Skip to main content

if you're happy and you know it clap your hand

May is a wonderful month, alhamdulillah.
This is May 13th, Sunday evening I arrived home from crazy locking class at Interlude. Kalo di kelas itu capeknya maksimum, no lebay. Icha aja yang udah bertahun-tahun di situ tetep abis tenaganya apalagi aku yang tiba-tibaa masuk kelas Intermediate. udah gitu galon aqua nya kosong Masya Allah, pelit atau nggak care skali itu yg punya salon Stylize, kan kitorang so basewa, so bayar deng doi. Tapi ya, selesai kelas selalu ada semburat, atau katakan saja MUNCRAT. Muncratan rasa bahagia. Rasa gembira gitu, padahal muridnya cuma aku dan Stanley, sama Icha guest student ceileeh... kayak pertukaran pelajar aja. Dan mereka berdua itu jago-jago, jauh lah levelnya di atas aku, tapi aku selalu gembira, tidak seperti di (sensor).

Hari Jumat tanggal 11 Mei aku ke IKJ mau ngambil ijazah. Berangkat sendiri deng taksi habis Rp56.000.
Di ruang Akademik harus mengisi survey yang panjangnya 4 halaman baru dikasih itu ijazah. Mana survey nya kebaca banget nggak ngerti IKJ "Bagaimana kualitas pelayanan kesehatan di kampus?" Fak! Kaga ada UKS disinih. Kalo ada yang pingsan ya langsung dikubur aja. Menyadari bahwa survey ini basa-basi nggak penting, ada tuh aku lewatin 2 halaman hahaha. Makan tu ngana pe survey, DIKTI!
Trus setelah cengar-cengir ngelihat fotoku di ijazah aku pun nafsu makan ayam goreng RM Taruna. Melewati Musi alias lapak palembang, eh ngelihat kak Yola dan Meitha, tampaknya nongkrong berdua saja. Aku jadi memutuskan untuk duduk sama mereka (pede ya hahaha)

Aku lupa gimana awalnya, kayaknya aku sibuk makan deh. Trus Ruli si botak jawa datang. Yola dan Ruli  sibuk ngobrolin kesiapan teknis the upcoming piece nya Yola. Ruli tidak berubah, tetep jayus dan suka annoying2 nggak penting gitu, tapi kali itu Meitha yang di-annoy hahaha. Ngobrol-ngobrol, bercurhatlah aku kalau samapi sejauh ini aku belajar nari, aku belum dapat apa yang kumau. Aku diajarin turn, muter-muter kayak gasing pake satu kaki, lompat indah, yaahahahaha but that's not what I want. I want to do like what I used to watch in my campus!!!

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku