So it was around 5 PM, a relaxing afternoon in the terrace, drinking Ice Milk Tea when suddenly my phone got a message from Uki, asking me to pick her up at Gambir in 2 hours and a half. What!! Daru was with me and we were ready to ride to Salemba to her housing room to take out some stuffs. So I thought, I would go to Gambir from Salemba then. I made a stupid mistake, that is not having a helmet!! So we ride back to Daru's house for a helmet, I felt sorry for that. Then we riiide far to Salemba. On the motorcycle with Daru most likely gets me quite nervous hahaha
Kos-nya Daru cukup luas, uniknya adalah bentuk kamar itu mengingatkanku dengan kamar kos ku dulu: trapesium. Kamar pojok emang selalu aneh-aneh bentuknya. Dan ya, masa kamar mandinya tidak beratap?? Atapnya jadi satu dengan plafon kamar. Ah gokil-gokil emang orang bikin kos-kosan. Dengan harga 500.000 dan boleh berapapun orang yang menempati, tergolong murah, tapi tingkat keamanan dari maling cukup rendah. Setelah menghabiskan dua batang rokok dan sebungkus capucini dingin yang tdk bermutu, Daru yang baik pun mengantarkanku ke Gambir dan untung ada dia karena aku tidak mampu bertatap muka dengan mantannya Uki yang sampai saat ini masih sering mem-bullynya secara verbal dan fisik itu yang ternyata bersamanya di kereta sepanjang Bandung-Jakarta. Fak!
Karena kami sampai di Gambir sudah pukul 21:00 maka acara makan-makan bersama Daru dibatalkan. Kasian bayi daru, tapi nanti aku dan uki kemalaman nggak dapat bus masa mau jadi gembel di Gambir?? Dgn keadaan lapar kami berpisah. Daru naik motor, mantannya Uki naik 20 dengan arah berlawanan dengan kami. You all know how ugal-ugalan kopaja driver drives? Yeah Uki felt like she had to hold tight on to everything hahaha and all the passengers got a second-session of jumping ass karena supir tidak nge-rem saat tanjakkan. Suuudah biasa hahaha si Uki shock. Perjalanan kopaja 20 Gambir-Lebak bulus lumayan lancar dan uki bertanya "Ini jauhnya kayak Malang-Pasuruan Kei. Apakah setiap hari kamu bolak balik seperti ini?" Seperti dugaanku, kami diturunkan di jalan sebelum sampai tujuan akhir. Kami lanjut naik bus 509 or whatsoever menuju lebak bulus. Setelah sampai di lebak bulus uki nanya, "Nah kalo dari sini udh deket rumahmu?" "Belum kik, kita naik angkot merah yg no.08 ini"
Sepanjang perjalanan aku melihat ke jalan, memeriksa adakah angkringan yg cukup lumayan bersih untuk kami makan karena Uki sdh kelaparan. Hari itu aku merasa tanganku kotor sedunia. Perjalanan jauh Rempoa-Salemba, salaman sama mantannya Uki, pegang uang buat bayar angkot. Pokoknya jiijiiik. Akhirnya kita makan di sebelah ujung Jl.Alleraya. Uki makan nasi dan lele goreng, aku nasi dan ayam goreng. Sambelnya itu gak niat blas, hampir cair dan ga ada rasanya dan ga pedes. Ini bukan sebuah keluhan, tapi sebuah memori untuk diabadikan. Pelajaran: jangan makan di pecel ayam itu lagi , lebih baik melipir ke sate ayam. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sebenarnya aku nulis panjang-panjang ini hanya untuk masang foto edisi PEMBOKAT CIREBON SLUTTY POSE dengan Uki. Here it is:
Bagaimana? Sudah cukup mengganggu belum? Belum??
Oke. Hahahahahahahahahahaaa retaaaaarded! Kami bahkan bikin videoclip karaoke lagu Black Eye Peas "Can't Get Enough" dengan gagang sapu dan body lotion sebagai mic nya.
Kos-nya Daru cukup luas, uniknya adalah bentuk kamar itu mengingatkanku dengan kamar kos ku dulu: trapesium. Kamar pojok emang selalu aneh-aneh bentuknya. Dan ya, masa kamar mandinya tidak beratap?? Atapnya jadi satu dengan plafon kamar. Ah gokil-gokil emang orang bikin kos-kosan. Dengan harga 500.000 dan boleh berapapun orang yang menempati, tergolong murah, tapi tingkat keamanan dari maling cukup rendah. Setelah menghabiskan dua batang rokok dan sebungkus capucini dingin yang tdk bermutu, Daru yang baik pun mengantarkanku ke Gambir dan untung ada dia karena aku tidak mampu bertatap muka dengan mantannya Uki yang sampai saat ini masih sering mem-bullynya secara verbal dan fisik itu yang ternyata bersamanya di kereta sepanjang Bandung-Jakarta. Fak!
Karena kami sampai di Gambir sudah pukul 21:00 maka acara makan-makan bersama Daru dibatalkan. Kasian bayi daru, tapi nanti aku dan uki kemalaman nggak dapat bus masa mau jadi gembel di Gambir?? Dgn keadaan lapar kami berpisah. Daru naik motor, mantannya Uki naik 20 dengan arah berlawanan dengan kami. You all know how ugal-ugalan kopaja driver drives? Yeah Uki felt like she had to hold tight on to everything hahaha and all the passengers got a second-session of jumping ass karena supir tidak nge-rem saat tanjakkan. Suuudah biasa hahaha si Uki shock. Perjalanan kopaja 20 Gambir-Lebak bulus lumayan lancar dan uki bertanya "Ini jauhnya kayak Malang-Pasuruan Kei. Apakah setiap hari kamu bolak balik seperti ini?" Seperti dugaanku, kami diturunkan di jalan sebelum sampai tujuan akhir. Kami lanjut naik bus 509 or whatsoever menuju lebak bulus. Setelah sampai di lebak bulus uki nanya, "Nah kalo dari sini udh deket rumahmu?" "Belum kik, kita naik angkot merah yg no.08 ini"
Sepanjang perjalanan aku melihat ke jalan, memeriksa adakah angkringan yg cukup lumayan bersih untuk kami makan karena Uki sdh kelaparan. Hari itu aku merasa tanganku kotor sedunia. Perjalanan jauh Rempoa-Salemba, salaman sama mantannya Uki, pegang uang buat bayar angkot. Pokoknya jiijiiik. Akhirnya kita makan di sebelah ujung Jl.Alleraya. Uki makan nasi dan lele goreng, aku nasi dan ayam goreng. Sambelnya itu gak niat blas, hampir cair dan ga ada rasanya dan ga pedes. Ini bukan sebuah keluhan, tapi sebuah memori untuk diabadikan. Pelajaran: jangan makan di pecel ayam itu lagi , lebih baik melipir ke sate ayam. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sebenarnya aku nulis panjang-panjang ini hanya untuk masang foto edisi PEMBOKAT CIREBON SLUTTY POSE dengan Uki. Here it is:
Bagaimana? Sudah cukup mengganggu belum? Belum??
Oke. Hahahahahahahahahahaaa retaaaaarded! Kami bahkan bikin videoclip karaoke lagu Black Eye Peas "Can't Get Enough" dengan gagang sapu dan body lotion sebagai mic nya.


Comments