Skip to main content

less speech

dear bloggeh,
aku agak blank dikarenakan hantaman yang cukup kuat yaitu adalahhhh ditolaknya pengantar karya yang sudah ik print out lima eksemplar ajjaa... bloog... surat pengesahan yg harusnya ditaruh setelah halaman cover malah aku taruh di lampiran, blog hahaha lutju ya aku? trus di halaman pengesahan itu ada 4 kolom tanda tangan: Matius Ali, Bagyo, Armantono, Bang Sam. Aku cuma punya ttd Matius Ali. Itu pun hasil scan-an. Ditolak di depan Narno, Cakti bilang "Gue kira punya lu bener. Ternyata lebih banyak salahnya dari gue." sama gini nih.. "Tenang,Kei,tenang." (Dengan gaya nyebelin) Ih apaan deh ni orang tetep aja suka ngeremehin ngajak berantem. Situasi kayak gitu masiiih.. aja. Punya doi juga ditolak. Trus dia ngajak duduk di luar biar bisa rokokan. Di situlah aku baru tau, buku panduan pengantar karya yang kupakai SALAH. Harusnya bukan fotokopian format lama itu, tapi ada buku warna oranje kayak warna seragam soccer Belanda gitu. Trus dia menyarankan kami ke rumah Matius Ali bareng, minta tanda tangan. Dia bilang dia juga mau nganterin aku nyari Armantono. Waw, kok baik sih dia? Padahal Gotot di luar negri dan dia juga blm dapet tandatangannya, tapi dia mau nganterin aku ke Armantono. Huu... baik lho dia. Dia bilang, "Lo jangan pulang. Malam ini kita begadang benerin semuanya. Gue mau deh nganterin lo kemana aja" Subhanallah, blog. Cakti, orang paling egois sedunia, bilang kayak gitu. Terharu ik, blog. Dia beneran loh, nganterin sampe ketemu itu rumah Armantono. Tau nggak, sekarang ik merasa... ini akibat baca surat Al-Kahfi, Al-Waqiah, dan Al-Al lainnya saat ik down beberapa pekan lalu, yang mama ngomong "potongen drijine mama kalo Cakti ngga berubah.." Iyeaahhelaaah Mom, mom. Aya aya wae.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku