okay blog, besok adalah Jumat, di mana seluruh kelas baby pingu hari itu akan digabungin jadi akan ada sekitar 8 bayi berkumpul dalam satu kelas. dan asisten nya tentu diriku. berarti no begadang malam ini. akuuu masiiih memikirkan sidang hahaha nyantai aja lah, itu penyidang kan gue bayar untuk nyidang gue. Yang penting untuk segera dicari adalah:
1. kriteria art cinema narration itu apa
2. cari alasan kenapa plot dibikin kayak gitu
3. pelajari glossarium
4. yuk mareee buka Bordwell.
Tadi di Pingu miss-miss pada heboh sama analisa tipe berpikir dasar berbasis sidik jari. Jadi kalo sidik jarinya itu bentuknya begini, berarti cara berpikir dia didasarkan pada mood/perasaan.. dsb. Aku ga tertarik, sementara Ms.Shinta dan Ms.Fani yang baru di-analisa oleh Ms.Ulfa pada ngebahas di Yellow Room.. "Nah," kata Miss Shinta, "kalau yang sidik jarinya itu bulet di ujung dan ngga ada sudutnya miss, itu orang sangat instingtif, ga denger kata orang, dan itulah yang disebut orang gila!" Wah... ana-ana bae..ya, ya,ya, mungkin juga. Aku hanya mendengarkan sambil nge-cek in flashcard murid. Akhirnya semua staff termasyk Bu Boss ngumpul di Yellow Room dan heboh soal analisa itu. Terus Miss Selvi mau nyoba menganalisa sidik jariku. Ya udah ku kasih aja sambil terus nge-cek-in flashcard.. Ms.Selvi tampak konsentrasi, Ms.Ulfa ikutan mantengin jariku satu-persatu.
Ms.Selvi: "Ini kok sidik jarinya ngumpul di ujung ya.."
Ms.Ulfa: "Ahaha.. iya ya!"
Ms.Selvi: "Wah, hampir semua ngga ada sudutnya."
Jeng-jeng-jeng! Ms.Shinta dan Ms.Fani pun ngelirik aku... oh noooo mereka pasti berpikir aku orang gila yang sejajar dengan binatang seperti yang sedari tadi mereka bicarakan! AAAAhhhhHhh.....
Ms.Sinta: "Yah... berarti Miss... kamuuu..."
Aku langsung lompat dari kursi dan bilang, "Miss, tolong jangan pecat saya. I swear saya bukan orang gila!" Untung Ms.Selvi yang bijaksana itu ngga mecat gue, malah mencairkan ketegangan dengan bilang "Maksudnya instingtif di sini itu percaya diri, Miss Keisha... percaya kalau dia bisa, walaupun banyak yang bilang dia ngga bisa. Imannya kuat ini, maksudnya" Aku langsung "AAAMIIIEN"
1. kriteria art cinema narration itu apa
2. cari alasan kenapa plot dibikin kayak gitu
3. pelajari glossarium
4. yuk mareee buka Bordwell.
Tadi di Pingu miss-miss pada heboh sama analisa tipe berpikir dasar berbasis sidik jari. Jadi kalo sidik jarinya itu bentuknya begini, berarti cara berpikir dia didasarkan pada mood/perasaan.. dsb. Aku ga tertarik, sementara Ms.Shinta dan Ms.Fani yang baru di-analisa oleh Ms.Ulfa pada ngebahas di Yellow Room.. "Nah," kata Miss Shinta, "kalau yang sidik jarinya itu bulet di ujung dan ngga ada sudutnya miss, itu orang sangat instingtif, ga denger kata orang, dan itulah yang disebut orang gila!" Wah... ana-ana bae..ya, ya,ya, mungkin juga. Aku hanya mendengarkan sambil nge-cek in flashcard murid. Akhirnya semua staff termasyk Bu Boss ngumpul di Yellow Room dan heboh soal analisa itu. Terus Miss Selvi mau nyoba menganalisa sidik jariku. Ya udah ku kasih aja sambil terus nge-cek-in flashcard.. Ms.Selvi tampak konsentrasi, Ms.Ulfa ikutan mantengin jariku satu-persatu.
Ms.Selvi: "Ini kok sidik jarinya ngumpul di ujung ya.."
Ms.Ulfa: "Ahaha.. iya ya!"
Ms.Selvi: "Wah, hampir semua ngga ada sudutnya."
Jeng-jeng-jeng! Ms.Shinta dan Ms.Fani pun ngelirik aku... oh noooo mereka pasti berpikir aku orang gila yang sejajar dengan binatang seperti yang sedari tadi mereka bicarakan! AAAAhhhhHhh.....
Ms.Sinta: "Yah... berarti Miss... kamuuu..."
Aku langsung lompat dari kursi dan bilang, "Miss, tolong jangan pecat saya. I swear saya bukan orang gila!" Untung Ms.Selvi yang bijaksana itu ngga mecat gue, malah mencairkan ketegangan dengan bilang "Maksudnya instingtif di sini itu percaya diri, Miss Keisha... percaya kalau dia bisa, walaupun banyak yang bilang dia ngga bisa. Imannya kuat ini, maksudnya" Aku langsung "AAAMIIIEN"
Comments