There is something I need to upgrade: consistency. Lately I feel like I am too easy to be distracted hahaha, seriously. Like, I wanna do something, but then something interesting distracted me, so I didn't do what I planned to do. And obviously, I haven't written for quite a long time. Writing is a therapy. Okay, I'll try. Recap of this week. Today is Wednesday so I'll start from last Wednesday (July 4, 2012). Oke, hari Rabu minggu lalu. Locking practice at upper level of Stylize Salon ahahaha sad, we pay studio rent to the salon because Interlude's studios are many, many but very far from us. Icha didn't join because she was still too sad of his grandpa passed away. I went by motorcycle under heavy rain. I wore raincoat but it only covered my shirt, not my pants. My socks were wet, I anticipated it would be smelly especially when I change shoes after practice but it wasn't awfully smelly. Good. When I arrived, Kak Adhit gave me a high five. What's the matter? It must be a good mood. Moody boy. The practice was hard like usual. The snake move repeated for hundred times. Dina whispered to me painfully "I can't do no longer" as I keep on exhaling with my mouth. Bryan, the Filipino boy came with a girl, a shy girl and that girl just stood like a statue on the floor. Adhit kept cheering and encourage her to move but she didn't. Finally she sat watching us excercise. "What the hell is wrong with you?" Bryan asked. Okay, too much of this Wednesday, on Thursday, I woke up at 8 or 9 and was going to teach Irin and Ujung. Yay, my favorite day. Why? Because with my students, I create, they dance it. One of the best feeling in the world. I found a man in the kampung behind these houses, his name is Samingan. I got him driving me to Irin. Jalan ke rumah Irin itu kan agak mbulet, apalagi dari Rempoa. Berhasil mengarahkan Samingan sampai ke rumah Irin menjadi prestasi ku di hari Kamis itu. Sampai di rumah Irin, masih sempat makan Indomie Ayam Bawang pake telur dan cabe yang semua bahan-bahan itu aku bawa sendiri dari rumah hingga membuat Irin terbahak-bahak "Lu kira rumah gue kos-kosan?!" kata dia. "Yaa kan siapa tau telur lagi abis, dan kamu makan indomie juga ga pake cabe, aku kan ga bisa kalo ga ada cabe jadi aku bawa sendiri dari rumah" dan Ujung sangat terlambat, dia datang jam 12 lebih padahal jadwal latihan tari kami jam 11. Menurut Irin, ini dikarenakan dia bareng Aji. Aji adalah sahabat mereka yang super terlambat dalam hal apapun juga. Hmm. That day I gave them a new choreo, for Adele's "Hometown Glory". Aku mengajarkan lompat baling-baling, gelosor ke lantai dari posisi berdiri. Lumayan seru, tapi mereka terlihat kelelahan. Setelah itu kami makan di ayam Hayam Wuruk di Bintaro Trade Center, dan setelahnya mereka pergi slimming-akupuntur di deket situ dan aku balik naik angkot ke Rempoa. Di dalam angkot bertemu ibu-ibu Madura dengan bawaan super berat, bahan makanan gitu dua gentong. Ta'ajak ngobrol. Sehabis mengajar biasanya moodku sangat baik dan jadi sangat komunikatif. Ternyata ibu itu penjual sate madura dan waktu turun aku membantu bawain gentong nya dia. Dia kaget, berterima kasih dan ngajak mampir makan sate nya.
Hari Jumat... apa ya yg kulakukan hari Jumat minggu lalu? Yah aku lupa. Sabtu aku main ke rumah Nindi, diantar Ayah naik motor dari Rempoa ke Tebet. Hari itu jalanan sepi. Di rumah Nindi ada B dan seluruh anggota bandnya mereka sibuk membantu B nge-set TV plasma di dinding. Juga ada Ira si pembokat gaul dan Putri adiknya B yg sedang liburan SMA. Di kamar Nindi kami bermain dengan anjing kecil, si Buncis yg lucu tapi terlalu lucu sehingga membuat enek. Minggu kak Adhit membatalkan kelas karena dia ikut workshop Keone&Mari dan aku memutuskan untuk mengajar Irin dan Ujung, I texted them asking if they had time and they could make it. That day I got
Hari Jumat... apa ya yg kulakukan hari Jumat minggu lalu? Yah aku lupa. Sabtu aku main ke rumah Nindi, diantar Ayah naik motor dari Rempoa ke Tebet. Hari itu jalanan sepi. Di rumah Nindi ada B dan seluruh anggota bandnya mereka sibuk membantu B nge-set TV plasma di dinding. Juga ada Ira si pembokat gaul dan Putri adiknya B yg sedang liburan SMA. Di kamar Nindi kami bermain dengan anjing kecil, si Buncis yg lucu tapi terlalu lucu sehingga membuat enek. Minggu kak Adhit membatalkan kelas karena dia ikut workshop Keone&Mari dan aku memutuskan untuk mengajar Irin dan Ujung, I texted them asking if they had time and they could make it. That day I got
Comments