hey, like always, life is an adventure, and my life is always full of surprising things.
so I wrote you that I jogged in Senayan, tried that damned Escargot at Union, and then the next day... meeting with IDE our Mobile Dance Lab. at aTavola Kemang. Before it, I ate Pisang Goreng Ketan Hitam at Kedai Kak Ani and got free hot plain tea. It's another food adventure, Medan evening snack, awesome. My mom, due to her Gorontalo root, she eats fried banana with sambal, Kak Lita my cousin who is very westernized, eats fried banana with cheese spread.
And this Medan cafe served me fried banana with ketan hitam, my favoritos.
Pisang gorengnya manis alami pisang yang sudah matang, tepungnya crispy, ketan hitamnya hambar-hambar nagih, dan parutan kelapanya gurih... top deh buat Kak Ani pemilik kedai yang mukanya mirip Titiek Puspa.
Di ATavola, si Suharlin Putri menceritakan ipad nya yang ia dapatkan gratis dengan perjanjian yang aneh, dia juga cerita kalau dia nggak tega saingan sama cewek SMA untuk masalah perpacar-pacaran. Aku kira dia akan ngalah, ternyata dia bilang "Mendingan lo putusin itu cewek secepatnya karena memang pasti gue yang dapetin lo." Ohmygut, dasar Leo.
Rica si bule berambut putih datang dan langsung menginstruksi kami dengan idenya dan jadilah sebuah mobile dance video yang TERLALU SINGKAT: http://t.co/cGyahZwh
dimana si Rica ini ingin mengekspresikan perasaan jadi sampah saat dengerin orang ngoceh. Oke lho idenya, aku merasakan hal yang sama. Jadi kita bedua so geletakan di lantai Atavola cafe, abis itu bertiga makan Red Velvet cake.
Hari Rabu malam... latihan crew nya Kak Adhit. Ada gerakan baru, main geser-geser tangan dengan beat teramat cepat, seru... another lesson. Itu pertama kalinya aku latihan nari pake kalung Indian Head pemberian Daru.. si Icha ketawa-ketawa katanya aku kayak dukun. Aku bilang sama Adhitia Warman si tentara militer ini, "Kak, koreo lu memeras otak." Dan kamu tau jawaban dia apa? "MEMANG." Dia sadar berarti, dia sengaja!
Aku itu ada perasaan nyaman lho ngobrol-ngobrol sama Icha di mobil. It is like a comfort zone with a comforting friend. Aku ngerasa sudah membuka diri sama dia, nggak ada yang kututupi dan kami saling menghargai perbedaan diantara kita. Aku suka persahabatan dimana perbedaan nggak jadi masalah.
Kayaknya kesamaan kami berdua adalah kami berdua sama-sama toleran. Sisanya, beda semua. Dia komunikatif, aku nggak. Dia galak, aku kalem. Dia pandai berkata-kata manis, aku datar (menurut dia). Dia suka shopping baju, aku suka grocery shopping. Dia suka vokal-vokal cewek seperti Chrstina Perri, aku suka vokal seperti Marilyn Manson.
so I wrote you that I jogged in Senayan, tried that damned Escargot at Union, and then the next day... meeting with IDE our Mobile Dance Lab. at aTavola Kemang. Before it, I ate Pisang Goreng Ketan Hitam at Kedai Kak Ani and got free hot plain tea. It's another food adventure, Medan evening snack, awesome. My mom, due to her Gorontalo root, she eats fried banana with sambal, Kak Lita my cousin who is very westernized, eats fried banana with cheese spread.
And this Medan cafe served me fried banana with ketan hitam, my favoritos.
Pisang gorengnya manis alami pisang yang sudah matang, tepungnya crispy, ketan hitamnya hambar-hambar nagih, dan parutan kelapanya gurih... top deh buat Kak Ani pemilik kedai yang mukanya mirip Titiek Puspa.
Di ATavola, si Suharlin Putri menceritakan ipad nya yang ia dapatkan gratis dengan perjanjian yang aneh, dia juga cerita kalau dia nggak tega saingan sama cewek SMA untuk masalah perpacar-pacaran. Aku kira dia akan ngalah, ternyata dia bilang "Mendingan lo putusin itu cewek secepatnya karena memang pasti gue yang dapetin lo." Ohmygut, dasar Leo.
Rica si bule berambut putih datang dan langsung menginstruksi kami dengan idenya dan jadilah sebuah mobile dance video yang TERLALU SINGKAT: http://t.co/cGyahZwh
dimana si Rica ini ingin mengekspresikan perasaan jadi sampah saat dengerin orang ngoceh. Oke lho idenya, aku merasakan hal yang sama. Jadi kita bedua so geletakan di lantai Atavola cafe, abis itu bertiga makan Red Velvet cake.
Hari Rabu malam... latihan crew nya Kak Adhit. Ada gerakan baru, main geser-geser tangan dengan beat teramat cepat, seru... another lesson. Itu pertama kalinya aku latihan nari pake kalung Indian Head pemberian Daru.. si Icha ketawa-ketawa katanya aku kayak dukun. Aku bilang sama Adhitia Warman si tentara militer ini, "Kak, koreo lu memeras otak." Dan kamu tau jawaban dia apa? "MEMANG." Dia sadar berarti, dia sengaja!
Aku itu ada perasaan nyaman lho ngobrol-ngobrol sama Icha di mobil. It is like a comfort zone with a comforting friend. Aku ngerasa sudah membuka diri sama dia, nggak ada yang kututupi dan kami saling menghargai perbedaan diantara kita. Aku suka persahabatan dimana perbedaan nggak jadi masalah.
Kayaknya kesamaan kami berdua adalah kami berdua sama-sama toleran. Sisanya, beda semua. Dia komunikatif, aku nggak. Dia galak, aku kalem. Dia pandai berkata-kata manis, aku datar (menurut dia). Dia suka shopping baju, aku suka grocery shopping. Dia suka vokal-vokal cewek seperti Chrstina Perri, aku suka vokal seperti Marilyn Manson.

Comments