Skip to main content

percikan pagi

Tidak perlu kaya raya untuk menyumbang dana,
seperti cerita Bai Fang Li, yang menyumbangkan hampir seluruh uang dari menarik becak untuk pendidikan anak-anak yatim piatu.
Begitu pula, tidak perlu cerdas untuk punya tempat di masyarakat. Sekarang yang langka adalah dedikasi, bukan bakat.
Tanteku yang keterbelakangan mental bisa lebih berguna untuk keluarganya, terutama untuk ibunya, dibandingkan saudara-saudaranya. Semua pekerjaan rumah tangga dikerjakannya.
Tidak perlu ahli untuk menyumbang kebaikan pada lingkungan ini, dan kontribusi kita pada lingkungan yang terdekat, yang paling bersinggungan dengan kita sehari-hari, di bawah atap di mana kita tinggal, menggambarkan peran kita sebagai kontributor di lingkungan yang lebih luas.

Seorang filosof pernah menulis, impian para cendikiawan itu rendah dan hina, semata-mata hanya ingin akreditasi bagi dirinya sendiri. Tentu saja tidak semua cendikiawan seperti itu, namun hal ini adalah paradoks yang kuperhatikan dalam kenyataan sehari-hari seperti kedua tanteku yang keterbelakangan mental dan yang satu lagi hanya lulusan SMA, betapa mereka berdua bekerja keras untuk ketentraman hidup ibundanya, dan masih bisa menyumbang tenaga untuk saudara-saudaranya yang berpendidikan tinggi dari kalangan intelektual. Tentunya tanteku yang lulusan SMA ini hanya cakap menyetir mobil, sementara kakak-kakaknya punya lebih banyak keahlian dan pengalaman kerja. Namun saat beranjak tua, itulah saat di mana kebiasaan yang kita pupuk selama ini terlihat hasilnya. Yang biasa memerintah akan hanya bisa memerintah, dan yang biasa melayani, akan terus melayani.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku