Skip to main content

catatan personal dalam bagian proses karya rizki suharlin putri

ombak. perahu. susunan bata. rumah, dan tulisan'dulu'.

gunung. sawah. jalan menanjak. rumah, dan ikan hiu.

jika memori adalah sebuah tubuh, ia pasti tinggi menjulang. badannya panjang merangkai masa.
ah, belum tentu. mungkin juga pendek gendut, jika keping-keping gambar berserak dan bertumpuk, membusuk namun tetap ada.

putri memintaku menggambar elemen-elemen yang menurutku adalah kepingan personal dari masa lalunya,
dan dalam kesempatan yang lain ia memintaku menggambar di kertas-kertas putih yang disusun seperti puzzle.

ah, memori.
masa lalu itu, mungkin sebuah ilusi. karena ia tak lagi nyata dan tak bisa dipertanggungjawabkan. namun memori itu nyata, walau tak bisa dipegang layaknya jemari.
aku pernah jadi seseorang religius, yang suka pergi ke masa lalu dan membangun kuil melakukan ritual terhadap kenangan-kenangan. begitu kira-kira seperti yang digambarkan sebuah tulisan yang bermaksud mendeskripsikan orang yang sedih dan bagaimana cara mengentaskan diri dari kesedihan.

tapi, dulu, saat aku melakukan itu,
itu bukan untuk menenggelamkan diri dalam kedukaan. aku hanya sedang memahat tubuh memoriku agar tinggi menjulang, langsing, indah. kenangan buruk maupun baik, tersusun indah, jadi kerangka yang membentuk: aku.

siapakah aku?
apakah aku kenanganku? apakah aku kumpulan reaksi atau perlakuan orang terhadapku?

lihatlah, tidak, tidak,
rasakanlah, sesuatu yang kuncup-mekar di dadamu,
sebuah tangan mungil yang jahil ingin mencekikmu dari dalam tenggorokan,

itu memori! itu!
aku pernah punya kakak.
aku pernah punya sahabat.
aku pernah punya ibu.
aku pernah
merasa
dicintai.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)