dear blog,
akhirnya, setelah tertunda sekian lama (ah alasan lau!), aku akan menceritakan hal yang menakjubkan ini padamu. pada hari yang digosipkan terjadi demo besar-besaran untuk meruntuhkan rezim SBY (emang SBY punya rezim ya? gue aja kadang lupa kalo punya presiden doi), aku janjian dengan Yandy Laurens, dia kangen sepertinya. Sekalian aku mau mengembalikan buku Carlos Castaneda pada Matius Ali, di IKJ.
saat mau nongkrong dengan Yandy dan Fazrie di Bakoel Koffie, aku bertemu dengan Arlin Putri di portal pintu masuk IKJ. aww tidak...no, jangan membicarakan tentang T.A nya dia yang dulu aku bilang mau bantuin, begitu yang ada dalam pikiranku, sambil menyapa.
dan benarlah, pertanyaan dia "kamu nggak nari-nari lagi?" "nari-nariii", jawabku (nari di kamar, dapur, dan ruang tamu maksudnya. LOL). "Latihan T.A ku udah mau mulai nih. Paling lama dua minggu lagi. Di Tan Ek Tjoan lantai 2-nya. Dateng lho!"
Tan Ek Tjoan.. toko roti? Toko roti favoritku, tepatnya. Aku suka sekali Tan Ek Tjoan karena rotinya jadul abis. Ga ada rasa pengawet ataupun bahan-bahan kimia untuk mengembangkan adonan. Makan satu aja kenyang banget (otak anak kos banget hahaha!), dan murah (saat itu Rp3.500 per roti)
akhirnya, setelah tertunda sekian lama (ah alasan lau!), aku akan menceritakan hal yang menakjubkan ini padamu. pada hari yang digosipkan terjadi demo besar-besaran untuk meruntuhkan rezim SBY (emang SBY punya rezim ya? gue aja kadang lupa kalo punya presiden doi), aku janjian dengan Yandy Laurens, dia kangen sepertinya. Sekalian aku mau mengembalikan buku Carlos Castaneda pada Matius Ali, di IKJ.
saat mau nongkrong dengan Yandy dan Fazrie di Bakoel Koffie, aku bertemu dengan Arlin Putri di portal pintu masuk IKJ. aww tidak...no, jangan membicarakan tentang T.A nya dia yang dulu aku bilang mau bantuin, begitu yang ada dalam pikiranku, sambil menyapa.
dan benarlah, pertanyaan dia "kamu nggak nari-nari lagi?" "nari-nariii", jawabku (nari di kamar, dapur, dan ruang tamu maksudnya. LOL). "Latihan T.A ku udah mau mulai nih. Paling lama dua minggu lagi. Di Tan Ek Tjoan lantai 2-nya. Dateng lho!"
Tan Ek Tjoan.. toko roti? Toko roti favoritku, tepatnya. Aku suka sekali Tan Ek Tjoan karena rotinya jadul abis. Ga ada rasa pengawet ataupun bahan-bahan kimia untuk mengembangkan adonan. Makan satu aja kenyang banget (otak anak kos banget hahaha!), dan murah (saat itu Rp3.500 per roti)
PICTURE FROM : http://bit.ly/17N7Bpn
"Oke..." jawabku, lalu jalan linglung bersama Yandy dan Fazrie ke Bakoel Koffie.Yandy saat itu baru saja memenangkan tiga penghargaan dari Short Film Festival (Baca: Wan An Meraih Tiga Penghargaan )
Seharian aku pun berpikir atau tepatnya gundah gulana. Aku pernah tanya ada nggak kesempatan untuk aku nari bersama mahasiswa-mahasiswi Tari IKJ, salah satu dari mereka (eciye...dot red nih ceritanya) bilang "ya bantuin aja tugas-tugas koreografi kami, tapi jangan langsung T.A, komposisi 1 misalnya" Nah aku kan jadi makin kepikiran, lha ini aku langsung bantuin T.A nya orang, Tugas Akhir coy, dimana-mana di fakultas manapun, T.A itu dirasa seperti calon masterpiece oleh si calon sarjana. "Gimana dong nih Yan?" tanyaku. "Aku pernah ada di posisimu, Kei, dan itu posisi paling enak. Waktu itu senior kelas 3 SMA butuh cadangan player, aku diajak. Aku masih kelas 1, jelas skill kita beda. Aku berusaha yang terbaik agar bisa mengimbangi mereka, tapi mereka pun maklum kalau aku baru segitu bisanya, karena aku kelas 1 SMA." Wah cerita Yandy di dunia perbasketan SMA cukup menginspirasi. "Aku takut mengecewakan Yan, tapi aku mau ikut. Mau banget."
Seharian aku pun berpikir atau tepatnya gundah gulana. Aku pernah tanya ada nggak kesempatan untuk aku nari bersama mahasiswa-mahasiswi Tari IKJ, salah satu dari mereka (eciye...dot red nih ceritanya) bilang "ya bantuin aja tugas-tugas koreografi kami, tapi jangan langsung T.A, komposisi 1 misalnya" Nah aku kan jadi makin kepikiran, lha ini aku langsung bantuin T.A nya orang, Tugas Akhir coy, dimana-mana di fakultas manapun, T.A itu dirasa seperti calon masterpiece oleh si calon sarjana. "Gimana dong nih Yan?" tanyaku. "Aku pernah ada di posisimu, Kei, dan itu posisi paling enak. Waktu itu senior kelas 3 SMA butuh cadangan player, aku diajak. Aku masih kelas 1, jelas skill kita beda. Aku berusaha yang terbaik agar bisa mengimbangi mereka, tapi mereka pun maklum kalau aku baru segitu bisanya, karena aku kelas 1 SMA." Wah cerita Yandy di dunia perbasketan SMA cukup menginspirasi. "Aku takut mengecewakan Yan, tapi aku mau ikut. Mau banget."

Comments