Okay, so this post has got something to do with the previous post. After the competition, approximately 4 months later, there was a dance event held by Ballet.id. The theme is inclusive dance. They are auditioning dancers and my teacher a.k.a The Best Dancer in The World But Sedikit Jahat encouraged me and Heidy to go and try. I even remember his words "Jangan jadi jago kandang". Sharp as usual, right? What made me quite nervous was it was written in the requirement that they want a dancer who has at least 5 years experience. So I went to the audition in EKI Dance Company. Tempatnya aja serem >.< tempatnya penari-penari pro. Udahlah ya pokoknya aku datang aja dan berjumpa Heidy di sana. Aku udah siap pokoknya nanti harus berusaha semaksimal mungkin menyerap koreografi, urusan keterima atau nggak itu belakangan. Lalu datanglah koreografer dan asistennya, mereka dari Candoco Dance Company UK. Keduanya perempuan. Koreografernya bernama Mirjam, dan asistennya, Tanja. Tanja duduk di kursi roda dan juga membawa sepasang kruk sebagai alat bantu jalan.
Ternyata sama sekali ga ada koreografi. Kami pemanasan bareng, dan pemanasannya aja aneh. Pukul-pukul badan gitu LOL kayak gorilla dong... terus geter-geter melemaskan semua tegangan yang ada aiiih... Saat itu ada sekitar 31 orang yang ikut audisi, dan katanya hanya akan terpilih 5 penari dan 5 tuli. Di antara para penari yang ikut ada beberapa ballerina dan juga ada Daniel yang pernah aku tonton di karya Etty Kajol. Pokoknya bikin deg deg an deh, untung anak ini muka baja. Abis pemanasan, semuanya eksplorasi. Ada yang membuat koreo pendek sendiri. Walaupun tidak se-menegangkan yang kukira, tapi capek lho improv selama 40 menitan tanpa henti. Pegel dan ngos-ngosan juga. Keesokan harinya tepatnya jam setengah 2 pagi (Hmh, dasar tidak tepat janji, katanya malam jam 10 langsung akan dikabari) aku mendapat email yang intinya aku terpilih. Aku ngomong lah tuh di grup WA Perpetual Motion. Kak Davit langsung heboh LOL LOL berlebihan dia kadang-kadang, tapi bikin terharu :(
Setelah keterima, kami langsung berlatih setiap hari. Ya, setiap hari selama seminggu. Rempoa-Manggarai itu jauh ya kakak-kakak...dan kalau naik gojek kurang lebih 50.000 sekali jalan walaupun udah pakai gopay. Akhirnya karena mau menghemat aku belajarlah sabar seperti dulu jaman kuliah S1, naik transjakarta. Jauh dari perkiraan awal, selama latihan kita nggak ada nari-narinya sama sekali. Tapi seruu dan ngerasa banyak dapat ilmu dari Mirjam. Terus tanpa kusangka-sangka, aku dikasih bagian solo. It really surprised me. Because there are many good and more experienced dancers there. It's a BLESSING. I am really humbled by the experience.
Di tengah-tengah Candodance yang panjang banget umurnya itu, Heidy merekomendasikan aku ke kepala sekolah sebuah akademi dance di Bandung, sebut saja 1 Dance Academy (lho?! kirain mau inisial ternyata disebut lengkap) untuk ngasi workshop atau sharing koreografi. Waktu Heidy nanya di kereta (otw ke EKI) apa aku tertarik, wah gila sih rasanya kayak ada ledakan gitu di hatiku (no lebay). Mau banget. Sampe speechless.
