Skip to main content

Laporan Wisata Kuliner (I)

Halo para pembaca yang suka berpindah-pindah tempat, ketahuilah, bahwa berpindah-pindah tempat itu berarti jalan-jalan. Yaa...begitulah maksudnya, bukan nomaden seperti Nique ataupun saya. Setelah berhari-hari kami tidak siaran, yaa kira-kira 350 hari, akhirnya... inilah: Wisata Kuliner Edisi Cafe Hotspot!!! Sebelum kita kasih laporan paling fresh, kamu-kamu baca dulu nih review dari beberapa hari yang lalu (yaa kira-kira 350 hari!)

Food Teran (tetot! sudah tutup!)
Terletak di pinggir jl.Cempaka, Rempoa dan semi outdoor (outdoor dengan atap) dan hanya dibatasi oleh tembok pembatas pendek, cocok bagi anda penikmat pemandangan Metromini 74 dan angkot 08. Rate harga yang termasuk murah Rp4500 - 14000 untuk minuman membuat Food Teran dipadati gank-gank anak SMA 87 pada jam pulang sekolah hingga jam 4 sore. Apalagi menu junk food kesukaan para Abegong itu tersedia juga di sini dengan rasa yang cukup memuaskan (sosis hotdog mereka juicy dan beef pada burgernya pun pas tebal dan gosongnya) dengan harga variatif dari Rp9000 - Rp103000 (menu termahal ini tentu saja dengan porsi RAKSASA).

Koneksi internet free wi-fi mereka cukup memuaskan. Namun bersiap-siaplah untuk "put your hands up" fighting with THE LALATS. Lalat-lalat di Food Teran nekat-nekat. Mereka lebih memilih mati bunuh diri menenggelamkan diri dalam minuman anda daripada tidak mengganggu anda sama sekali. Mereka juga menyediakan mushola bagi muslim yang hendak shalat. Sajadah dan mukenah juga tersedia (tapi, jangan berharap bau pelembut Molto ya!)


Kedai (Jl.Benda , Kemang)
Berlokasi di Kemang, dan indoor, tentunya interior cafe ini khas Kemang: unique yet classy. Jika anda pecinta warna-warni pastel, duduk di Kedai akan menceriakan hati anda. Anda bisa memilih duduk di atas kursi atau di atas carpet dengan bantal-bantal empuk menghiasi (silahkan numpang tidur kalau tidak malu).

Di sini juga tersedia majalah-majalah yang bisa anda baca di tempat. Kamar mandi Kedai cocok bagi anda kaum narsis karena sejumlah cermin (dengan jumlah berlebihan) menggantung di dinding kotak-kotaknya yang berwarna merah glam. Koneksi internet yang mereka sediakan sering bermasalah sehingga lebih baik anda tidak datang ke sini jika tujuan anda hanya Free Wi-Fi, namun dianjurkan hang out bergosip atau rapat tugas kelompok di sini.

Rate harga termasuk murah dibandingkan dengan standar cafe-cafe di Kemang lainnya dengan rasa yang memuaskan. Saya telah mencicipi Chocolate Milkshake dan Flavored Ice Tea dan puas terhadap keduanya! Pelayanan mereka terhadap customer sangat baik dan anda akan terkesima dengan buku Menu nya yang di-disain unik-childish. Juga ada prakata semacam Kata Pengantar Skripsi pada halaman pertama buku Menu. Rate harga minuman di Kedai mulai Rp14000 - Rp35000 belum termasuk tax 10%.  Deskripsi di setiap judul makanannya ditulis denga gaya personal dan ramah seperti "Kuah panasnya rontokkan lelah", dsb.

Omah Sendok (Jl.Empu Sendok, Senopati)
Omah Sendok ini berlokasi di daerah Senopati, Kebayoran Baru, tepatnya di jl. Empu Sendok. Letaknya yang terselubung menjauhkan anda dari polusi suara klakson dan lalu lalang kendaraan di Blok M.

Smoking area dipisahkan dari yang non-smoking area. Namun justru smoking area lebih luas areanya. Ruangan indoor non smoking area di-desain homey dengan sofa-sofa besar berwarna coklat muda yang senada dengan warna ubin kayunya, dan jendela-jendelanya bertirai seperti rumah biasa, sementara smoking areanya berada di taman belakang yang asri dan luas; dan terbagi menjadi dua bagian lagi: outdoor dan semi outdoor. Pada smoking area ini anda tidak akan menemukan sofa, namun adalah bangku-bangku kayu panjang dengan meja persegi yang panjang (cukup untuk 8 orang!) atau kursi resto standar dengan meja kotak (untuk 4 orang). Smoking Area ini dilengkapi dengan kolam renang tapi saya tidak melihat satu pengunjungpun berenang, maka saya pun mengurungkan niat untuk nyebur setelah kepanasan di jaaln mencari Omah Sendok ini. Rindangnya pepohonan di sini membuat anda terhindar dari sengatan matahari siang dan saat malam hari, lampion-lampion yang menjuntai pada batang-batang pohon akan dinyalakan membuat suasana romantis. Para waiter juga melarungkan lilin-lilin ke kolam renang, yang akan membuat suasana makin romantis dan tidak akan ada pengunjung yang berniat berenang di kolam lilin yang menyala api. Koneksi internet yang mereka sediakan memuaskan dilengkapi dengan stop kontak. Rate harga minuman mulai Rp8000 - Rp18000 dan makanan mulai dari Rp9000 - Rp35000 (yang Rp9000 itu adalah Bubur Sum-Sum, sementara harga makanan berat mulai dari Rp27000). 

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku