ceritanya aku lagi di Malang untuk berlibur sama Lian. Tiba-tiba Icha nelpon, "Kei, Mumos butuh guru pengganti nih, urgent. Kelasnya mulai 1 jam lagi." "Guru dance?" "Bukan, guru bahasa inggris."
"Emang kekejar waktunya?" "Ya, makanya berangkat sekarang"
"Li, kamu mau nggak nganterin aku pake motor? Nanti motornya kamu pake jalan-jalan aja abis nganterin aku."
Tiba-tiba kita udah di dalam mikrolet. Pemandangan sekitar Jl.Bandung. "Lho Li motornya mana?" "Di rumah." "Yyyaaah!!" "Jadi turun nih kita, oper mikrolet yang arah balik terus ngambil motor?"
Kami turun di ujung Jl.Surabaya, tepatnya di depan SMK, menghadap jalan yang sepi dan rindang dengan ilalang, jalan yang sering kulewati berjalan kaki ketika pulang sekolah. Tiba1tiba langit jam 7 pagi yang terang benderang menjadi gelap. Sungguh gelap gulita. Aku ngerasa kayak, "aha, fuck. this scene again." You know what? scene jalan Malang yang gelap itu udah terlalu sering muncul di mimpiku.
"Emang kekejar waktunya?" "Ya, makanya berangkat sekarang"
"Li, kamu mau nggak nganterin aku pake motor? Nanti motornya kamu pake jalan-jalan aja abis nganterin aku."
Tiba-tiba kita udah di dalam mikrolet. Pemandangan sekitar Jl.Bandung. "Lho Li motornya mana?" "Di rumah." "Yyyaaah!!" "Jadi turun nih kita, oper mikrolet yang arah balik terus ngambil motor?"
Kami turun di ujung Jl.Surabaya, tepatnya di depan SMK, menghadap jalan yang sepi dan rindang dengan ilalang, jalan yang sering kulewati berjalan kaki ketika pulang sekolah. Tiba1tiba langit jam 7 pagi yang terang benderang menjadi gelap. Sungguh gelap gulita. Aku ngerasa kayak, "aha, fuck. this scene again." You know what? scene jalan Malang yang gelap itu udah terlalu sering muncul di mimpiku.
Comments