Skip to main content

mimpi 4 mei 2012

Mimpi sekolah di Dempo lagi sama Nindi. Di kelas ada anak kecil cowok lucu banget, dia mau menyelesaikan soal matematika di papan tulis. Aku mau nyium dan gigit tangannya saking lucunya. Febri FAIMS nyeletuk "Santai kali.." atau semacamnya. Dia murid Dempo juga. Jam istirahat, aku ke Starbucks dalam sekolah. Gila harga mahal-mahal banget ya. Aku mau beli yang murah, Aloe Vera Tea kalau nggak salah. Di starbucks ketemu Mbak Mia, dia bilang fanpage Pacific Place kacau banget sejak dipegang Pungky. Dan dia berulang kali bilang "Gimana dongg??" dengan muka porselen nya dan baju biru-jilbab biru. "Yyyah.. gimana dong" jawabku. Starbucks ini juga lagi rewel banget, ngga bisa jelasin ke pembeli dengan baik dan jelas. Dia bilang untuk beli donatnya, minimal beli lima porsi. Aku tanya lima porsi itu berapa donat? Lima porsi atau lima donat? Ah pokoknya babi banget! Ada Daru. Aku bilang sama Daru "Ini kan last week ku di kantor. Aku mau mau aja sih ngupdate-in facebook PP walaupun nggak dibayar. Tapi kerjaan selanjutnya sudah menunggu nih." "Iya aku juga misalkan dikasih biaya transport aja sama kantor, brangkat dah pameran." kata Daru. Acara beli donat gagal, padahal donatnya amat menggoda. Aku nggak tau minuman Aloe Vera nya dapet/nggak. Next scene adalah aku dan Nindi keluar dari area sekolah. Kami mau makan di luar. Nindi nggak tau kota Malang, jadi aku yang pandu. Aseeek. Jalan kaki lah kita menuju Und Corner. Nindi aku traktir nasgor. Aku sendiri pesen mie. Nasgor nya Nindi, e buset deh, satu baskom! Beneran tempatnya di pot-baskom, yang bisa diberdiriin di tanah. Nindi menikmati nasgor nya. Kita ngobrol-ngobrol... suasana di Und Corner begitu nyaman. Mie ku dateng. Lho kok gini?! Masa tempatnya di tempat popcorn. Kertasnya warna putih polos kalau ngga salah ada bekas print nya dikit, nama dan alamat orang gitu. Idih! Dan mienya itu sumpah, aku tau ini Indomie rasa soto. Shiiiit apa-apaan nih Und Corner! Udah gitu makannya pake sumpit lagi. Aku berusaha makan, tanpa mengeluh. Udah mau abis mie nya, eh di bawah tumpukan mie ada nasi. Makin turun harga diri lo di mata gue, Und Corner!! Eh tapi ini di dalam mimpi lho.

Selesai makan aku bilang sama Nindi: "Sumpah nggak banget. Mereka ngga bilang ada nasinya. Tau gitu kan aku campur biar nasinya ada rasa sotonya." "Mau lagi nggak?" tanya Nindi sambil nyodorin nasi goreng baskom nya yang masih baaanyak. "Nggak." Udah selesai, yuk cabut. Berjalan lah kita.... sampai ke kolam renang tua. Tapi kok nggak ada airnya? Nindi menikmati suasana, sepertinya. Aku menjelaskan...bahwa ini adalah kolam renang tua. Didominasi warna biru muda, nggak gegayaan seperti kolam renang-kolam renang di Jakarta. Kukira kita sudah jalan jauh sekali sudah daerah Batu. Tapi pas aku lihat di plang alamat, Jl.apaa gitu (padahal pas bangun aku masih ingat) no.7 dan itu masih daerah Betek. Masya Allah... masih jauh kali dari Batu. Pas aku mau cuci tangan, kulihat ada pancuran air cuma pakai pipa seng ya pokoknya pipa elek gitu, tapi aku percaya diri cuci tangan. Karena itu di Malang. Di Malang air bersih tidak seperti di Jakarta. 

Padahal tadinya aku ingin bawa Nindi ke Punten alias Hotel Palem Sari karena kukira sudah dekat, ternyata masih jauh. Yuk Nin, kita kembali ke sekolah. Berjalanlah kita, oh ya masih di daerah Betek ternyata... Di Malang siang dan sore itu kadang susah dibedakan karena sejuk, adem ayem permai, tapi langit kok semakin gelap seperti sudah SURUP. You know surup? Senjakala. Kita bajalan terus... tiba-tiba kok lost direction. Di mana ini? Kenapa suasananya seperti di Jakarta?? Di ruko-ruko tempat nongkrong tukang parkir dan alay-alay? oh no!! Kulihat beberapa supir taksi nongkrong, di dekat mereka ada alay-alay sedang bersenda gurau. Di bawah sinar lampu jalan, para supir taksi terlihat sange melihat aku dan Nindi. "Nin, tanya Nin, jalan ke Dempo kemana?" "Tanya Jl.Wilis aja" kata Nindi. Saat Nindi sedang bertanya, salah satu supir gendut nyolek aku. Kurang ajar :( :( Ada satu supir yang mukanya kayak orang baik, dia juga sedang tersenyum damai. OMG, it's Pak Tarsun mantan supirnya Alm.Om Iwan. "Pak Tarsun!" kataku berseru. Lalu kulihat name tag yang terkait di bajunya, oh benar ada tulisan "TARSUN". Lalu kulihat alay-alay yang sedang bercanda tawa, ya ampun itu kok mukanya mirip banget sama Kak Ernst. Cuma rambutnya panjang kayak alay. Dia lagi main bola sama temannya.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

sehat

Aku masih sakit, nih, blog.. padahal besok udah hari Kamis, harus bekerja di Pingu's. Semoga hari ini sembuh dong, yuk yaaaa...yuuk cepet sehat. Cepet mandi terus ke kampus. Lah kapan istirahatnya? Akakakaka... harus mengejar Armantono nih ik. Come on warrior!!!!!!! Ik merasa hampir gilaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaghhhhhhhhhhhhhhh lontooooooooooooong please, please, ik mau lulus semester ini. Please sehat wal afiat, dan sexy walafeksi... (gila)