena kepikiran, aku mimpi. Di mimpi itu sudah hari lomba, 29 Juni dan koreoku tetep belum selesai, masih segitu adanya. Aku udah daftar dalam mimpi itu, maka aku berpikir, berangkat ga ya? Berangkat aja deh..nari dengan koreo yang baru seperempat jadi sisanya improvisasi. Mau berangkat, hujan dereeess banget. Tetep jalan, dari Rempoa ke TIM naik gojek hujan hujan, sampe TIM giliran gue udah kelewat. Sumpaahh aku terbangun dengan jantung berdegup kencang. Kenapa mimpi itu segitu buruknya (masukkan emoji nangis di sini). Pas ke SOM untuk latihan recital, Kak Davit mengubah TOTAL salah satu scene. Iya, TOTAL. Ganti musik, ganti koreo. Ngafalin lagi dari awal. Di situ gue langsung berpikir 'Ah sudahlah, ga usah ikut Moving In Space.. kayaknya ini pertanda yang sangat jelas untuk gue ga usah ikut.'
Jadi aku siaran deh tuh ke teman-teman (Biasa ya, Gemini) kalau aku ga jadi ikut lomba karena mimpi buruk. Mereka pun mempertanyakan mental "sekedar banci tampil" ku. Ke mana kebancitampil an itu? Ke mana perginya sifat mulia itu?? Jadi aku sampe bilang ke Miss Eka masukkan aku ke daftar panitia, masukkan aku! (ucapkan dengan nada sinetron). Jadikan aku MC atau penjaga wing kanan atau wing kiri, atau kanan kiri!! Namun apa jawaban Miss itu? "Kei, dari awal kita bikin lomba ini kamu yang paling semangat, sampe udah bikin musik duluan. Masa mundur sih?? Nggak ah! Nggak usah jadi panitia, jadi peserta aja!" OMG dia menolak bantuanku. Apakah karena kekurangan peserta? Bhihihik...
Tampaknya mereka (guru-guru) membicarakan perihal aku berganti passion jadi panitia lomba itu. Soalnya Miss Tischanyar Fithendra sampe telpon aku, dia marah-marah karena hal itu. Katanya gue cemen lah, apa lah... Lalu terakhirnya dia bilang "Lo inget gak kenapa kita nari?" Eng...kenapa ya? Emang pernah ngobrol gitu ya? "Karena kita suka nari!! Ga ada alasan lain" (Kok drop shay ya jawabannya...) "Nari ya nari aja Kei, menunjukkan sesuka itu lo sama nari, kan ga ada target menang atau apapun. Lagipula ini rumah lo gitu yang bikin acaranya, kalo gue ga ke Jepang gue pasti ikut deh, sumpah!"
Lalu malamnya ketemu Ms.Andara, dia baru nyampe Jakarta dari Malta. Kita pun duduk manis menonton latihan scene 3. Dia bilang, "Nggak jadi ikut lomba, sister??" (Jadi semenjak beberapa periode yang lalu, sis Andara ini memanggil semua orang sister..entah apa yang terjadi padanya). "Udah ditelpon Icha aku Miss, udah diprovokasi untuk jadi ikut." "Berhasil gak provokasinya?" "Jadi gini Miss, aku mimpi.." bla bla bla bercerita lah aku (Maklum, Gemini. Orang harus tau info mimipi gue sedetil-detilnya.) Terus kata sis Andara, "Mimpi itu kan artinya bisa kebalikannyaa..siapa tau kamu tampil memukau. Kamu kan soloist" "Maksudnya susah kalo dirampakin gitu?" "Hihihi..."
Suatu siang yang galau aku lagi scrolling down my instagram posts..aiming nothing.. lalu aku menemukan satu caption yang menohok diriku sendiri (padahal aku sendiri yg nulis :p) Bunyi caption itu adalah: "Nothing can stop a seed that wants to grow". Oh God, that's me. That's my true inner voice that I have lost. Kalimat itu terasa bener-bener gue banget.
Sesampainya di rumah, aku liat Mao Ze Dong lagi goler goler penuh kenikmatan. Aku sampai mengambil gambar dia dengan pose goler, lengkap dengan sorotan sinar matahari jam 4 sore yang bias dari jendela.
Wow banget ya Mao Ze Dong. Melihat Mao selalu membuatku ketawa dalam hati karena kontras banget dengan aku. When I'm straining my ass to the max, he is relaxing his butt to the maximum limit as well.
Terus, sesampainya di rumah, Mama bilang, "Udah selesai kan narinya?" Aku bilang "Ntar abis maghrib latihan lagi." Mama pun langsung marah, "Bisa mampus kamu dek kalau gini terus."
