Skip to main content

mimpi jam 5 pagi

mimpiku pagi ini blog...  yaitu lompat dari atap rumah hantu yang deket Dempo. Fenny juga lompat dari situ. Itu adalah jalan potong untuk keluar dari Dempo. Settingnya pagi buta jam tiga-an. Di bawah ada Simon dan Ferry. Aku pake kaus stripes merah putihku (yg aku pake reunian sama cyntut n Dina) dan celana pendek jeans yg aku gunting sendiri itu. Fenny melempar sepatunya ke bawah dan melompat. Di bawah Simon dan Ferry menyemangati, "Ayo Fenny kamu bisa!" Pas giliran aku mau lompat, eh si Simon bilang gini "Lapo seh Kekek..sik ae loncat tekan kene.." Iiih sebbbel! Dia kira aku tra dengar itu. Aku balas baik-baik, "Soalnya aku ngga nemu jalan yg lebih aman, Mon. Emang dari dulu ini jalan keluar yang aman." Setelah mengatakan demikian, aku membayangkan kalau aku harus melintasi SMA Dempo pagi buta gini gelap gulita SENDIRIAN, MA MEN... ngga usah deh, gue bukan peserta acara TV DUNIA LAIN. Aku melihat ke bawah, aku harus pas mendarat dengan aman di bagian jalan, jangan sampai aku terperosok ke selokan. Rasanya lima tahun lalu (ini masih monolog dalam mimpi lho) hal ini bukan masalah bagiku, aku selalu yakin mendarat di bagian jalan. It's like piece of cake. Akhirnya lompatlah ik dan selamat. Sampai di bawah, mengatur nafas.. tidak lama kemudian, di pagi BUTA itu lewatlah gerobak sepeda kayak yg punya abang-abang SARI ROTI itu loh.. Nah, tapi itu adalah gerobak Pizza. Tapi si abang Pizza ini kok guuuede banget kayak kingkong. Tinggi banget, dan berkulit coklat gelap sehingga tidak terlalu kelihatan mukanya. Tapi aku merasa girang seperti ketemu kawan lama. Aku yakin dia seorang kawan lama. Dengan senyum merekah aku bertanya pada si abang Pizza dalam bahasa Inggris, "ARE YOU PIZZA? NOT A MAN?" Dan ternyata abang Pizza itu adalah Reymart. Then we hugged each other quite long. Gila dia tinggi banget. Setelah itu yang kurasakan adalah panik. Tiba-tiba sudah jam setengah 6 pagi dan aku harus balik ke Bintaro dengan jalur yang ENTAHLAH. Tentu aku tidak tau jalur naik bus dari Jl.Talang, Malang ke Bintaro,Tangerang. Tapi akhirnya aku naik angkot dan melihat Graha Vivere, Slipi. Tampaknya terminal besar dengan banyak angkot sliweran dan nge-tem. Aku turun aja siapa tau nemu metromini 74. Beneran ada tapi aku ditinggal sama metromini itu. Itu terminal kumuh banget dan jalannya digenangi air yang cukup tinggi dan ijo royo-royo gitu. Sambil nunggu Metromini, aku jalan aja dalam keadaan panik takut telat masuk Pingu. Aku jalan terus... LHA KOK RAWA-RAWA? Sial ternyata terminal yang kuimainasikan rawa-rawa itu RAWA-RAWA BENERAN! Mungkin mimpi ini terinspirasi atau ke-trigger sama nama daerah "Rawa Simprug". Whatever.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku