Skip to main content

hari senin

Sudah jam 12 malam, penghujung hari senin. Jadi bloggie, hari ini aku bangun jam setengah 6 pagi feeling better setelah kemarin tersiksa sakit demam tinggi. Tapi karena masih ngga enak badan, yang kulakukan adalah tidur-bangun-tidur-bangun dan ngga makan-makan sampe jam 3 sore. Akhirnya kelaparan, masak nasi dan manasin ayam rica-rica. Makan deh. 3 potong aja bo, ayamnya. banyak yah makannya? Ik mencoba sedikit mengerjakan Pengantar Karya... yaelah.. cuma sampe 3.2 Bwahahahakakakak (tidak seharusnya ik tertawa). Lalu ik mandi dan keramas. Ik pergi ke Plaza Semanggi karena mama tadi pagi nawarin ikut seminar Percepatan Rezeki.. ahaaha..ada-ada aja judulnya yah. Pembicaranya menarik tapi, pakar otak kanan bo. Ippho Santosa namanya. Tak disangka-sangka, orangnya iih.. ganteng, pinter, bersahaja, dan belia bo. Seminarnya cukup menarik, orangnya lucu... peserta seminarnya aja bo yang gagagi (gagal-gagal gimanaaa gitu). Yah kecuali ik dan mama (narsis). Ik melihat ke kanan dan ke kiri... ebuset dah.. penampilan baby boy semua yang pake kemeja kotak kecil-kecil, emosi mudah dinaik-turunkan.. ya, ik tau, ik memang hobi men-judge orang diam-diam. Ik hobi memperhatikan sekitar dan menilai dari hal-hal kecil seperti gaya berpakaian, cara ngomong, pandangan mata, dsb. Beberapa kali ik berkomentar dalam hati "Ya ampus! Lo ngga ada pilihan baju laen APAH?"
Udah ya blog, I should sleep in order to get well soon. Byebye.

Comments

Popular posts from this blog

It Has Been A Lot!

Wow, where should I start? So my comeback to dance class after a month break (sebulan aje dibahas...gimana lebih? Udah jadi buku keleus :D) had been a wild ride. Right away rehearsal for a performance and coordinating an event at the same time. Berto gave me this job from IDF, where I worked as P.I.C for Dance Writing Workshop. My girl IKAN said why am I taking the job if I am so busy? The answer is clear: I need to pay college. Ikan said she can just lend me money and I can focus on my thesis. God, bless this human that is my best friend. That's very kind and thoughtful of her. Anyway, I took the job so I was running 2 events at the same time. One in Cikini, Central Jakarta and one in SOM, South Tangerang. I became an adept Commuter Line user. I no longer mistaken peron 1 with peron 2 and silly things like that, like not knowing which gate I should enter after scanning my card to enter the peron. Duh. Duh 100x. I wasn't particularly on diet but I really didn't want to ea...

What is happiness? It sounds like a snack.

I would, like usually, open this post by saying "Things are crazy". Yes, I don't know are things really crazy or is it just me. I think it's the latter. Life appears as surprises to me. And I act like a door, opening this tunnel, closing another one. I don't feel dull, and I can't say my days have been dull for they are full with challenges. But I have been so alone. This also sounds weird. Since when that I'm not alone? I always pull myself back from any social event. I hang out alone. I guess the last time I had a good time outside the house/office/campus with another human being was the last Saturday in January, so it's a month ago. It is true that if I just ask, I will get people willing to go with me. But I am the pickiest picky pick ever because most of the times when I don't pick, I get bored with dull conversations, or a view of someone watching his/her phone like there's nothing else to see. So all this time I hang out alone. Mos...

yang hilang dan jadi debu

ada sesuatu yang diam-diam kupercaya walau ia hilang ditelan bisingnya Jakarta: Islam ada cara hidup yang sederhana, menawarkan kesadaran untuk mampu mengendalikan kecepatan, dengan disiplin lima kali dalam sehari, dan tidak lebih lama dari basa-basi ada cara bertutur yang tegas dan disetujui tubuh, istighfar membuatku sadar, bahwa yang sakit bisa pulih tasbih menunduk-daguku, bahwa seniman itu sebuah entitas hamdalah hangatkan bahuku, ada yang Maha kendali di atas kendaliku