Jujur sebenarnya aku ngerasa belum pantas lah, siapa gue? Lagipula murid 1DA itu jago-jago parah... tapi pengalaman sharing koreografi ke 1DA waktu itu adalah one of the most heartwarming experince I had. Feedback dari mereka diantaranya adalah katanya mereka suka caraku berkomunikasi, katanya koreografer banget :D :D :D tau apa yang di-mau, dan menghidupkan imajinasi penari. Alhamdulillah. Mungkin karena basicnya aku penulis yaa. Ci Via, artistic directornya juga ikutan kelasku dan bilang untuk badan dia koreo ku sangat ga biasa jadi memberi dia sesuatu yang lain (aduhhh lu liat sekarang koreo si cici ini udah beda banget. sekarang ci via makin kaya koreografinya). Aku sangat inspired lah sama penari-penari 1DA itu. Humble, hardworking, dan energinya pokoknya positiifff aja!
Ternyata sama sekali ga ada koreografi. Kami pemanasan bareng, dan pemanasannya aja aneh. Pukul-pukul badan gitu LOL kayak gorilla dong... terus geter-geter melemaskan semua tegangan yang ada aiiih... Saat itu ada sekitar 31 orang yang ikut audisi, dan katanya hanya akan terpilih 5 penari dan 5 tuli. Di antara para penari yang ikut ada beberapa ballerina dan juga ada Daniel yang pernah aku tonton di karya Etty Kajol. Pokoknya bikin deg deg an deh, untung anak ini muka baja. Abis pemanasan, semuanya eksplorasi. Ada yang membuat koreo pendek sendiri. Walaupun tidak se-menegangkan yang kukira, tapi capek lho improv selama 40 menitan tanpa henti. Pegel dan ngos-ngosan juga. Keesokan harinya tepatnya jam setengah 2 pagi (Hmh, dasar tidak tepat janji, katanya malam jam 10 langsung akan dikabari) aku mendapat email yang intinya aku terpilih. Aku ngomong lah tuh di grup WA Perpetual Motion. Kak Davit langsung heboh LOL LOL berlebihan dia kadang-kadang, tapi bikin terharu :(
Setelah keterima, kami langsung berlatih setiap hari. Ya, setiap hari selama seminggu. Rempoa-Manggarai itu jauh ya kakak-kakak...dan kalau naik gojek kurang lebih 50.000 sekali jalan walaupun udah pakai gopay. Akhirnya karena mau menghemat aku belajarlah sabar seperti dulu jaman kuliah S1, naik transjakarta. Jauh dari perkiraan awal, selama latihan kita nggak ada nari-narinya sama sekali. Tapi seruu dan ngerasa banyak dapat ilmu dari Mirjam. Terus tanpa kusangka-sangka, aku dikasih bagian solo. It really surprised me. Because there are many good and more experienced dancers there. It's a BLESSING. I am really humbled by the experience.
Di tengah-tengah Candodance yang panjang banget umurnya itu, Heidy merekomendasikan aku ke kepala sekolah sebuah akademi dance di Bandung, sebut saja 1 Dance Academy (lho?! kirain mau inisial ternyata disebut lengkap) untuk ngasi workshop atau sharing koreografi. Waktu Heidy nanya di kereta (otw ke EKI) apa aku tertarik, wah gila sih rasanya kayak ada ledakan gitu di hatiku (no lebay). Mau banget. Sampe speechless.
Jujur sebenarnya aku ngerasa belum pantas lah, siapa gue? Lagipula murid 1DA itu jago-jago parah... tapi pengalaman sharing koreografi ke 1DA waktu itu adalah one of the most heartwarming experince I had. Feedback dari mereka diantaranya adalah katanya mereka suka caraku berkomunikasi, katanya koreografer banget :D :D :D tau apa yang di-mau, dan menghidupkan imajinasi penari. Alhamdulillah. Mungkin karena basicnya aku penulis yaa. Ci Via, artistic directornya juga ikutan kelasku dan bilang untuk badan dia koreo ku sangat ga biasa jadi memberi dia sesuatu yang lain (aduhhh lu liat sekarang koreo si cici ini udah beda banget. sekarang ci via makin kaya koreografinya). Aku sangat inspired lah sama penari-penari 1DA itu. Humble, hardworking, dan energinya pokoknya positiifff aja!


Comments