mimpi rapat panitia besar pernikahan kakak di sebuah auditorium di dalam Stadion Gajayana (di kolam renangnya. Harus melewati kolam renang dulu). Ada kakak, kak Topan, Ayu, Bude-bude, dan di satu sofa kami duduk bertiga: kakak - aku - kak Ernst. Dia menghenyakkan pantat di sebelahku. Aku kaget dia datang. Kami berdua sama-sama pakai t-shirt punk. Kak Topan sama Kak Kuki kayak ngga ngeliat dia. Aku sama dia cekikikan berdua. Kakak ceritanya punya bayi. Iya, udah melahirkan duluan. Itu anaknya dia sama Ernst. Bayi itu digendong mama. Aku kaget "Loh berarti mama udah tau dong kejadian married by accident ini - tapi accidentnya sama siapa, married nya sama siapa" Yang desain undangan Rino Seto. Tapi dalam mimpiku nama dia Rino Paramita. Duh aneh banget. Terus selesai rapat, ceritanya aku ketinggalan shuttle bus yang udah disewa keluarga besar ayah. Mereka menuju tempat lain lagi masih dalam rangka urusan pernikahan Jessica & Topan. Ernst hilang. Aku sedikit panik sedikit senang. Panik karena ditinggal, senang karena berarti aku berkesempatan untuk main somewhere, ke rumah temen kek.. ke mana kek. Aku jalan keluar lah menyusuri kolam renang, pintu tralis, jalan jauuh.. sampe deket rumahku (rumah Jl.Batujajar). Aku berdiri di pertigaan yang bahaya banget itu lho, sebrang rental VCD Orisinil, dekat bunderan jam. Langit mendung parah. Di situ tiba-tiba aku diem. Aku bingung mau ke mana. Aku berdiri kehujanan dan inget dompet, handphone, tasku ketinggalan di dalam auditorium Gajayana. Hujan deras banget dan suara gluduk bergluguk-gluguk. Mobil-mobil lewat kenceng banget dari arah mana saja. Aku ngga liat satu manusia pun. Hanya mobil, jalanan, aku.
Aku nangis sambil berdiri bingung di pertigaan itu.
Aku nangis sambil berdiri bingung di pertigaan itu.
Comments