Skip to main content

Renungan Senin

Semua orang bisa jadi medioker karena itu mudah. Mengerjakan sesuatu dengan hasil akhir "sedapatnya", "seadanya", "yang penting selesai" adalah ciri mental medioker. 

Kerjakan dengan baik atau tidak sama sekali. Tanpa bermaksud ingin menyindir apalagi menyinggung perasaan orang, hal ini adalah hal utama yang ingin saya sampaikan pada kawan-kawan yang belajar pada saya di kelas kursus bahasa inggris, kelas tari, maupun mahasiswa di kampus. 

Saya suka mengajar. Mengajar adalah kegiatan menyampaikan sesuatu dengan contoh, dengan melakukan agar dicontoh. Lewat mengajar, saya ingin menyampaikan betapa pentingnya bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Dan dewasa ini, sikap itu sudah menjadi jarang. Harga fasilitas-fasilitas jasa meningkat, dengan pelayanan yang menurun. Ini karena sekarang medioker menjadi sifat yang wajar dan sebaliknya, sikap bersungguh-sungguh menjadi terlihat "lebay", "terlalu serius", "cari muka", dan sebagainya. Semua orang boleh menjadi medioker, tapi jangan anak-anak didik saya. Saya tidak marah jika mereka berbuat salah dalam belajar, tapi saya marah jika mereka tidak melakukan yang terbaik dalam mengerjakan tugas, dalam mempresentasikan sesuatu. Itu bukti apresiasi dan hormat kita pada pekerjaan yang kita punya, pada integritas diri sendiri, dan pada kemampuan yang kita miliki. Mereka membayar saya untuk mengajar mereka, bukan untuk membuang-buang waktu bersama mereka. Maka sebaliknya, sering saya katakan "Kamu ikut kelas ini, kalau nggak sungguh-sungguh, kamu hanya membuang-buang waktu saya, dan kamu sendiri buang waktu dan uang dengan percuma. Tanpa dedikasi yang total kamu nggak akan berprogres."

Semua orang boleh jadi medioker, tapi tidak murid saya. Dan guru-guru terbaik yang pernah mengajar saya menekankan hal yang sama. Salah satu dari mereka pernah mengatakan "Kamu tidak bisa mengharapkan kesungguhan hati dan tekad yang bulat dari orang murahan." Walau terdengar pahit, sesungguhnya itu masuk akal. Dan obat yang manjur tidak manis rasanya.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)