Yya..kupikir-pikir kalau aku jadi mamak mamak liat anakku sakit panas tetap mau latihan nari aku juga AKAN MARAH SIH. Tapi ini menyangkut harga diriku yang akan dipertaruhkan besok hehehehe (serius).
Bermula dari The SOM bikin kompetisi ini, judulnya Moving In Space (idealis banget kan wkwkwk), jurinya Jessica, Kak Davit, sama Ricky Sim waktu itu rencananya. Aku ya,ya,ya aja dan nggak berniat ikut karena: 1. Kapok, 2. Recital. Ya, jadi lombanya itu mendekati hari H Recital. Recital aja narinya pasti banyak, beberapa scene (tahun lalu si Fiona Scarlett sampe nanya ke aku, lo nari berapa item sih kok ada terus? :D )
Jadi gini ceritanya, perempat akhir Mei kayak tanggal 20an gitu aku yakin banget tuh mau ikut lomba gara-gara disemangatin Kak Davit (aku mudah dikomporin ya...). Aku pun segera memilih lagu. Tapi gak bikin-bikin koreonya. Lalu ketemu lagu lain lagi, berubah pikiran..ganti lagu. Masih semangat 45. Sudah mulai cicil cicil koreo, tapi tidak kunjung mendaftarkan diri (intinya aku takut berubah pikiran..)
Sementara itu recital sangat sibuk, aku bahkan diikutkan di ACT anak anak kecil karena aku sebenarnya masih bayi. Eh bukan deng...jadi extras aja. Tapi ACT 1 itu jam 2 siang udah latihan terus lanjut latihan ACT 3 jadi kalau mau latihan buat solo ya harus lebih pagi so it means almost 10 hours gue di SOM *nangeees . Oke, jadi di tengah-tengah bikin koreo yang baru seiprit itu, mungkin karena kepikiran, aku mimpi. Di mimpi itu sudah hari lomba, 29 Juni dan koreoku tetep belum selesai, masih segitu adanya. Aku udah daftar dalam mimpi itu, maka aku berpikir, berangkat ga ya? Berangkat aja deh..nari dengan koreo yang baru seperempat jadi sisanya improvisasi. Mau berangkat, hujan dereeess banget. Tetep jalan, dari Rempoa ke TIM naik gojek hujan hujan, sampe TIM giliran gue udah kelewat. Sumpaahh aku terbangun dengan jantung berdegup kencang. Kenapa mimpi itu segitu buruknya (masukkan emoji nangis di sini). Pas ke SOM untuk latihan recital, Kak Davit mengubah TOTAL salah satu scene. Iya, TOTAL. Ganti musik, ganti koreo. Ngafalin lagi dari awal. Di situ gue langsung berpikir 'Ah sudahlah, ga usah ikut Moving In Space.. kayaknya ini pertanda yang sangat jelas untuk gue ga usah ikut.'
Jadi aku siaran deh tuh ke teman-teman (Biasa ya, Gemini) kalau aku ga jadi ikut lomba karena mimpi buruk. Mereka pun mempertanyakan mental "sekedar banci tampil" ku. Ke mana kebancitampil an itu? Ke mana perginya sifat mulia itu?? Jadi aku sampe bilang ke Miss Eka masukkan aku ke daftar panitia, masukkan aku! (ucapkan dengan nada sinetron). Jadikan aku MC atau penjaga wing kanan atau wing kiri, atau kanan kiri!! Namun apa jawaban Miss itu? "Kei, dari awal kita bikin lomba ini kamu yang paling semangat, sampe udah bikin musik duluan. Masa mundur sih?? Nggak ah! Nggak usah jadi panitia, jadi peserta aja!" OMG dia menolak bantuanku. Apakah karena kekurangan peserta? Bhihihik...
Tampaknya mereka (guru-guru) membicarakan perihal aku berganti passion jadi panitia lomba itu. Soalnya Miss Tischanyar Fithendra sampe telpon aku, dia marah-marah karena hal itu. Katanya gue cemen lah, apa lah... Lalu terakhirnya dia bilang "Lo inget gak kenapa kita nari?" Eng...kenapa ya? Emang pernah ngobrol gitu ya? "Karena kita suka nari!! Ga ada alasan lain" (Kok drop shay ya jawabannya...) "Nari ya nari aja Kei, menunjukkan sesuka itu lo sama nari, kan ga ada target menang atau apapun. Lagipula ini rumah lo gitu yang bikin acaranya, kalo gue ga ke Jepang gue pasti ikut deh, sumpah!"
