Tadi pagi pukul dua sebelum tidur kepikiran sesuatu, berniat untuk bikin mind-mapping tapi udah cape bgt. Dan janji hari ini akan dituliskan. Jadi gini, tadi malam aku merasa hidup ini cuma pegang disiplin sama komitmen. Dan sejauh ini, yang masih berhasil aku pegang erat cuma satu: still a virgin. Yang lainnya aku sudah bablas, dulu aku benci banget asap rokok ya akhirnya merokok. Ngelihat bergelimang manusia mati karena Narkoba di tahun 90an, aku janji ngga akan sedikitpun nyentuh narkoba, ya akhirnya nyoba ganja juga. Tidak akan meninggalkan Islam, tahun 2010 sempat Agnostik juga. Aa buset dah... Demikianlah cukup kejujuran saya di postingan kali ini. Nah kemarin, waktu ik nongkron sama bulbulbulan, dia menceritakan kebingungannya masalah beragama.. karena ibunya islam ayahnya katolik (atau terbalik, ik lupa). Oh Em Ji.. sedih sekali... ik seharusnya bersyukur orang tua ik dua-duanya Islam, walau mungkin ik lahir tidak di-adzan/iqomat in karena waktu itu ayah ik masih Sapta Darma saja.
Hidup ini adalah penantian. Penantian mati. Walaupun demikian, aku ngga mau hidupku cuma kayak roda mutar muter mutar muter ngga ada tujuan. glundang glundung glundang glundung kayak Otiti. Otiti aja udah jadi superstar. (Maaf pembicaraan melenceng).
Sementara di Islam sudah dikatakan: Hidup ini investasi. Apa yang kita lakukan hari ini harus menghasilkan sesuatu yang lebih besar keesokan hari. Itulah kenapa memelihara kemarahan tidak dianjurkan di Islam. Investasi yang berhasil tentu dilakukan dengan disiplin. Berarti ada pelajaran mengenai disiplin. Aku kini menyadari, sholat itu pelajaran disiplin yang nyata. Alhamdulillah insya allah tidak ada lagi keraguanku pada Islam. Ramadhan ini aku akan menjadi seorang mukmin (tetap menolak pembagian gender jadi "mukmininah").
Pemikiran ini lahir karena curhatan Rembulan Sekarjati hari kemarin. I told her "Semua agama itu baik. Agama itu hanya pakaian. Pilih saja pakaian yang enak di badanmu."
Hidup ini adalah penantian. Penantian mati. Walaupun demikian, aku ngga mau hidupku cuma kayak roda mutar muter mutar muter ngga ada tujuan. glundang glundung glundang glundung kayak Otiti. Otiti aja udah jadi superstar. (Maaf pembicaraan melenceng).
Sementara di Islam sudah dikatakan: Hidup ini investasi. Apa yang kita lakukan hari ini harus menghasilkan sesuatu yang lebih besar keesokan hari. Itulah kenapa memelihara kemarahan tidak dianjurkan di Islam. Investasi yang berhasil tentu dilakukan dengan disiplin. Berarti ada pelajaran mengenai disiplin. Aku kini menyadari, sholat itu pelajaran disiplin yang nyata. Alhamdulillah insya allah tidak ada lagi keraguanku pada Islam. Ramadhan ini aku akan menjadi seorang mukmin (tetap menolak pembagian gender jadi "mukmininah").
Pemikiran ini lahir karena curhatan Rembulan Sekarjati hari kemarin. I told her "Semua agama itu baik. Agama itu hanya pakaian. Pilih saja pakaian yang enak di badanmu."
Comments