Skip to main content

Catatan Proses Latihan Karya Rizki Suharlin Putri

Catatan proses ini sudah lama ingin kubuat, tapi kutahan-tahan, agar dancing spirit yang sedang dikumpulkan tidak melenceng jadi writing spirit :D *Gosh I don't know which one is my nature*
Pertama kali datang ke Tan Ek Tjoan, Putri mempertemukan aku dengan Rica, si koreografer G.F.Y (Baca reviewku tentang G.F.Y di: gfy-rica-o-darmawan.)
Lalu kami diminta mengintepretasikan sederet kata-kata. Kami berdua diberi 10 lembar kertas untuk mengintepretasikan 10 kata tersebut. Yang menyenangkan dari hari ini adalah aku diberi GRATIS 1set mini crayon TiTi. Yeeey! Setelah itu, kami ke lantai 2 dan tentu aku sudah berpikir kami akan diminta melakukan eksplorasi gerak di ruang ini, tapi Putri bilang "Jangan menari." jadi aku kikuk dan bingung, aku hanya muter-muter aja di situ, sementara Rica bergerak seperti orang mabuk. Keren deh. Selama Rica bergerak aku diminta tolong motret-motret pake Blackberry nya. Narsisnya memang tingkat Dewa Matahari...
Setelah selesai, Putri ingin memberiku gerakan, gerakannya sederhana, mengayunkan tangan hingga pundak dan punggung terpukul-pukul. Sebelumnya dia tanya, "Kamu malu ya?" "Hmm, enggak malu.. aku bingung, kamu bilang jangan nari."
Gerakan mengayunkan tangan itu sangat nyaman bagiku, gerakannya -- sangat nyaman. Tapi situasi siang itu kurang nyaman. Putri bilang gerakan itu hasil eksplorasi dia dengan cat, saat ia mengaduk-aduk cat untuk pertunjukan SEX karya Rica.
*Aku sebenarnya juga punya gerakan hasil eksplorasi saat menelusuri selulit di seluruh tanganku* LOL Hahaha!

Latihan hari kedua aku nggak bisa datang karena demam tinggi, alergi debu parah.
Latihan hari ketiga hanya ada aku dan Meitha. Hari Minggu di mana aku membawa long dress warna hitam karena Putri meminta aku membawa baju APAPUN YANG KAMU SUKA TAPI TIDAK ADA KESEMPATAN UNTUK MEMAKAINYA. Jadi kupakailah dress hitam dari Nindi itu. Meitha bilang bagus. Bahannya jatuh di badan memang. Siang hari itu, Putri mau menari, aku dan Meitha diminta langsung mengikuti dan menyerap, tidak harus sama karena penyerapan gerak tiap orang memang berbeda-beda. Benarlah adanya, sementara Meitha bisa menangkap banyak sekali gerakan, aku cuma 3 atau 4 hahahaha dan itupun mungkin bentuknya nggak sama persis dengan yang digerakkan Putri. But that's okay, kita langsung diberi koreografi yang interaktif. Meitha banyak membantu membenarkan sumber tarikan gerakku. Everyone was so helpful! Meitha cabut jam 3 sore (kami mulai jam 12 siang), dan aku lanjut sampai jam 6 sore berdua dengan Putri.
Dia mentransfer satu set gerakan yang mirip-mirip gerakannya yang kunikmati (sebagai penonton) dalam karya Payau (Baca reviewku tentang Payau di: bertemu-dengan-yola-situasi-ambigu ) Aku senang sekaliii!!!



Aaaahhhh histeria, euphoria!! Dalam hati!! Tak perlu mengukir senyum joker, orang seperti Putri pasti tahu aku senang, nyaman, walau ia memintaku mengulangnya berkali-kali,berkali-kali,berkali-kali. Ya, dia tahu, dia bilang kok sama aku.
Hari itu aku belajar bergerak dengan sabar, dengan tenang.

Latihan berikutnya, gerakan baru lagi. Semua gerakan dari Putri mengalir, aku bisa merasakannya di badanku.

Latihan hari keee-5! Aku datang sendirian. Tidak diberi koreografi, tapi aku diminta bergerak sendiri. Fuck, I was so shy. But I did, anyway. Because I'm not a loser. LOL. "Kamu manusia, tapi beda dengan manusia lainnya. Kalau yang lainnya jalan berdiri, kamu merangkak, melata, apapun. Jadilah manusia yang berbeda!" demikian arahan pertama.
Arahan kedua, "Lagi!"
Arahan ketiga, "Jangan keluarin yang lo pernah dapet kei" (di sekolah atau kelas tari yang pernah kuikuti) "Temukan sesuatu yang baru!"

Arahan keempat, ruang gerak dibatasi.
Arahan kelima, "Kamu interaksi dengan kursi ini. Ini kursi mau kamu apain aja terserah!"
Komentar berikut: "Ehmhehehem, nggak harus dimulai dengan kaki point, kei" (Hahahaha, GIGIARTOFDANCE sangat berpengaruh ya, ya, tentu saja.)

Arahan ke-enam, aku dilakban di kursi dan harus melepaskan diri sambil menari. Itu lakban sumpah kenceng beneran.

"Udah...udah mati gaya!"
"Nggak, lanjut gerak sampe gue bilang cukup!"

kira-kira ini sudut pandang kawan kita yang bernama Rizki Suharlin Putri. Dia duduk di sini dengan ipad nya dan aku uget-uget di depan jendela-jendela itu.


Aku pun terus bergerak, uget-uget, gemut-gemut, mlungker-mlungker, pokoknya adekbayiiii mengikuti proses dengan baik, karena adekbayi bahagia berada di sini. Tapi, aku canggung begitu mataku bertemu mata Putri. Akhirnya, mataku ditutup pake lakban. Hahahaha! "Kamu matanya nakal ya, kenapa sih kalau liat aku terus jadi ragu-ragu geraknya? Gue nggak peduli lo salah lo bener, ga ada salah bener. Dilakban aja deh matanya!" kata kakak pembina Pramuka.

Mataku dilakban, tanganku juga dilakban kenceng. Aku hanya merasakan torso, bahu, leher, lutut, pergelangan kaki. Jadi hanya mereka yang harus dimaksimalkan. Bagaimana cara memaksimalkan? Merasakan! 

Sore itu aku merasa begitu nyatanya torso, begitu nyatanya sendi-sendi, begitu nyalanya mata yang tertutup membawa badan terus berjalan, bergerak.

Akhirnya Putri memutar video rekaman dia, dan mengatakan, "Kamu tau nggak, bagian ini bagus banget Kei. Ini juga, jadi gue mau lo inget-inget ya yang ini, ini, dan ini." Did it mean that.... I finally found some kind of movement? I felt an upraise, a blooming feeling in seconds, It's my own move that she wants!

Latihan hari itu selesai jam 7 malam, dari jam 4 sore. Berdua saja. Malam itu aku banyak diam, orang-orang mengira aku kecapean. Padahal bukan itu yang kurasakan, aku seperti..baru mengalami sesuatu yang sama sekali baru. Discovery. Ternyata... penari itu manusia, hanya sedikit lebih manusia dari yang lain.

Kalau yang lainnya jalan berdiri, 
kamu merangkak, melata, apapun. Jadilah manusia yang berbeda!

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)