Lalu malamnya ketemu Ms.Andara, dia baru nyampe Jakarta dari Malta. Kita pun duduk manis menonton latihan scene 3. Dia bilang, "Nggak jadi ikut lomba, sister??" (Jadi semenjak beberapa periode yang lalu, sis Andara ini memanggil semua orang sister..entah apa yang terjadi padanya). "Udah ditelpon Icha aku Miss, udah diprovokasi untuk jadi ikut." "Berhasil gak provokasinya?" "Jadi gini Miss, aku mimpi.." bla bla bla bercerita lah aku (Maklum, Gemini. Orang harus tau info mimipi gue sedetil-detilnya.) Terus kata sis Andara, "Mimpi itu kan artinya bisa kebalikannyaa..siapa tau kamu tampil memukau. Kamu kan soloist" "Maksudnya susah kalo dirampakin gitu?" "Hihihi..."
Suatu siang yang galau aku lagi scrolling down my instagram posts..aiming nothing.. lalu aku menemukan satu caption yang menohok diriku sendiri (padahal aku sendiri yg nulis :p) Bunyi caption itu adalah: "Nothing can stop a seed that wants to grow". Oh God, that's me. That's my true inner voice that I have lost. Kalimat itu terasa bener-bener gue banget.
Kalimat itu sampe aku tulis di secarik kertas pake spidol lalu kubiarkan geletakan aja di kamarku, supaya aku baca terus dan ingat. Itu loh Kei, kamu cuma mau tumbuh, berkembang jadi lebih baik. Dan kalau kamu membiarkan rasa takut menghentikan perkembangan itu, ya wis, ga usah ngomong lagi. You're knocked out.
Foto ini aku ambil persis hari ulang tahunku, 24 Mei. Aku bilang sama diriku sendiri, bikin koreo yang bagus, nari yang bagus dan biarkan itu jadi kado ulang tahun untuk diri sendiri. Ada salah seorang penari nih, yang bilang "Gak masuk di akal gue orang maju lomba cuma sekedar mau perform atau have fun aja. Harus ada kemungkinan untuk menang. Kalau kemungkinannya 20%, bisa gak naik jadi 70%" Jadi intinya kalau yakin dia ga bakal menang ya dia ga akan ikut kompetisi. Well, let that sink. Gue sempet terpengaruh dengan perspektif dia tapi lalu gue baca caption gue sendiri dan sadar kalau perspektif kita beda. Gue ngeliat Moving In Space sebagai wadah untuk gue NGE-PUSH diri gue untuk bertumbuh sebagai penari dan koreografer, bukan untuk menang kalah.
Begitulah akhirnya: aku ikut. Tapi ya ga daftar daftar sampe H-3 hahahaha tapi selama libur lebaran aku berlatih di Z-One. Sungguh, aku berterima kasih deh dengan adanya studio itu. Sampe mendekati hari lebaran dia tetap membukakan pintunya untukku. Setelah libur lebaran aku kembali latihan di SOM. Terus aku sakit demam karena latihan sendiri di rumah dari jam 12 sampe jam 2 malam, ngulang ngulang trik di lantai. itu udah kayak H-4 aku sakit demam dan flu berat. Tetap latihan recital se-full full nya jadi kayaknya ga ada chance untuk sembuh dengan cepat. Yang bisa kulakukan hanya minum air putih sebanyak banyaknya dan gak merokok. Iya, 3 hari lho gue ga ngerokok. Demi lomba.
Sampe hari Kamis alias H-1 aku masih demam dan lemes banget. Mama marah liat aku mau berangkat ke SOM. Lathan recital diliburkan tapi aku udah nge-tag in 2 jam studio ke Mba Odi untuk latihan solo. Satu jam pertama aku udah keringet dingin, keliyengan, badan rasanya ringan banget kayak mau terbang. Delivery sapo tahu di Bakmi Buncit. Begitu makanannya dateng ga nafsu makan sama sekali. Ga nafsu makan itu bukan aku banget. Aku orang yang sangat nafsu makan. Aku bukan Heidy yang memang ga suka makan kayak Tigress karakter pendekar di Kungfu Panda -- bisa bertahan hanya dengan makan tahu. Setelah dua jam latihan, pulanglah aku.
Sesampainya di rumah, aku liat Mao Ze Dong lagi goler goler penuh kenikmatan. Aku sampai mengambil gambar dia dengan pose goler, lengkap dengan sorotan sinar matahari jam 4 sore yang bias dari jendela.
![]() |
| Pemandangan H-1 Moving in Space |
Terus, sesampainya di rumah, Mama bilang, "Udah selesai kan narinya?" Aku bilang "Ntar abis maghrib latihan lagi." Mama pun langsung marah, "Bisa mampus kamu dek kalau gini terus."
Yya..kupikir-pikir kalau aku jadi mamak mamak liat anakku sakit panas tetap mau latihan nari aku juga AKAN MARAH SIH. Tapi ini menyangkut harga diriku yang akan dipertaruhkan besok hehehehe (serius).


Comments